Rabu, 14 Maret 2012

Bangkitlah dari Kesalahan! [SKDAG826]

Berbuat salah itu tidak apa-apa, asalkan Anda tidak terus menerus mengingat-ingatnya (Confucius).

Tidak ada manusia yang selalu benar, kesalahan itu merupakan kodrat manusia yang pada dasarnya memang berdosa. Kesalahan dapat terjadi karena perbuatan kita sendiri, pengaruh orang lain atau juga karena pengaruh setan.

Yang penting setelah kita berbuat salah, janganlah diam dan menyesalinya terus menerus, karena hal ini tidak akan mengubah kesalahan yang pernah kita lakukan, bahkan membuat kita menjadi semakin terpuruk. Setelah salah marilah kita segera bangkit untuk memperbaiki kesalahan yang telah terjadi agar tidak terulang lagi pada masa mendatang. Hal ini dapat kita lakukan dengan belajar dan belajar lagi.

Langkah yang tidak boleh dilupakan setelah kita melakukan kesalahan adalah meminta maaf kepada pihak yang terkait dan juga minta ampun kepada Tuhan. Meminta ampun memang tidak mudah; dalam hal ini kita perlu merendahkan hati dan memohon kekuatan dari Tuhan.

Minggu, 11 Maret 2012

Menjadi Sempurna [SKDAG825]

Kita merupakan hasil dari yang telah kita lakukan berulang-ulang. Jadi kesempurnaan itu bukan suatu tundakan biasa, tetapi suatu kebiasaan (Aristoteles).

Bila kita belajar melakukan sesuatu yang baru, maka kita melakukannya dengan menggunakan otak sadar; saat itu pasti kita canggung melakukannya, bahkan mungkin banyak kesalahan. Setelah kita melakukannya berkali-kali maka kita telah menjadi mahir dan dapat melakukannya tanpa berpikir lagi; saat itu kita telah melakukannya dengan menggunakan otak bawah sadar dan semua berjalan secara otomatis.

Hal seperti di atas sebenarnya telah kita lakukan dalam kehidupan kita. Sebagai contoh cobalah Anda jawab pertanyaan saya terlebih dahulu. Setelah Anda mandi dan akan memakai kemeja, maka Anda memasukkan tangan kanan atau kiri lebih dulu? …. < ayo jawab dulu> ….

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pasti Anda berpikir dulu kan … mungkin sambil membayangkan memakai kemeja tersebut. Padahal waktu Anda memakai kemeja tersebut, Anda melakukannya secara otomatis tanpa perlu berpikir lagi, saat itu Anda bekerja dengan pikiran bawah sadar, karena proses memakai kemeja sudah Anda lakukan ribuan kali sejak kecil. Artinya Anda sudah mahir melakukannya secara otomatis; Anda sudah menjadi pakar dalam bidang tersebut.

Nah … cara yang sama perlu kita lakukan bila kita ingin menjadi pakar dalam bidang lainnya, lakukan hal tersebut secara berulang-ulang sehingga menjadi suatu kebiasaan. Saat kita dapat melakukannya secara otomatis berarti kita telah dapat melakukannya dengan sempurna.

Jumat, 09 Maret 2012

Ketakutan vs Keberanian [SKDAG824]

Ketakutan merupakan suatu reaksi, keberanian merupakan suatu keputusan
(Winston Churchill)

Kita sering takut terhadap berbagai hal, tetapi bila kita analisis ternyata banyak penyebab ketakutan yang tidak real. Misalnya kita takut akan ujian sidang esok hari, karena pengujinya galak; apakah benar pengujinya galak? Belum tentu, bahkan mungkin saja pengujinya ternyata sangat baik dan ramah. Penyebab ketakutan yang kita alami sebenarnya hanya ada dalam pikiran kita. Jelas ketakutan itu hanya merupakan suatu reaksi dari pikiran negatif yang ada di pikiran kita sendiri.

