Sabtu, 31 Maret 2012

Kasihilah Semua Orang [SKDAG838]

Kasihilah mereka yang membuat kita menjadi seperti sekarang, meskipun semua yang kita lakukan tidak cukup untuk membalasnya. Curahkanlah semua pada orang yang membutuhkan di sekeliling kita (DAG).

Marilah kita lihat keberadaan diri kita sekarang; ternyata kita sekarang sudah berkeluarga dengan tiga anak, sudah memiliki usaha yang mapan, rumah, kendaraan bermotor dan lain-lain. Apakah semua ini berkat usaha sendiri? Jelas tidak mungkin! Keberhasilan tersebut dapat kita raih, karena banyak orang yang telah memberikan bantuan; mereka sungguh-sungguh mengasihi kita. Siapa saja mereka itu? Orang tua yang sudah memelihara kita dengan penuh kasih sejak kecil, guru-guru yang telah mendidik kita secara luar biasa, teman dan sahabat yang banyak memberikan ide, pelanggan yang setia membeli produk kita, dan pasti masih banyak yang lainnya.

Bantuan dan pertolongan mereka sungguh tak terbilang; yang kita dapat lakukan saat ini adalah adalah mengasihi dan membantu mereka saat ini. Bila mereka sudah meninggal dunia, marilah kita mendoakan, bila mereka masih hidup, kunjungi dan sapalah mereka.

Perbuatan mereka merupakan teladan bagi kita semua, sehingga marilah mulai saat ini kita pun mencurahkan kasih dan perhatian kepada semua orang yang ada di sekeliling kita. Lakukanlah semua tanpa pamrih; hal ini merupakan balas jasa kepada orang yang telah mengasihi kita. Terapkanlah prinsip ‘pay it forward’ (lihat SDAG 62).

Jumat, 30 Maret 2012

Pertama dan Terakhir itu paling Antusias [SKDAG837]

Lihatlah ke sekeliling Anda dengan penuh antusias, seperti Anda melihatnya untuk pertama kali atau terakhir kali (Betty Smith).

Jatuh cinta yang pertama kali itu merupakan hal yang paling mengesankan dan selalu diingat. Demikian juga dengan kelahiran anak merupakan saat yang membahagiakan, apalagi untuk anak pertama. Atau saat anak saya pertama kali sekolah di kelompok bermain, ia sangat antusias dan sangat menantikan hari masuk sekolah tersebut. Masih banyak contoh lagi yang telah kita alami tentang sesuatu yang terjadi untuk pertama kalinya; hal tersebut memberi kesan mendalam bagi yang mengalaminya.

Hal sama pun terjadi bila kita mengalami untuk yang terakhir kali, misalnya saat perpisahan SMA yang merupakan saat-saat akhir berkumpul dengan teman-teman, pesan terakhir dari orang yang akan meninggal. Hal terakhir pun memberi kesan bagi yang mengalaminya.

Tentu sangat menyenangkan bila semua hal yang kita alami saat ini dapat kita anggap sebagai yang pertama atau yang terakhir. Semua akan menjadi sangat bermakna karena kita melakukan dan merasakan dengan penuh antusias. Marilah kita bangkitkan antusiasme seperti itu dengan melakukan yang terbaik kepada orang lain dengan berasumsi bahwa hal tersebut adalah tindakan terakhir yang dapat kita lakukan padanya atau sebagai tindakan pertama yang akan memberikan kesan mendalam pada orang tersebut.

Kamis, 29 Maret 2012

Kekuatan Spiritual [SKDAG836]

Kekuatan fisik diukur dari kemampuan kita mengangkat barang, kekuatan spiritual diukur dari kemampuan kita bertahan. Ketangguhan terletak di jiwa dan roh, bukan di otot (Alex Karras)

Manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Tubuh merupakan dimensi fisik yang terdiri dari otot dan tulang; kekuatan fisik diukur dari kekuatan otot, misalnya dari kemampuan untuk mengangkat beban, seperti pada olah raga angkat besi atau angkat berat. Ada orang yang melatih tubunya agar menjadi tahan pukul, bahkan ada yang datang ke dukun untuk memperoleh kekebalan tubuh, sehingga tahan bacok atau tahan peluru. Kekuatan tubuh memang penting, karena dapat membuat kita dapat bertahan dalam berbagai situasi musim yang berubah-ubah. Kita menjadi tidak sakit walaupun sudah kehujanan, kerja berat, atau kelelahan.

