Selasa, 31 Januari 2012

Fokus pada Kemampuan dan Peluang [SKDAG810]

Fokuskan pikiran Anda sebanyak 70% pd KEKUATAN, 25% pd PELUANG dan hanya 5% pada kelemahan kita, bukan sebaliknya.


Fokus merupakan salah satu kunci keberhasilan kita dalam melaksanakan suatu pekerjaan; tentu saja fokus kita harus tertuju pada tujuan yang akan kita capai sehingga kita akan menggunakan seluruh sumber daya dan kemampuan kita untuk meraihnya.

Dalam analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) ada empat faktor yang perlu diperhatikan yaitu dua faktor eksternal yaitu opportunity (peluang) dan threat (ancaman), serta dua faktor internal, yaitu strength (kekuatan) dan weakness (kelemahan). Keempat faktor tersebut perlu kita analisis, tetapi tentu saja janganlah terlalu memperhatikan hal-hal yang negatif, seperti ancaman dan kelemahan. Fokus utama kita adalah pada kekuatan yang kita miliki dan peluang yang ada di hadapan kita.

Artinya dalam hal ini, hendaknya kita berpikir untuk memanfaatkan kekuatan agar kita dapat meraih peluang yang ada; 95% fokus kita haruslah berada pada hal ini. Sedangkan sisanya barulah kita memikirkan bagaimana mengatasi kelemahan dan menghindari ancama yang ada di hadapan kita. Dengan perkenaan Tuhan dan fokus yang tepat, maka kiranya kita dapat mewujudkan seluruh keinganan dan tujuan hidup kita. Amin …

Senin, 30 Januari 2012

Menghadapi Kesulitan … [SKDAG809]

Pada saat menghadapi kesulitan beberapa orang tumbuh sayap, sedangkan yang lain mencari tongkat penyangga.

Masalah atau kesulitan merupakan bagian dari dinamika kehidupan yang kita alami. Kita dapat bersyukur bila perjalanan hidup kita berlangsung dengan lancar dan aman, tetapi hal ini seringkali membuat kita terlena dalama zona nyaman (comfort zone), sehingga kita tidak melakukan perubahan dan mencari inovasi lagi. Masalah atau kesulitan yang kita alami, sebenarnya merupakan suatu tantangan agar kita dapat melangkah ke arah yang lebih baik. Jadi bila ada masalah pun, hendaknya kita tetap bersyukur, karena Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk ‘naik kelas’ sehingga kita menjadi semakin kuat dan hebat. Artinya itulah saat bagi kita untuk menumbuhkan sayap agar kita dapat terbang lebih tinggi.

Tetapi sebagian besar manusia akan mengeluh saat menghadapi kesulitan; mereka tidak mau berusaha, terlalu cepat menyerah dan mengharapkan bantuan orang lain. Kesulitan hendaknya tidak membuat kita menjadi manusia yang lumpuh, yang mencari tongkat penjaga, tetapi jadikan kesulitan sebagai ujian dan latihan untuk meningkatkan kemampuan kita sehingga memiliki ‘sayap’ atau kemampuan yang baru.

Dalam menghadapi kesulitan janganlah cepat menyerah, tetapi kerahkan semua sumber daya yang kita miliki untuk menyelesaikannya, serta terus belajar dan belajar lagi. Tentu saja jangan lupa untuk berserah pada Tuhan dan mohon kekuatan dari-Nya agar kita dapat mengatasi kesulitan tersebut menurut kehendak-Nya.

Sabtu, 28 Januari 2012

Manfaatkan Tabunganmu … [SKDAG808]

Jika kamu tidak menggunakan senyumanmu, kamu seperti orang yang memiliki tabungan satu juta dollar, tetapi tidak mempunyai buku cek untuk mengambilnya (Les Giblin).

Apakah Anda mau berinvestasi yang memberikan hasil berlipat ganda? Tentu mau. Tetapi bagaimana bila investasi itu tidak dapat Anda ambil? Nah … tentu saja kita tidak mau, karena uang hasil investasi tersebut hanya ada di atas kertas saja tetapi tidak dapat kita manfaatkan, artinya investasi itu menjadi sia-sia saja.

