Jumat, 02 September 2011

Sambutlah Masa Depan [SKDAG336]

Biarlah semua kesusahan dan penderitaan telah kita tinggalkan pada masa lalu. Semoga keberuntungan dan kesehatan selalu bersama kita pada masa mendatang. Persiapkan diri sekarang dan tataplah masa depan dengan penuh harapan.

Banyak orang yang masih menjadi manusia masa lalu, karena ia terus berkutat dengan masa lalunya, baik berupa kesuksesan maupun kegagalan. Ada orang masa lalu yang masih bermimpi bahwa dulu ia adalah pejabat yang dihormati banyak orang, sehingga sekarang pun tetap ingin dihormati, padahal saat ini ia sudah menjadi pensiunan yang tidak memiliki kegiatan lagi. Selain itu juga mungkin ada orang juga yang masih teringat dengan trauma yang menyakitkan pada masa lalu, sehingga ia sekarang tidak dapat atau takut melangkah ke masa depan.

Janganlah takut menghadapi masa depan, yang penting kita perlu untuk memiliki harapan atau mimpi yang indah untuk masa depan. Tentu saja tidak cukup hanya menggantungkan harapan bahwa “saya akan hidup bahagia, sehat, dan makmur pada masa depan”, tetapi kita perlu untuk mempersiapkan diri meraih harapan tersebut dengan melakukan usaha sejak sekarang. Persiapkan diri kita dengan terus belajar, bertindak, dan terus mengevaluasi hasilnya agar harapan tersebut dapat kita segera wujudkan.

Satu hal yang perlu kita yakini bahwa Tuhan selalu ada dan menyertai langkah dan usaha kita selama sesuai dengan kehendak-Nya, karena itu marilah kita berserah kepada-Nya dan mohon petunjuk agar rencana yang kita jalankan sesuai dengan rencana-Nya. Amin ...

Kamis, 01 September 2011

Kesabaran vs Kemarahan [SKDAG763]

Orang yang sabar, besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah membesarkan kebodohan (Amsal)

Salah satu kepribadian yang sangat kita butuhkan adalah pengendalian atau penguasaan diri. Dengan mampu mengendalikan diri, maka pasti kita tidak menjadi orang yang emosional, misalnya pemarah, mudah sakit hati, iri; ia menjadi orang yang sabar dan selalu dapat bersyukur atas semua hal yang terjadi pada dirinya. Orang yang sabar mampu melihat setiap persoalan dari sisi yang berbeda, artinya ia memiliki pengertian yang luas.

Sebaliknya apa yang terjadi dengan orang yang pemarah? Ia mengutamakan emosi di atas logikanya; saat marah, ia tidak berpikir lagi, pokoknya ledakkan saja emosi marah tersebut. Yang dipikirkan hanyalah ‘bagaimana nanti’, bukan ‘nanti bagaimana’. Orang pemarah tidak memperhatikan resiko yang terjadi akibat tindakannya waktu marah; hal ini menunjukkan suatu kebodohan.

Janganlah menjadi bodoh dengan menunjukkan kemarahan, tetapi perluaslah pengertian dengan selalu bersyukur dan menjadi orang yang sabar.

Rabu, 31 Agustus 2011

Allah yang Maha Besar [SKDAG335]

Bila lautan adalah tinta dan langit adalah kertas, maka lautan akan kering dan langit akan penuh tulisan bahkan tidak cukup untuk melukiskan kasih Allah yang maha besar.

Buku merupakan salah satu sarana komunikasi untuk menyebarkan informasi. Selain berbagai buku pengetahuan dan ketrampilan, kita juga mengetahui banyak buku yang berisi biografi atau autobiografi seseorang yang menceritakan mengenai kehidupan tokoh tersebut, baik dari sisi positif maupun negatif. Ada juga buku atau artikel yang mensharingkan mengenai pengalaman seseorang yang dinilai luar biasa.

