Sabtu, 07 Agustus 2010

Lakukanlah Sekarang Juga! [SKDAG167]

Ingat nasehat sebelum gagal tiba
Ingat doa sebelum ada kesulitan
Untuk melayani jangan tunggu ada waktu


Ingat dan lakukanlah berbagai hal positif sebagai tindakan pencegahan, karena umumnya pencegahan lebih baik daripada perbaikan. Misalnya ingatlah untuk berolahraga sebelum kita menjadi sakit.

Dalam kehidupan sehari-hari pun banyak hal yang perlu segera kita lakukan sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan. Agar kita tidak mengalami kegagalan, maka kita perlu mengingat dan melaksanakan berbagai nasehat dan prinsip yang dapat kita pelajari dari para ahli. Kemudian jangan lupa untuk berdoa secara rutin; jangan menunggu sampai ada kesulitan baru kita mencari Tuhan. Berdoalah setiap saat agar kita dapat bertegur sapa, mengucap syukur, dan meminta ampun kepada Tuhan.

Seringkali bila diajak untuk melakukan hal yang positif, misalnya pelayanan, maka kita mencari berbagai alasan, misalnya tunggu sampai ada waktu, sampai anak dewasa, atau sampai bisnis berjalan normal; pada umumnya alasan tersebut hanya dicari-cari. Marilah kita satukan tekad dan hati untuk melakukan hal positif karena bermanfaat untuk orang lain; jangan mencari-cari alasan yang tidak masuk akal. Berserahlah kepada Tuhan ....

Jumat, 06 Agustus 2010

Penanganan Masalah [SKDAG606]

Masalah tidak untuk disimpan tetapi untuk dibagikan,
masalah bukan tanda kelemahan tetapi kekuatan,
masalah tidak untuk disesali tetapi disyukuri,
masalah tidak untuk dihindari tetapi dihadapi.


Setiap kejadian yang kita hadapi selalu dapat dilihat dari sisi positif atau pun dari sisi negatif. Misalnya kita dapat melihat ular, misalnya ular sawah, ular sanca, sebagai binatang yang berbahaya, dapat melilit dan menelan anak-anak, tetapi marilah kita lihat dari sisi positif, ular diciptakan Tuhan untuk memberikan keseimbangan di dunia, yaitu membatasi pertumbuhan tikus. Apa yang terjadi bila semua ular dibunuh atau ditangkap? Pastilah jumlah tikus merajalela, mereka akan memakan padi yang menjelang panen dan merajalela dimana-mana.

Demikian juga dengan masalah yang kita hadapi. Marilah kita lihat masalah tersebut dari sisi positifnya; apa manfaat masalah tersebut bagi perkembangan diri kita pada masa mendatang? Masalah yang telah kita alami, janganlah disimpan saja, tetapi marilah kita sharingkan kepada orang lain, agar mereka pun dapat mengatasi bila menghadapi masalah yang sama. Lalu janganlah melihat masalah tersebut sebagai suatu kelemahan, tetapi merupakan ujian untuk diatasi, sehingga kita menjadi kuat dalam bidang tersebut. Semua yang terjadi, termasuk masalah, tidak perlu kita sesali karena sudah terjadi. Marilah kita syukuri semuanya karena pasti ada makna positif dibalik semua hal tersebut

Sebagian orang takut bila menghadapi masalah, tetapi bila kita mau maju maka kita perlu menghadapi masalah tersebut. Anggap semua sebagai ujian yang mau tidak mau perlu kita hadapi bila kita mau naik ke tingkat yang lebih tinggi. Jadi mari hadapi masalah, jangan menghindarinya!

Kamis, 05 Agustus 2010

Mulailah Tanpa Syarat! [SKDAG166]

Untuk berbuat baik jangan tunggu senyuman
Untuk mencintai jangan tunggu dicintai
Untuk bekerja sungguh jangan tunggu pekerjaan terbaik
Untuk berbagi jangan tunggu dapat banyak
Untuk meminta maaf janganlah menunggu sampai ada yang terluka.


Seringkali orang menggunakan prinsip ”Saya akan ... seandainya ...”, misalnya ”Saya akan bahagia bila memiliki uang satu milyard”, artinya saat ini dan seterusnya selama saya belum memiliki uang satu milyard, maka saya tidak pernah bahagia. Mengapa kita harus menunggu hal
lain, bila sebenarnya semua dapat ditentukan oleh diri kita sendiri? Bahagia bisa kita rasakan sekarang dan setiap saat bila kita memiliki kerendahan hati dan hati yang penuh syukur.