Untuk itu kita perlu keberanian untuk menghilangkan semua penyebab ketakutan yang sebenarnya tidak real dalam pikiran kita. Jelas keberanian merupakan keputusan kita untuk menghilangkannya; semua tergantung dari diri kita sendiri.

Ketakutan seringkali disebabkan karena suatu trauma akibat peristiwa negatif . Untuk menghilangkannya kita membutuhkan keberanian untuk menghilangkannya. Agar keberanian tersebut muncul, mungkin juga kita membutuhkan bantuan orang lain, untuk menterapi atau membuang trauma tersebut.

Kita perlu keberanian untuk mengubah diri, dalam hal ini kita membutuhkan bantuan Tuhan dan orang lain, sehingga kita mampu mengatasi berbagai ketakutan yang ada dalam pikiran kita. Jadi mari kita berdoa, belajar, dan terus berusaha untuk menuju masa depan yang lebih baik.

Rabu, 07 Maret 2012

Buang Beban Kehidupan [SKDAG823]

Agar kita dapat sampai di puncak gunung, maka tinggalkanlah beban berat. Mari buang juga beban-beban kehidupan (cemas, iri, takut, dll.) agar kita dapat mencapai tujuan hidup (DAG).

Apa yang kita alami saaat mendaki gunung? Capai, lelah, haus, kedinginan, kesepian, ingin istirahat dan lain-lain. Memang mendaki gunung tidak mudah apalagi untuk orang-orang yang berusia tidak muda lagi dan jarang berolah raga. Banyak hambatan yang ada saat kita mendaki gunung, pertama hambatan eksternal yang berada di luar kendali kita, misalnya cuaca yang dingin, hujan dan badai.

Saat mendaki memang kita membawa beberapa barang yang dibutuhkan, misalnya makanan, tenda, selimut dll. Tetapi bagaimana bila kita membawa tas kerja/sekolah, barbel untuk olah raga? Tentu saja barang-barang yang tidak dibutuhkan tidak perlu kita bawa karena hanya menjadikan beban saja dan membuat kita sulit untuk mencapai puncak gunung. Inilah hambatan kedua yaitu hambatan internal, yang ada dalam diri kita sendiri dan sebenarnya dapat kita kendalikan.

Demikian juga dengan kehidupan, bila kita ingin mencapai tujuan akhir kehidupan yang bahagia dan menyenngkan, maka kita pun perlu membuang dan meninggalkan berbagai beban kehidupan seperti cemas/kuatir, iri hati, takut dll. Semua berada di dalam kendali kita, mau atau tidak kita membuangnya. Bila kita ingin hidup bahagia, marilah kita buang semua beban kehidupan tersebut, tetapi bila tidak …. terserah Anda.

Minggu, 04 Maret 2012

Manfaat Ketepatan [SKDAG822]

Gembok yang besar dapat dibuka dengan kunci pasangannya yang kecil. Kata-kata sederhana yang menyenangkan dan senyum kecil mampu membuka hati yang terkunci.

Untuk melawan kekerasan tidak dapat dengan kekerasan lagi, karena akan ada yang rusak atau hancur; tetapi kekerasan perlu dilawan dengan kelemahlembutan, misalnya api dapat ditaklukkan dengan air. Artinya kita harus menggunakan alat atau mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan suatu masalah.

Tidak ada alat, metoda yang dapat menyelesaikan suatu masalah, tidak ada obat yang dapat menyembuhkan semua penyakit, tetapi semua masalah pasti ada solusinya dan setiap penyakit pasti ada obatnya. Agar tugas kita efektif, maka kita perlu mencari metoda, solusi, atau obat yang tepat untuk mengatasi masalah atau penyakit yang kita hadapi. Misalnya suatu gembok tertentu hanya dapat dibuka dengan kunci yang menjadi pasangannya.

Demikian juga bila kita memiliki musuh atau orang yang tidak kita sukai, maka kita melawannya bukan dengan membenci atau memusuhinya karena hal ini tidak akan menyelesaikan masalah. Berikan senyum dan sapa orang itu dengan kata-kata yang lemah lembut, maka emosinya akan cair dan hatinya yang terkunci akan terbuka lebar.