Bila satu atau beberapa buku cukup untuk menuliskan mengenai prestasi seorang tokoh, sekarang bagaimanakah kita menuliskan kasih Allah yang begitu besar. Manusia sebenarnya sudah menyadari bahwa Allah kita adalah Allah yang maha besar, kekuasaannya begitu besar dan tidak terbatas, tetapi Dia juga memiliki kasih yang sungguh amat besar. Banyak hal yang telah dilakukan-Nya bagi kita, bahkan kebaikan-Nya dapat kita rasakan setiap saat .

Jadi bila kasih Allah begitu besar, maka berapa bukukah yang dapat menuliskan semua hal tersebut? Jawabannya jelas tidak terbatas, karena kasih Allah sendiri begitu besar sampai tak berhingga. Tidak ada batasan untuk kasih Allah, sekarang tugas kita lah untuk menyadarinya dan selalu bersyukur atas semua hal tersebut.

Selasa, 30 Agustus 2011

Kejujuran [SKDAG762]

Kejujuran menjadikan kebenaran, mutlak sebagai kepentingan utama, sehingga dapat membuat banyak orang hidup harmonis satu dengan yang lain (Bambang Nur).

Bila semua orang berkata jujur di dunia ini, mungkin dunia menjadi penuh dengan damai sejahtera, tidak perlu lagi pengadilan, karena semua yang bersalah akan mengaku dengan terbuka atas semua perbuatannya. Tidak perlu ada lagi fit and proper test untuk setiap calon pejabat yang akan dipilih, karena mereka sudah mengungkapkan semuanya secara terbuka, apa adanya.

Orang jujur akan mengatakan keadaan sebenarnya; bagi dia kebenaran merupakan suatu kepentingan utama. Kebenaran merupakan hal utama bagi hidup orang jujur; ia merasa bersalah bila menutup-nutupi sesuatu dengan berkata bohong dan sudah menjadi kewajiban utama bagi dia untuk mengungkapkan hal sebenarnya dengan jujur. Dengan kejujuran, maka tidak ada lagi yang ditutupi, hal ini tentu saja membuat hidup manusia menjadi harmonis satu sama lain.

Tetapi tentu saja untuk menjadi orang jujur tentu saja tidak mudah, karena banyak orang yang menjadi terancam dengan kejujuran yang diungkapkannya. Yang bersalah menjadi gelisah, lalu mulai mengancam si jujur agar ia tidak usah mengungkapkan keadaan sebenarnya. Beranikah kita menjadi orang jujur yang berani mengungkapkan fakta apa adanya? Semoga ..

Senin, 29 Agustus 2011

Carilah Orang yang Dapat Membuat Hidup Kita Semakin Baik [SKDAG334]

Jangan pernah berpikir untuk mencari orang yang sempurna untuk hidup kita, tetapi berpikirlah untuk mencari seseorang yang dapat membuat hidup kita menjadi lebih baik.

Sempurna berarti tanpa cacat, utuh, baik sekali, atau lengkap. Tentu saja kesempurnaan merupakan tujuan yang ingin kita capai baik dalam proses bisnis maupun proses kehidupan kita. Kita selalu menginginkan yang sempurna, membuat produk yang sempurna dari segi kualitas, pelayanan yang sempurna untuk pelanggan, dan juga karyawan atau orang sempurna, yang dapat melakukan semua yang kita inginkan.

Mungkin di dunia ini tidak ada manusia super yang sempurna; ahli dalam bidang-bidang tertentu dapat kita temui, tetapi orang yang ahli dalam berbagai bidang sangat sulit untuk diperoleh. Jadi tidak mungkin kita mencari orang yang sempurna dalam hidup ini.

Tetapi kita dapat memanfaatkan keahlian, ketekunan, bakat yang ada pada setiap orang untuk membuat hidup kita menjadi lebih baik, dalam arti kata dengan kemampuannya orang itu dapat memberikan manfaat bagi kita. Dengan adanya pasangan hidup, yang pasti memiliki kekurangan, kita dapat membentuk keluarga yang bahagia. Dengan adanya anak, yang mungkin tidak seperti 100% yang kita inginkan, tetapi ia menjadi sumber kebahagiaan, pengharapan, dan sukacita bagi para orang tuanya.

Kita tidak mungkin mencari pasangan hidup yang sempurna, anak yang sempurna, atau pun karyawan yang sempurna. Tetapi dengan mendapatkan seseorang yang membuat hidup kita menjadi lebih baik sudahlah cukup karena hal ini membuat kita berbahagia.