Jiwa terdiri dari keinginan, emosi, dan perasaan yang ada dalam diri kita. Kekuatan jiwa berarti kita dapat mengatasi dan mengendalikan hati, sehingga kita dapat menguasai diri, tidak terburu nafsu, dan selalu berprinsip ‘bagaimana nanti’. Demikian juga dengan roh kita yang perlu memiliki kemampuan untuk selalu percaya kepada Tuhan yang Maha Kuasa, bukan pada kuasa-kuasa lain yang banyak menggoda kita. Dengan kekuatan roh, maka masalah apa pun yang kita hadapi, kita selalu berserah dan percaya kepada-Nya, karena Dia lah sumber dari segala kuasa yang ada di bumi dan di surga.

Kekuatan jiwa, terutama kekuatan roh, merupakan suatu kekuatan spiritual yang lebih bermanfaat bagi kita semua dibandingkan dengan hanya kekuatan fisik. Marilah kita tingkatkan semua potensi diri kita, baik tubuh, maupun jiwa dan terutama roh.

Selasa, 27 Maret 2012

Hati, Sukacita, dan Iman [SKDAG835]

Bila hati kita adalah matahari, maka sukacita adalah bintang-bintangnya, dan iman menjadi bulan yang bersinar ketika kita dalam kegelapan (Terri Guillemets).

Matahari merupakan sumber kehidupan yang memberikan sinar dan kehangatan bagi seluruh planet yang bergerak memutarinya. Analoginya adalah sama dengan hati yang menjadi pusat kehidupan diri kita; dengan adanya hati atau budi, kita dapat membedakan yang benar dari yang salah dan juga dapat mengasihi.

Matahari adalah salah satu bintang di alam semesta ini; demikian juga dengan adanya hati yang mau mengasihi, maka kita pun dapat memiliki sukacita dalam hidup kita. Demikian juga dengan adanya matahari, maka kita pun dapat melihat bulan bersinar dan menjadi terang. Hal serupa kita alami bila kita memiliki hati yang selalu bersyukur dan bersukacita, maka iman kita pun akan bertumbuh dan menjadi terang di tengah kegelapan atau masalah dalam kehidupan ini.

Jadi marilah kita jadikan hati kita sebagai pusat kehidupan, dengan selalu bersyukur atas segala hal yang terjadi serta senantiasa bersukacita terhadap seluruh hal yang kita alami dalam hidup ini. Niscaya hal ini membuat kita mampu menjadi terang dunia untuk menerangi sekeliling kita. Amin.

Senin, 26 Maret 2012

Perlu Kerja Sama [SKDAG834]

Masing-masing manusia adalah malaikat dengan satu sayap; kita dapat terbang jika kita mau saling berangkulan (Luciano de Cresenzo)

Setiap manusia memiliki kelebihan, tetapi tidak ada manusia yang memiliki semua kelebihan. Sebagai mahluk sosial, setiap manusia membutuhkan bantuan orang lain untuk memenuhi semua yang diinginkannya dalam hidup ini. Apa manfaat yang kita dapat dari hal ini?

Pertama, jelas kita tidak boleh sombong, karena setiap manusia itu unik; masing-masing memiliki kelebihan di satu sisi tetapi juga memiliki kekurangan di sisi yang lain. Yang dibutuhkan adalah keinginan untuk saling menolong dan saling melengkapi. Kedua, kita perlu siap untuk menolong orang lain yang membutuhkan bantuan, karena suatu saat pun kita membutuhkan bantuan orang lain. Ketiga, kita perlu untuk selalu bersyukur kepada Tuhan karena Ia telah memberikan yang terbaik kepada kit masing-masing.

Untuk maju kita tidak dapat mengandalkan kemampuan diri kita sendiri, tetapi kita perlu memanfaatkan dan meminta bantuan orang lain. Dengan saling bekerja sama maka kita dapat melangkah dengan lebih cepat untuk meraih kemajuan yang luar biasa.

