Sabtu, 30 April 2011

Cara Allah Mewujudkan Pencapaianmu [SKDAG719]

Allah punya cara sendiri yang tidak terbayangkan untuk ambil bagian dalam mewujudkan keinginan anda, memimpin dan mengarahkan dalam pencapaiannya (Haddon Robinson)

Setiap manusia tentu saja ingin mendapatkan keberhasilan; untuk itu ia berusaha keras untuk mencapainya, kadang-kadang bahkan dengan menghalalkan segala cara. Ia pun memohon pada Tuhan untuk mewujudkan keberhasilannya sesuai dengan kehendak dirinya sendiri. Misalnya saat bersaing untuk mencapai jabatan tertentu, ada orang yang dalam doanya mengatakan demikian: “Ya Tuhan, Engkau tahu keinginan dan kebutuhanku untuk mencapai posisi tersebut, karena itu ya Tuhan halangilah pesaing-pesaingku untuk mencapainya, sehingga saya yang dapat menjadi pemenangnya.”. Tentu saja doa seperti ini tidak berkenaan di hadapan Tuhan, karena Dia mengasihi semua umat-Nya tanpa pandang bulu; Dia tidak mungkin mengorbankan seseorang untuk memenangkan orang lain.

Allah memiliki cara sendiri yang unik untuk membantu kita dalam mewujudkan keinginan kita. Dia akan memimpin dan mengarahkan kita untuk mencapai keinginan dengan cara-Nya yang di luar kemampuan dan nalar manusia. Pikiran Allah itu jauh lebih tinggi dan lebih luas dari kemampuan pikiran kita, karena itu seringkali kita tidak dapat memahami pikiran dan keinginan Allah.

Dalam hal ini yang kita perlukan adalah berserah kepada Allah, dan mengikuti seluruh kehendak-Nya. Berserah bukan berarti menyerah; kita tetap terus berusaha, tetapi bukan dengan memaksakan kehendak dan keinginan kita pribadi, tetapi mengikuti semua rencana Tuhan yang luar biasa, indah, dan tepat pada waktunya.

Jumat, 29 April 2011

Faktur Pengubah Hidup [SKDAG284]

Jika kamu ingin perubahan kecil dalam hidupmu, ubahlah perilakumu.
Tetapi jika kamu ingin perubahan dahsyat dalam hidupmu, ubahlah paradigma/mindset-mu (Stephen Covey).


Bila hidup kita ingin lebih majau, jelas harus ada yang berubaah dalam diri kita. Mengubah perilaku memang dapat mengubah hidup, tetapi dampaknya tidak terlalu besar. Misalnya bila dulu Anda termasuk jenis orang yang suka menunda-nunda pekerjaan dan sekarang sudah meninggalkan kebiasaan tersebut, maka hidup Anda pun mengalami perubahan. Sekarang Anda tidak dikejar-kejar waktu lagi, karena tugas-tugas penting telah diselesaikan jauh sebelum batas waktunya; hasilnya pun jelas menjadi lebih baik.

Tetapi bila Anda ingin mengalami perubahan yang lebih dahsyat, maka yang perlu kita ubah adalah pola pikir / paradigma / mindset yang ada dalam diri kita. Misalnya ada orang yang memiliki pola pikir bahwa ”uang adalah sumber dari segala kejahatan”, maka hal ini membuat pikiran bawah sadarnya untuk menolak menjadi kaya dan memiliki banyak uang. Hal ini membuat dia menjadi tetap tidak kaya walaupun telah bekerja keras dan bekerja cerdas. Pola pikirnya-lah yang harus diubah, ”uang bukan sumber kejahatan, yang menjadi sumber kejahatan adalah nafsu akan uang!”. Dengan demikian ia tidak alergi lagi terhadap uang, dan pikiran bawah sadarnya tidak lagi menolak uang.

Jadi marilah kita ubah pola pikir kita yang salah atau negatif, agar kita segera dapat memperbaiki diri dan menikmati hasil yang luar biasa. Mari ... jangan ditunda lagi!

Kamis, 28 April 2011

Hidup Baru [SKDAG718]

Hidup yang telah diperbaharui ditandai dengan tidak mengandalkan kekuatan sendiri lagi, tetapi lebih bersandar pada kuasa Allah (Robert Schuller).

