Rabu, 30 Maret 2011

Patience and Persistence [SKDAG272]

Salah satu kunci sukses adalah PATIENCE (sabar) - mampu mengendalikan emosi dan PERSISTENCE (gigih) - mau mencoba terus, tidak mudah putus asa.

Ada dua karakteristik yang perlu kita miliki untuk meraih keberhasilan, yaitu kesabaran (patience) dan kegigihan (persistence). Kedua hal ini membuat kita berani melakukan suatu hal tanpa emosional serta berani mencoba tanpa takut gagal atau putus asa.

Kesabaran membuat kita tidak berpikir instant, tetapi lebih menghargai proses. Untuk mencapai suatu hal tentu saja banyak hal yang perlu kita persiapkan dan lakukan, sehingga untuk mendapatkannya dibutuhkan waktu atau mungkin juga proses tambahan, karena itu kita perlu bersabar. Kita juga perlu yakin bahwa Tuhan akan menyediakan yang kita butuhkan dengan indah dan tepat pada waktunya.

Banyak orang yang menyerah saat mengalami kegagalan; kegagalan sebenarnya adalah proses untuk menuju keberhasilan. Kegagalan membuat kita berani mencari cara lain untuk mencapai keberhasilan. Dalam hal ini kita perlu memiliki kegigihan, yaitu suatu semangat pantang menyerah, mau mencoba lagi saat mengalami kegagalan.

Selasa, 29 Maret 2011

Menjadi Mitra Terpercaya [SKDAG706]

Mitra kerja terpercaya punya kesamaan pikiran dan hati, dapat diandalkan, saling mengisi dan melengkapi serta tidak mementingkan diri sendiri (RK Trimurti)

Dalam melakukan aktivitas sehari-hari, kita membutuhkan mitra sebagai rekan sekerja yang dapat dipercaya. Mitra tersebut membuat kita dapat mensharingkan keputusan atau perencanaan yang akan dilakukan, dengan harapan hasilnya menjadi semakin baik.

Tetapi bagaimankah menjadi mitra yang dapat dipercaya? Untuk itu jelas mitra harus memiliki kesamaan hati dan pikiran dengan sosok utamanya. Tanpa ini maka organisasi itu ibarat kapal dengan dua nakhoda yang saling bertentangan, sehingga bukan kemajuan yang diperoleh tetapi suatu kehancuran. Selain itu mitra juga harus memiliki kompetensi yang dibutuhkan, sehingga dapat diandalkan oleh ‘tuan’nya. Sebagai seorang mitra, kita pun harus mampu bekerja sama dengan ‘tuan’nya, saling mengisi dan saling melengkapi; mitra yang baik tidak hanya mementingkan diri sendiri.

Sekarang marilah kita lihat hubungan kita dengan Allah. Kita merupaikan mitra kerja Allah di dunia yang bertugas untuk mewujudkan semua rencana-Nya yang indah. Sudahkah kita memiliki karakteristik untuk menjadi mitra yang terpercaya? Dalam hal ini artinya kita tidak boleh mementingkan diri sendiri, tetapi mengutamakan kepentingan Allah, memiliki kompetensi untuk mewujudkan rencana-Nya, dapat dipercaya – jujur terhadap-Nya, serta yang terpenting pikiran dan hati kita perlu sama dengan pikiran dan hati Allah sendiri. Marilah kita wujudkan hal ini dan tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah diberikan-Nya kepada kita.

Senin, 28 Maret 2011

Procastination [SKDAG271]

Menunda-nunda pekerjaan berarti tidak mampu meraih impian. Lakukanlah pekerjaan penting sesegera mungkin sebelum ia menjadi urgent. Bila sudah urgent maka hasilnya tidak akan maksimal.