Janganlah tunda keinginan untuk melakukan hal yang berguna, baik dan positif hanya dengan menambahkan syarat atau menunggu hal tertentu. Lakukanlah sekarang juga, karena mungkin saja tidak ada kesempatan kedua untuk melakukan hal tersebut.

Untuk berbuat baik pada orang lain, tidaklah perlu menunggu senyuman dari orang tersebut. Berbuat baiklah pada setiap orang, termasuk juga bagi musuh kita. Untuk mencintai janganlah menunggu kita dicintai lebih dahulu, tetapi bagikanlah cinta kita dengan tulus, maka nanti kita pun akan dicintai mereka. Demikian juga untuk bekerja, lakukanlah sekarang juga semua tugas yang sudah menjadi kewajiban kita, jangan menunggu sampai ada pekerjaan terbaik. Untuk berbagi jangan menunggu sampai kita memiliki banyak dulu, tetapi berikanlah yang kita miliki, maka kita pun akan menerima kembali secara berlebih. Untuk meminta maaf pun, lakukanlah sekarang juga, jangan menunggu sampai ada yang terluka, karena nanti kita menyesal bila semua sudah terlambat.

Untuk itu selagi ada kesempatan marilah segera berbuat baik tanpa syarat apa pun juga, karena kesempatan tidak akan terulang untuk kedua kalinya.

Rabu, 04 Agustus 2010

Cinta Melindungi Usia [SKDAG605]

Usia tidak menghalangi Anda dari cinta, tetapi cinta melindungi Anda dari usia.

Orang mengatakan bahwa “cinta itu buta”; memang betul demikian … karena orang yang jatuh cinta melupakan segalanya dan tidak memperhatikan apa pun, yang penting adalah mewujudkan cintanya. Orang yang jatuh cinta tidak memperhatikan tingkat pendidikan, derajat kehidupan, suku bangsa, dan apa pun juga, termasuk usia. Saya memiliki teman laki-laki yang seusia saya, dan dia menikah dengan seorang wanita yang seusia dengan ibunya. Walaupun tidak memiliki anak, mereka hidup dengan rukun selama bertahun-tahun; yang unik teman saya itu memiliki tiga anak tiri yang usianya hampir sama dengannya. Dan masih banyak contoh lain yang menunjukkan bahwa usia tidak dapat menghalangi kita dari cinta.

Di sisi lain, cinta juga membuat kita bersemangat dan memiliki motivasi hidup yang tinggi, sehingga usia tidak lagi menjadi halangan, artinya cinta melindungi kita dari usia. Sebagai contoh ada seseorang yang telah divonnis dokter bahwa usianya paling hanya sekitar tiga bulan lagi. Mendengar hal tersebut, maka si pasien berjanji untuk memanfaatkan hidupnya untuk menolong dan mencintai orang lain; hal ini dilakukannya dengan menghibur pasien-pasien lain di rumah sakit. Ternyata setelah tiga bulan ia belum meninggal, malahan semangat hidupnya semakin tinggi dan ia dapat mengatasi penderitaan akibat penyakitnya sendiri.

Jadi bila kita ingin awet muda, maka marilah kita bagikan cinta kepada orang-orang di sekitar kita. Bantu mereka dengan tenaga, harta, pikiran, dan apa pun yang ada pada diri kita. Bila kita tidak memiliki apa-apa, maka marilah kita berikan senyum dan sukacita yang tulus kepada semua orang. Rasakan akibatnya bila mereka membalas senyum kepada kita. So … tunggu apa lagi? Mari lakukan segera!

Selasa, 03 Agustus 2010

Mengendalikan Nafsu [SKDAG165]

Nafsu tidak terkendali merupakan sumber petaka. Perang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu. Lawanlah dengan puasa, karena puasa melatih kita mengendalikan nafsu.

Musuh terbesar manusia adalah hawa nafsu. Bila kita dikendalikan oleh hawa nafsu, maka kita menjadi manusia yang bodoh, karena kelakuan kita tidak mencerminkan diri kita lagi, tetapi tindakan yang kita lakukan hanyalah luapan dari nafsu tidak terkendali yang ada dalam diri kita. Saat kita dilanda nafsu marah, maka keinginan kita hanyalah berteriak, memaki, membentak orang lain, serta mengeluarkan kata-kata kotor. Saat itu kedudukan dan pendidikan kita tidak berpengaruh lagi; tindakan kita menjadi sama dengan tindakan orang bodoh yang tidak berpendidikan.