Banyak manusia yang hanya hidup dalam daging, artinya ia mengutamakan keinginan dagingnya, misalnya memuaskan berbagai nafsu negatif, seperti nafsu makan, nafsu seks, mengumbar kemarahan, dan lain-lain. Orang seperti ini pun lebih mengandalkan pada kemampuan dan kekuatan diri sendiri; prinsipnya semua tantangan dan masalah dapat diatasi tanpa membutuhkan bantuan orang lain atau kekuatan lain, termasuk kuasa Tuhan.

Tetapi kehidupan lama dalam daging tersebut, dapat diubah bila ia mengalami kehadiran Tuhan secara pribadi. Ia mau melepaskan semua ‘kenikmatan’ duniawi karena percaya sepenuhnya pada kuasa Tuhan, dan mulai memasuki hidup baru. Hidup baru berarti ia sekarang hidup dengan bersandar hanya pada Tuhan, bukan pada kemampuan diri atau pun mengandalkan orang lain.

Serahkanlah diri kita kepada Tuhan, maka Dia akan mengubah kita menjadi manusia baru yang bertolak belakang 180 derajat dengan kebiasaan lama. Tuhan tentu saja tidak akan memaksakan kehendaknya untuk kita berubah, tetapi Ia menunggu sampai kita mau membuka pintu hati dan datang ke hadirat-Nya dengan penuh ketulusan. Marilah kita menikmati hidup baru bersama Tuhan …

Rabu, 27 April 2011

Perbedaan yang Berarti [SKDAG283]

Punya PERBEDAAN dengan orang lain amat berarti karena menunjukkan dirimu yang sebenarnya. Tunjukkan PERBEDAAN bermutu, bukan PERBEDAAN negatif atau asal saja (DAG)

Tidak ada dua manusia pun yang sama di dunia ini; walaupun saya baru dapat informasi tadi pagi dari seorang kawan di Bandung, bahwa kemarin dia satu lift dengan orang yang persis sama dengan saya, pakai kacamata, cara berpakaian, dan perawakan sama persis katanya. Waktu saya tanya: ”Apakah namanya juga Agus?”, ”Wah ... ga sempat nanya”, katanya. Mungkin saja ada orang yang secara fisik (hampir) sama dengan kita, tetapi jelas sifat, kepribadian, dan karakteristiknya berbeda.

Apa yang terjadi bila Anda ingin menjadi (seperti) mantan Presiden Soekarno, karena Anda mengidolainya? Akibatnya Anda meniru cara berpakaian, cara dia berbicara, dan semua hal lainnya. Pasti keluarga atau teman-teman Anda, sekarang bingung terhadap diri Anda, dan mereka tidak mengenali Anda lagi. Anda sudah kehilangan identitas diri, karena yang Anda tampilkan adalah sosok Soekarno, bukan diri Anda lagi. Karena setiap manusia unik, maka jelas kita memiliki perbedaan dengan orang lain; untuk itu carilah perbedaan positif, yaitu kekuatan yang ada pada diri kita, dan tidak ada di orang lain. Kembangkan hal itu, maka diri kita menunjukkan identitas diri yang sebenarnya dan membuat hidup ini menjadi bermakna, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

Perbedaan yang kita tunjukkan adalah perbedaan yang signifikan, artinya dapat memberi makna tersendiri, sehingga orang lain akan menilai diri kita berdasarkan hal tersebut. Kita dapat menggali perbedaan dengan menunjukkan kepandaian atau keahlian dalam bidang tertentu, sikap atau perilaku yang baik, ketaatan, disiplin, dan lain-lain. Mari kita buat perbedaan yang berarti ...

Selasa, 26 April 2011

Kejujuran dan Kebijaksanaan [SKDAG717]

KEJUJURAN adalah bab pertama dari sebuah buku KEBIJAKSANAAN (Thomas Jefferson).

Jujur itu berarti tidak berbohong, tidak curang, atau tulus. Saat kita merekrut karyawan atau mendidik anak, kejujuran jelas menjadi salah satu faktor yang kita tekankan. Dan jangan lupa hal ini pun harus terus menerus kita tekankan pada diri kita sendiri, tanyalah pada diri sendiri: “Sudah jujurkah saya?”. Kejujuran berasal dari dalam diri kita sendiri, walaupun mungkin seringkali tergoyahkan oleh faktor-faktor lingkungan yang berada di luar diri kita. Tetapi kejujuran itu ternyata barulah merupakan awal untuk menuju tingkat yang lebih tinggi, yaitu kebijaksanaan.