Nah … ternyata kita pun memiliki banyak tabungan dalam diri kita, berupa bakat dan karunia yang diberikan Tuhan kepada kita. Ada yang memiliki suara bagus tetapi tidak mau bernyanyi untuk menghibur sesama di tempat ibadat, ada yang diberi kelimpahan harta tetapi hanya digunakan untuk kebutuhan pribadi saja dan tidak peduli terhadap sesama, lalu ada juga yang memiliki banyak waktu, tetapi ia membiarkan waktu itu pergi begitu saja karena tidak dimanfaatkan dengan baik. Banyak tabungan kita tetapi tidak pernah kita manfaatkan, kalau begitu janganlah menyesal bila tabungan yang tidak berguna itu nanti akan diambil-Nya dan dialihkan ke orang lain yang dapat memanfaatkannya secara optimal.

Salah satu tabungan kita adalah kemampuan untuk tersenyum; manfaatkanlah senyum tersebut karena dengan hanya menggerakkan otot muka dan disekitar bibir, tetapi perlu disertai ketulusan hati, maka kita akan memberikan sukacita kepada sesama di sekitar kita. Mari gunakan senyum tersebut, karena hanya membutuhkan energi sedikit dan tidak membutuhkan biaya apa pun. Pikirkanlah saat kita tidak dapat tersenyum lagi saat sedang kesakitan atau saat kita menderita stroke sehingga mulut kita menjadi miring. Marilah kita tebarkan S1, yaitu senyum; malahan sebaiknya S2: senyum selalu, tetapi jangan S3: senyum selalu sendirian.

Kamis, 26 Januari 2012

Bersyukurlah … [SKDAG807]

Tanpa kepuasan, kita akan dirongrong kecemburuan, ketamakan, kekuatiran. Bukannya mengucap syukur, kita malah mengeluh.

Manusia seringkali mengeluh dan merasa tidak puas atas semua yang telah diperolehnya, misalnya bila hari ini kita makan dengan pecel, maka ada orang yang mengeluh “Mengapa cuma pecel?, mengapa bukan ayam goreng?”. Bila kita selalu merasa tidak puas, maka kita tidak akan damai; otak dan pikiran kita dipenuhi oleh iri hati, cemburu, ketamakan, dan juga kekuatiran.

Kita perlu bersyukur atas segala hal yang kita miliki dan kita alami, misalnya “Terimakasih Tuhan, saya boleh makan dengan pecal”, dan lihatlah ke sekeliling kita, ternyata masih banyak orang lain yang kelaparan dan belum makan sampai saat ini. Janganlah menganggap diri kita yang memiliki masalah terbesar atau yang paling menderita, karena di luar sana masih sangat banyak orang yang jauh lebih menderita atau memiliki masalah yang jauh lebih besar daripada yang kita alami.

Marilah kita melihat setiap kejadian dari sudut pandang positif, bukan dari kejelekan atau kesusahannya saja. Hal inilah yang membuat kita dapat mengucap syukur dalam segala hal yang kita alami. Misalnya saat penjualan perusahaan kita menurun, kita tidak perlu marah-marah dan mencari kambing hitam, tetapi marilah kita bersyukur “Tuhan dengan penjualan yang menurun ini, Engkau mengingatkan kepada kami untuk meningkatkan kualitas dan pelayanan kepada para pelanggan kami. Terimakasih Tuhan”.

Sudahkah Anda bersyukur atas semua berkat yang kita peroleh sepanjang hari ini?

Rabu, 25 Januari 2012

Fokus pada Tujuan [SKDAG806]

Raihlah bintang di langit meskipun untuk itu Anda harus berdiri di atas kaktus (Susan Longacre).

Sebelum melangkah hendaknya kita menentukan tujuan terlebih dahulu, karena tujuan merupakan sasaran akhir yang ingin kita wujudkan. Setelah tujuan kita tentukan, barulah kita membuat perencanaan yang matang untuk mencapai tujuan tersebut. Bila semuanya telah siap, maka laksanakanlah perencanaan tersebut dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang kita miliki.

Bila ternyata kenyataan tidak sesuai dengan perencanaan yang kita buat, maka kita perlu fleksibel untuk melakukan perencanaan ulang dengan sasaran utama adalah mewujudkan tujuan yang telah ditentukan. Janganlah cepat menyerah atas setiap hambatan yang kita jumpai, tetapi tetaplah berusaha dengan sepenuh hati untuk mengatasi hambatan dan mencapai tujuan.