Saat manusia sedang terangsang berahinya, maka ia lupa akan akal sehat, keluarga, dan ajaran agamanya. Saat itu ia mengabaikan berbagai resiko dan akibat yang akan terjadi, pokoknya ia hanya mengejar kenikmatan yang berlangsung selama beberapa menit itu. Dalam kesedihan yang berlebihan pun, manusia tidak dapat berpikir dengan akal sehatnya.

Tindakan kita saat dilanda nafsu atau dalam kondisi emosi yang tidak stabil, jelas tidak memberikan manfaat positif bagi diri kita, karena mengandung resiko atau akibat yang akan membuat kita kecewa pada masa depan. Karena itu sebelu berbuat sebaiknya kita berpikir : ”nanti bagaimana”, jangan nekad dengan berprinsip ”bagaimana nanti”.

Cara lain tentu saja dengan berserah pada Tuhan dan juga melakukan penyangkalan diri, misalnya dengan melakukan puasa secara teratur. Dengan berpuasa kita mengendalikan nafsu makan, nafsu marah, nafsu berahi, dan lain-lain. Marilah kita kendalikan nafsu yang ada dalam diri kita ....

Minggu, 01 Agustus 2010

Jadilah Manusia Bernilai [SKDAG604]

Janganlah menjadi manusia yang dihormati karena kesuksesan, tetapi jadilah manusia yang dihormati karena memiliki nilai (Albert Einstein).

Biasanya ukuran kesuksesan bagi manusia pada umumnya terletak pada kekayaan, ketenaran, kepintaran, gelar pendidikan, kebahagiaan, dan lain-lain. Pemilik semua atau salah satu dari hal tersebut, akan dihormati oleh orang lain.

Tetapi Albert Einstein memiliki penilaian yang berbeda; menurutnya manusia yang dihormati adalah manusia yang memiliki nilai atau value. Nilai tidak terletak pada milik seorang manusia, tetapi lebih pada karakter dan sikap yang telah terbentuk dalam dirinya sejak ia masih bayi, mungkin sejak dalam kandungan. Nilai-nilai seorang manusia adalah penuh kasih, selalu bergembira, penuh damai, sabar, murah hati (suka menolong orang lain), baik, setia, lemah lembut, dan mampu menguasai diri.

Dengan nilai-nilai yang dimiliki tersebut, maka orang itu tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif yang ada disekitarnya, malahan ia dapat memberikan dampak perubahan yang positif. Ia dapat menjadi teladan, sehingga ia pun pasti dihormati bagi orang-orang di sekitarnya .

Semakin diri kita dekat dengan Allah, maka semakin besar nilai yang kita miliki. Jadi marilah kita menjadi manusia yang bernilai, sebelum semuanya terlambat.

Mari Buka Hati! [SKDAG603]

Ketika kita membuka mata, maka terlihat dunia yang indah.
Ketika kita membuka hati, maka terlihat dunia yang begitu luar biasa.


Dengan panca indra, kita dapat mengagumi berbagai ciptaan Allah. Saat kita menggunakan mata maka kita dapat melihat alam, binatang, tumbuhan, dan lain-lain yang sungguh luar biasa. Cobalah anda lihat pohon-pohon di sekitar kita, ternyata warna hijau daunnya sungguh beragam, boleh dibilang tidak ada yang sama. Bila kita melihat ke angkasa, warna langit dan susunan awan pun sungguh indah sekali. Pohon kering dan gurun pasir pun memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Sungguh alam menyajikan berbagai hal yang sangat indah.

Sekarang mari gunakan indra kita yang lain, dengan penciuman kita dapat mengenali berbagai aroma bunga, buah, dan lain-lain. Ketika kita mengecap sesuatu, berbagai rasa dapat kita nikmati; apalagi dengan pendengaran yang memampukan kita untuk menangkap berbagai suara, seperti kicauan burung dan gemercik air. Kemudian perabaan dan perasaan yang membuat kita dapat merasakan kehalusan dan sensasinya pada tubuh kita.

Semua adalah anugrah Allah yang luar biasa bagi kita, tetapi seringkali kita lupa bersyukur atas semua hal tersebut. Bahkan seringkali kita meremehkan dan melecehkannya terutama saat perasaan kita sedang tidak baik dan pikiran kita dipenuhi oleh masalah.

Untuk itu marilah kita membuka hati, bukan hanya panca indra, agar semua yang ada di dunia ini dapat kita lihat secara luar biasa. Jangan biarkan perasaan dan pikiran mempengaruhi penilaian kita terhadap karya Allah!