Bijaksana tidak bisa dilihat dari umur; ada anak muda yang sudah bijaksana tetapi banyak juga orang yang sudah tua tetapi tetap tidak bijaksana. Bijaksana merupakan suatu pola pikir yang santun dan bertanggung jawab dalam melihat suatu masalah yang ada. Bijaksana berarti selalu menggunakan akal budinya (pengalaman dan pengetahuannya), arif, tajam pikiran. Orang yang bijaksana juga pandai dan hati-hati (cermat, teliti, dsb) saat sedang menghadapi kesulitan.

Dengan memulai dari kejujuran, maka kita mendapatkan pengalaman dan pengetahuan akan makna dari kejujuran tersebut; hal inilah merupakan salah satu faktor yang menuntun kita menuju kebijaksanaa. Marilah kita mulai dengan berpikir, berkata, dan bertindak jujur …

Senin, 25 April 2011

Dream and Action[SKDAG282]

Sukses membutuhkan DNA - Dream n Action.
Mimpilah dan visualisasikan secara jelas. Wujudkan mimpi tersebut dengan tindakan tepat. Mimpi tanpa action akan sia-sia, action tanpa mimpi akan membuat kita salah jalan.


Untuk meraih keberhasilan kita membutuhkan DNA, yaitu Dream (impian) N (dan) serta Action (tindakan). Kita membutuhkan keduanya, perlu ada impian yang lalu kita wujudkan dalam tindakan. Mimpi merupakan visi atau tujuan yang ingin kita capai pada masa depan; mimpi ini perlu kita visualisasikan dengan jelas, karena otak kita bekerja dengan membuat image dan otak pun tidak dapat membedakan mana yang real atau imaginer; keduanya memberikan dampak yang sama terhadap tubuh kita. Jadi bila Anda ingin menjadi seorang pemain sepak bola terkenal, bayangkanlah Anda menjadi pemain terkenal dari klub Barcelona atau Real Madrid, Anda sering mencetak gol bila ingin menjadi penyerang. Putar terus ’film’ tentang mimpi Anda tersebut sesering mungkin.

Tetapi mimpi itu percuma saja, bila kita tidak melakukan tindakan apa pun. Semuanya terhenti hanya sebagai mimpi dan tidak akan terwujud; semuanya menjadi sia-sia. Untuk mewujudkannya kita perlu melakukan tindakan, yaitu dengan mulai berlatih sepak bola terus menerus, masuk klub sehingga kita dapat turun bertanding, dan jangan lupa untuk terus belajar dan belajar. Suatu initial yang menarik dari DREAM, yaitu dedication (dedikasi), responsibility (tanggung jawab), education (pendidikan), attitude (kepribadian), dan motivation (motivasi); semua ini perlu kita lakukan setelah mencanangkan mimpi.

Di sisi lain, bila kita melakukan suatu tindakan tapi tidak memiliki tujuan, maka ini artinya kita hanya mengikuti air yang mengalir; tentu saja memungkinkan kita untuk salah jalan. Kita memang sampai di titik akhir, tetapi mungkin titik yang bukan kita harapkan.

Jadi marilah kita bermimpi sesuai dengan passion masing-masing, lalu segera bertindak untuk mewujudkannya. Salah satu tindakan yang tidak boleh dilupakan adalah berdoa pada Tuhan untuk memohon petunjuk dan kekuatan daripada-Nya.

Minggu, 24 April 2011

Tuhan Selalu Setia Mendampingi Kita [SKDAG716]

Saat Tuhan memecahkan masalahmu, kamu percaya pada kuasa-Nya; saat Tuhan tidak memecahkan masalahmu, Dia percaya pada kemampuanmu.

Dalam hidup ini, masalah merupakan bagian yang terintegrasi di dalamnya. Ada masalah yang dapat kita selesaikan sendiri, tetapi banyak juga masalah yang tidak dapat kita selesaikan dan membutuhkan bantuan Tuhan untuk menyelesaikannya. Apa pun yang terjadi ternyata Tuhan selalu turut bekerja di dalamnya, karena Dia adalah Allah yang setia mendampingi kita terus menerus.

Pada saat kita mampu menyelesaikan masalah, hal itu karena Tuhan percaya kepada kemampuan kita. Dia mengijinkan agar kita dapat menggunakan semua kemampuan yang kita miliki untuk mengatasi masalah tersebut.

Demikian juga saat kita tidak mampu memecahkan masalah tersebut, tetapi Tuhan yang menyelesaikan masalah kita, semua hal tersebut terjadi karena kita percaya dan mau berserah pada kuasa Tuhan.