Untuk mencapai tujuan, kita perlu mengorbankan sumber daya yang kita miliki, bahkan sampai menderita. Susan Longacre mengatakannya: “Untuk mencapai bintang di langit, bila perlu kita lakukan dengan berdiri di atas kaktus.”. Sanggup?

Bergeraklah! [SKDAG805]

Untuk keluar dari kesulitan, seseorang harus berjalan menembusnya. Jadi Ulah CIcing WAe (UCIWA) - jangan diam saja.

Kita tidak dapat mengubah diri dengan hanya berdiam diri; kita perlu untuk bergerak dan melakukan tindakan (action), jangan diam saja! Dengan berdiam, masalah tidak terselesaikan dan tujuan pun tidak akan tercapai.

Dalam melakukan tindakan, tentu saja kita tidak asal bergerak, karena melakukan tindakan tanpa persiapan tidak memberikan hasil yang optimal. Kita perlu menentukan tujuan, lalu membuat persiapan yang matang untuk mewujudkan tujuan tersebut; dalam persiapan kita perlu meningkatkan kualitas diri dan mengurangi kelemahan, yang dapat kita lakukan dengan terus belajar. Dan akhirnya barulah kita melakukan tindakan untuk mewujudkan rencana tersebut.

Pergerakan tidak dapat dilakukan hanya dengan bicara saja, jadi jangan NATO (No Action Talk Only) atau omdo (omong doang). Ada juga istilah lain yang mendorong kita untuk bergerak, yaitu UCIWA (Ulah Cicing WAe), yang berasal dari bahasa Sunda dan berarti “jangan diam saja”. Jadi marilah sekarang kita bergerak, take action now!

Minggu, 22 Januari 2012

Berbuatbaiklah Senantiasa! [SKDAG804]

Kerjakanlah semua hal baik yang dapat Anda lakukan, kepada semua orang yang dapat Anda jangkau, dengan segala milik Anda, pada setiap waktu dan tempat.

Dimana, kapan, dan kepada siapakah kita berbuat baik? Jawabannya adalah dimana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja; seperti iklan salah satu minuman cola yang sangat terkenal di seluruh dunia. Dalam berbuat baik hendaknya kita pun melakukannya secara total, dengan segala milik kita, baik tenaga, waktu, pikiran, maupun harta kita.

Memang tidak mudah untuk berbuat baik seperti demikian, tetapi mintalah bantuan Tuhan, maka Ia yang akan memampukan kita untuk melakukannya. Misalnya bila kita mau berbuat baik pada semua orang, maka bagaimana dengan musuh kita. Dalam hal ini pun kita perlu untuk berbuat baik kepadanya; marilah kita belajar untuk mengasihi musuh kita. Mana yang lebih penting musuh atau sahabat? Jelas sahabat, bahkan ada pepatah yang menyatakan bahwa “memiliki satu musuh pun sudah terlalu banyak”, jadi marilah kita ubah musuh menjadi sahabat dengan berbuat baik kepadanya.

Salah satu teladan dalam melakukan perbuatan baik adalah ibu Teresa. Sebagai orang Albania yang beragama Katolik, beliau melayani di India yang mayoritas beragama Hindu. Dalam melaksanakan tugasnya, beliau melakukannya dengan tulus tanpa memandang suku bangsa, agama, dan juga bukan untuk mencari popularitas atau kekayaan. Dalam melaksanakan tugasnya, Ibu Teresa mengibaratkan bahwa ia hanyalah sebatang pensil yang berada di tangan Tuhan, yang menuliskan surat cinta untuk umat-Nya.

Bila kita melihat hubungan kita dengan Tuhan, maka siapakah yang terlebih dulu berbuat baik, manusia atau Tuhan? Jelas Tuhan; Dia mengasihi kita selagi kita masih berdosa. Dia memberikan hujan kepada semua orang, orang baik maupun orang jahat; Dia juga memberikan matahari, Oksigen dan lain-lain kepada semua orang. Kita sudah menerima banyak kebaikan dari Tuhan, karena itu sekaranglah saatnya untuk membalas kebaikan-Nya dengan berbuat baik kepada sesama yang ada di sekeliling kita sebagai wujud dari rasa syukur dan terimakasih kita kepada Tuhan yang Maha Kuasa.