Procastination merupakan suatu kebiasaan untuk menunda-nunda pekerjaan. Saat suatu tugas penting masih satu bulan lagi, Anda menundanya karena masih lama; saat tinggal seminggu lagi, Anda berpikir masih tujuh hari lagi, saat besok tugas harus diselesaikan, Anda berpikir masih 24 jam lagi, dan mungkin saat tinggal beberapa jam barulah Anda mengerjakannya. Saat itu pekerjaan tersebut telah menjadi mendesak / urgent. Bagimana hasilnya? Pasti tidak optimal, karena tugas tersebut dilakukan dengan waktu yang relatif singkat, sehingga jelas kualitasnya dikorbankan.

Untuk mencapai hasil terbaik kita perlu mengatasi dan membuang sifat suka menunda-nuda pekerjaan, karena bila kita ingin melakukan manajemen waktu dengan baik, maka kita perlu melakukan tugas penting sebelum menjadi mendesak. Hal ini membuat kualitas pekerjaan menjadi jauh lebih baik karena bila kita merasa belum puas, maka kita dapat memperbaikinya lagi, Selain itu setelah tugas pertama selesai, maka kita pun masih memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan tugas-tugas selanjutnya.

Jadi untuk menyelesaikan tugas, lakukanlah prioritas. Utamakan tugas-tugas yang penting dan segera selesaikannya secara optimal tanpa menunda-nunda lagi; jangan biarkan tugas penting menjadi mendesak. Sedangkan untuk tugas-tugas yang tidak penting, biarkan mereka menunggu, kita dapat menunda mengerjakannya setelah tugas yang penting selesai.

Pengaruh Kata-kata [SKDAG705]

Kata yang keras dan kasar melahirkan kebencian, kata yang tidak sopan membuat cinta menjadi hambar, tetapi satu kata maaf melahirkan cinta mendalam bagi pendengarnya.


Kata-kata yang keluar dari mulut kita dapat menjadi berkat, tetapi juga dapat menjadi kutuk bagi orang lain. Mulut kita dapat mengeluarkan kata-kata yang dapat menyadarkan, menyemangati, atau mengasihi orang lain, tetapi di sisi lain kata-kata tersebut juga mungkin dapat membunuh, menyiksa, atau membuat orang menjadi sakit hati.

Daripada kita mengeluarkan kata-kata yang keras, kasar, dan menyakiti hati orang, maka lebih baik kita diam, dan tidak mengeluarkan perkataan apa pun. Tetapi perkataan yang indah, walaupun sederhana, akan memberikan kesan lama bagi penerimanya.

Menurut penelitian Dr. Mazaru Emoto dalam bukunya “The True Power of Water”, air itu memahami kata-kata; air yang baik itu memiliki struktur segi enam (heksagonal), tetapi pengaruh kata-kata negatif seperti “bodoh”, “jelek” dan pengaruh elektromagnet membuat struktur heksagonal itu menjadi hancur. Menurut Emoto, ada dua perkataan yang sangat kuat untuk menetralisis pengaruh negatif tersebut, yaitu kata “terimakasih” dan “cinta”, kedua kata ini dapat mengembalikan struktur heksagonal air. Air yang dimasukkan ke dalam microwave tidak memiliki lagi struktur heksagonal, tetapi air yang di botolnya diberi tulisan “terimakasih’ atau “cinta” ternyata tetap memiliki struktur heksagonal.

Nah bila air mengerti perkataan yang kita ucapkan, dan tubuh kita sekitar 70% terdiri dari air, maka sudah selayaknya kita selalu berkata-kata positif kepada lawan bicara kita. Setuju?

Minggu, 27 Maret 2011

Tentang Kemampuan Mengubah .... [SKDAG270]

Jika anda tidak menyukai sesuatu maka ubahlah !
Jika anda tidak dapat mengubahnya, maka ubahlah cara anda berpikir tentang hal tersebut (Mary Engebreit).

Perubahan itu selalu terjadi setiap saat, baik yang berada di dalam diri kita maupun di luar diri kita; untuk yang ada dalam diri, kita biasanya yang melakukan perubahan tersebut, karena kita memiliki kekuasaan untuk mengubahnya, sedangkan bagi yang ada di luar diri, seringkali kita tidak mampu untuk mengubahnya.