Marilah Menjadi Bersih … [SKDAG821]

Mandi membersihkan tubuh,
Menyapu membuang debu dan kotoran,
Doa membersihkan jiwa dan roh,
Kasih membuang benci dan dendam.
Hendaknya kita selalu bersih dan 'bersih' (DAG).


Kita semua pasti ingin menjadi bersih; banyak kegiatan yang kita lakukan, misalnya mandi dan sikat gigi untuk membersihkan tubuh kita, menyapu dan mengepel untuk membersihkan ruangan. Itu semua adalah pembersihan secara fisik, dan penilaian dapat dilakukan secara kasat mata, karena hasilnya langsung dapat segera kita lihat dan rasakan. Hasilnya membuat suasana yang segar, indah, dan nyaman.

Tetapi tentu saja pembersihan tidak cukup bila hanya dilakukan terhadap tubuh, jiwa dan roh kita pun perlu dibersihkan. Jiwa kita menjadi kotor karena memiliki berbagai keinginan, perasaan dan emosi negatif, misalnya keinginan untuk korupsi, perasaan benci, dan kemarahan yang muncul. Roh kita menjadi kotor saat menduakan Tuhan, dengan melakukan penyembahan berhala dan pergi ke dukun atau ke tempat keramat. Untuk membersihkan jiwa dan roh, kita dapat melakukannya dengan jalan berdoa, memohon pencerahan dan bimbingan dari Tuhan, agar kita mendapatkan bimbingan dan pengampunan atas segala dosa dan kesalahan yang telah kita perbuat. Selain itu kita dapat melakukannya dengan tindakan nyata yaitu menyebarkan kasih, yang membuat kita dapat memberikan pengampunan dan membuang berbagai benci dan dendam kepada pihak lain yang pernah menyakiti kita.

Marilah kita selalu melakukan pembersihan tubuh, jiwa, dan roh pribadi kita setiap saat, sehingga kita boleh menjadi bersih dan harum di mata sesama dan terutama di hadapan Tuhan.
Amin …

Sabtu, 03 Maret 2012

Manfaat Perubahan [SKDAG820]

Bila ingin mendapatkan yang kamu tidak pernah miliki, kamu perlu melakukan yang tidak pernah kamu lakukan.


Einstein mengatakan: ”Merupakan suatu hal yang gila, bila mengharapkan sesuatu yang berbeda tetapi kita tetap melakukannya dengan cara yang sama!”. Jadi jelas untuk mendapatkan sesuatu yang lebih baik, maka usaha kita pun perlu ditingkatakan dan diperbaiki, misalnya bila Anda tidak lulus ujian karena kurang tekun belajar, maka untuk periode berikutnya untuk lulus ujian, Anda perlu mengubah cara belajar dengan lebih giat dan lebih tekun.

Pada umumnya manusia memang senang tetap berada pada zona nyaman; bila ia memiliki posisi yang baik, maka seringkali kita menjadi terlena dan tidak mau meningkatkan diri lagi. Nah … untuk terus maju, kita perlu keluar dari zona nyaman, masuk ke zona baru yang memiliki tantangan. Tentu saja di suasana dan lingkungan baru, kita perlu berubah, melakukan penyesuaian diri, dan mempelajari bagaimana cara mengatasi tantangan yang baru muncul.

Perubahan dibutuhkan selama kita memiliki keinginan; bila kita sudah menjadi manusia yang apatis dan statis, maka kita tidak membutuhkan lagi perubahan. Tentu kita tidak mau menjadi manusia seperti itu, yang relatif sudah ‘mati’. Nah … bila kita tidak mau ‘mati’ marilah terus memiliki semangat dan harapan baru serta melakukan perubahan secara kontinu dengan terus belajar tentang hal baru dan berusaha untuk melakukan sesuatu yang baru atau dengan cara yang baru, sehingga kehidupan lebih baik dapat kita raih pada masa mendatang.