Sabtu, 27 Agustus 2011

Kemarahan dan Lidah [SKDAG761]

Kemarahan adalah suatu kondisi dimana lidah bekerja lebih cepat daripada pikiran.

Marah itu membuat otak kita tidak bekerja, yang ada hanyalah emosi saja; saat itu logika telah dikalahkan dengan emosi. Perkataan yang keluar dari mulut kita dan tindakan yang kita lakukan keluar dengan spontan, tanpa dipikirkan lagi. Yang keluar dari mulut kita bukan lagi berkat, tetapi perkataan kutuk dan umpatan-umpatan bagi orang atau peristiwa yang sedang kita marahi. Yang kita lakukan bukan lagi hal-hal yang baik, positif, dan berguna, tetapi tindakan negatif, yang bertujuan untuk menyakiti orang tersebut.

Saat kita diliputi kemarahan, prinsip yang kita lakukan adalah ‘bagaimana nanti’ bukan ‘nanti bagaimana’; yang penting lakukan dulu, akibat atau dampaknya lihat nanti saja. Akibatnya waktu kita marah, keluarlah kata-kata kasar dan menyakitkan dari mulut kita, bahkan mungkin juga disertai dengan tindakan kasar, seperti memukul, menendang, dan lain-lain.

Seharusnya sebelum bertindak dan berkata-kata, kita perlu memikirkan akibat dari tindakan atau perkataan yang kita keluarkan tersebut. Dengan menggunakan prinsip ‘nanti bagaimana’, maka niscaya hubungan antar manusia antara Anda dengan sesama dapat dijaga agar tetap baik.
Kemarahan sebenarnya tidak salah bila tujuannya adalah untuk memperbaiki kesalahan; setelah kesalahan tersebut diperbaiki hendaknya kita melupakan kemarahan tersebut, mengampuninya dan mengajak orang itu untuk berdamai.

Jumat, 26 Agustus 2011

Kebahagiaan [SKDAG760]

Berbahagia bukan karena semua hal berjalan baik, tetapi karena kita dapat melihat sisi baik dari setiap peristiwa (Chloe Nill).

Kapankah kita merasa bahagia? Banyak orang mengatakan bahwa ia bahagia bila keinginannya tercapai; semua berjalan sesuai dengan kehendak atau rencananya. Kita bahagia bila usaha kita berjalan dengan baik, anak-anak tumbuh berkembang dengan sehat dan baik, atau berbagai hal lain yang terjadi dengan baik.

Semua hal tersebut tentu baik untuk membuat kita bahagia, tetapi tidaklah cukup. Bila ada hal yang tidak berjalan baik, dalam arti kata tidak sesuai dengan kehendak kita, maka tentu saja kita kecewa. Banyak hal di luar kendali kita, karena itu mungkin kita seringkali merasa kecewa dan tidak bahagia.

Marilah kita berusaha untuk berbahagia setiap saat, tetap bersukacita. Hal ini bisa terjadi bila kita mampu mensyukuri setiap peristiwa yang terjadi; artinya kita dapat melihat hal yang baik atau positif dari setiap peristiwa yang kita alami. Seringkali pada saat kita mengalami suatu peristiwa, maka saat itu juga kita secara langsung melihat dampaknya bagi diri kita sendiri. Misalnya saat ada pesaing baru yang kuat masuk ke dalam pasar, maka hal ini merupakan suatu sinyal berbahaya bagi keberadaaan perusahaan atau produk kita, yang tentu saja membuat kita tidak berbahagia.

Sekarang marilah kita lihat apa dampak positif dari adanya pesaing baru? Selain berbagai hal negatif yang merugikan, kita ternyata dapat melihat beberapa manfaat, misalnya “pesaing baru membuat kita sadar untuk meningkatkan kualitas produk dan kualitas layanan yang kita lakukan”. Hal ini membuat kita dapat bersyukur atas adanya pesaing baru, dan dengan menemukan suatu hal positif, maka kita pun tentu saja perlu bersukacita atau berbahagia atas hal tersebut.