Minggu, 25 Maret 2012

Selalu ada Pilihan … [SKDAG833]

Dunia memang penuh dengan kaktus, tetapi kita kan tidak perlu duduk di atasnya
(Will Foley).

Bila kita melihat ke sekeliling, maka kita dapat melihat berbagai hal ada yang baik dan positif, tetapi lebih banyak yang tidak menyenangkan dan negatif. Amir baru bekerja di suatu perusahaan yang ternyata sebagian besar (kalau tidak seluruhnya) karyawan di perusahaan itu tidak jujur, mereka memanfaat waktu dan sumber daya yang ada di perusahaan demi kepentingan pribadi masing-masing. Melihat hal ini Amir merasa kaget, karena hal ini bertentangan dengan nilai-nilai yang tertanam dalam dirinya sebagai orang yang taat beragama.

Ada dua hal yang mungkin terjadi pada Amir: pertama ia dapat terseret ke dalam budaya yang ada, artinya ia pun berubah menjadi orang yang tidak jujur, karena biasanya hal negatif lebih mudah mempengaruhi orang, terutam yang tidak memiliki iman atau tata nilai yang kuat. Kedua Amir tetap berprilaku jujur, tetapi ia menjadi tidak disenangi oleh rekan sekerjanya; mereka menganggap Amir sebagai orang yang ‘sok suci’, ‘kuno’, dan lain-lain. Bila Amir dapat bertahan dan menjadi ‘agent of change’ di perusahaan tersebut, artinya ia menjadi orang luar biasa yang dapat mengubah budaya perusahaan tersebut. Tetapi bila tidak tahan, Amir pun tetap memiliki pilihan, yaitu meninggalkan perusahaan tersebut dan mencari kerja di perusahaan lain yang memiliki budaya lebih baik.

Jadi kita tetap memiliki pilihan untuk setiap alternatif yang ada di hadapan kita, semua tergantung pada pribadi kita masing-masing.Tetapi alangkah indahnya bila kita dapat memilih yang terbaik, sesuai dengan iman yang kita miliki. Dalam setiap kegundahan yang kita alami, datanglah ke hadapan Tuhan dan berkomunikasilah melalui doa. Setelah kita berbicara dengan Tuhan, sediakanlah saat hening untuk mendengarkan suara-Nya; pada saat itulah Tuhan memberikan jalan keluar terbaik bagi kita.

Sabtu, 24 Maret 2012

Persiapan dan Harapan [SKDAG832]

Hidup kita tidak terdiri dari satu musim. Jangan menyerah saat musim dingin atau musim gugur, karena kita akan kehilangan janji di musim semi dan keindahan di musim panas.

Ada orang yang mengatakan bahwa hidup itu seperti roda, kadang di atas kadang di bawah. Maknanya dalam kehidupan ini kita tidak selalu berada dalam kondisi positif dan menyenangkan tetapi juga tidak selalu berada dalam kondisi negatif yang menyedihkan. Ada perubahan dan variasi dalam kehidupan ini, tetapi selain ditentukan oleh Tuhan, semua hal tersebut juga tergantung pada usaha manusia sendiri.

Pada saat kita sedang berjaya, maka kita perlu membuat persiapan untuk menghadapi berbagai hal negatif yang akan terjadi pada masa depan. Hal ini dapat kita lakukan dengan menabung, membeli asuransi, mendekatkan diri pada Tuhan, menolong serta melayani orang lain, dan lain-lain. Sedangkan pada saat kita sedang terpuruk, maka kita perlu terus belajar dan memiliki semangat pantang menyerah, karena kita percaya tetap ada hari esok yang lebih baik. Pada saat ini hendaknya kita mulai berusaha kembali, mungkin mulai dari skala yang kecil, membuang rasa malu, dan tetap bersyukur atas segala hal yang terjadi.

Marilah kita belajar dari semut yang pada saat musim panas mengumpulkan makanan sebagai persiapan untuk menghadapi musim dingin. Dan pada saat musim dingin, semut sudah memikirkan tentang musim panas; ia selalu mengingatkan diri “saat hari hangat pertama muncul, segera aku keluar sarang”. Prinsip selalu berpikir ke depan dan selalu positif dapat kita tiru dari semut.