Untuk segala kebiasaan buruk yang ada pada diri kita, setiap manusia memiliki kekuasaan untuk mengubahnya. Kita memiliki kemampuan untuk menghentikan kebiasaan yang merugikan seperti minum minuman keras, merokok, membentuk kebiasaan baru seperti berolah raga secara rutin, melakukan puasa pada saat-saat tertentu, dan lain-lain. Manusia berkuasa atas dirinya sendiri, karena itu janganlah biarkan perasaan menguasai kita. Misalnya saat perasaan sedang tidak bahagia karena kita baru dimarahi pasangan atau orang tua di rumah, maka kita harus dapat mengatasi ketidak-bahagiaan tersebut, agar kita dapat bekerja dengan optimal di kantor. Jangan biarkan selama bekerja kita dikendalikan oleh perasaaan yang merugikan tersebut, tetapi fokuslah pada hal lain yang membahagiakan dan membanggakan, sehingga kita menjadi bersemangat dan berbahagia.

Tetapi untuk hal yang berada di luar diri, seringkali kita tidak mengubahnya karena memang hal tersebut tidak berada di bawah kendali kita. Misalnya sebagai pengusaha, kita tidak memiliki kekuasaan untuk mengubah ketentuan pajak yang telah ditentukan oleh pemerintah. Lantas apa yang kita lakukan? Ya sederhana saja, kita perlu mengubah pola pikir kita; bila semula kita tidak menyukai aturan pajak tersebut, maka sekarang sebagai seorang warganegara yang baik, kita hanya dapat menerimanya, lalu melaksanakan kewajiban tersebut. Contoh lain, bila seorang pengusah mendapatkan pesaing baru yang memiliki produk luar biasa, sehingga pangsa pasar kita mulai tergerogoti. Mungkin saja terpikir bahwa kita harus mengubah produk pesaing tersebut menjadi lebih buruk; jelas hal ini tidak mungkin kita lakukan. Untuk itu kita perlu berpikir ulang dan menentukan langkah lain, misalnya dengan memperbaiki kualitas produk kita sendiri atau mengajaknya untuk bekerja sama, dan lain-lain.

Sabtu, 26 Maret 2011

Bersyukur dengan Berbagi [SKDAG704]

Cara kita mensyukuri berkat Tuhan adalah dengan berbagi sekecil apapun dari hasil kerja kita bagi orang lain yang membutuhkannya (Erich Watson).

Segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini, misalnya kekayaan, kedudukan, bakat, dan lain-lain, sebenarnya adalah milik Tuhan yang dititipkan kepada kita untuk dikelola sebaik mungkin sehingga mengalami pelipatgandaan. Bila kita lihat kondisi kita saat ini, maka mungkin kita baru menyadari bahwa begitu banyak kasih dan berkat yang telah Tuhan berikan kepada kita. Walaupun kita seringkali melakukan berbagai hal yang berkenaan kepada-Nya, tetapi Ia tetap dan selalu mengasihi kita; berkat-Nya pun berlimpah dalam kehidupan kita.

Atas semua yang telah kita terima dan alami dari Tuhan, maka tentu saja kita perlu bersyukur kepada-Nya. Dan hal ini perlu kita terjemahkan menjadi tindakan nyata untuk melayani sesama yang sangat membutuhkan bantuannya. Bila kita memiliki harta yang lebih dari cukup, maka marilah kita berbagi dengan korban bencana alam, orang yang sedang terpuruk perekonomiannya. Bila kita memiliki ketrampilan dan keahlian dalam bidang tertentu, maka gunakanlah semuanya untuk membuat karya atau produk terbaik yang berguna bagi sesama kita.

Jadi marilah kita bersyukur kepada Tuhan dengan melakukan berbagai tindakan yang bermanfaat bagi orang-orang lain. Marilah kita lakukan sekarang juga, mulai dari yang terkecil, dan mulai dari diri sendiri. Amin …

Bersyukur dengan Berbagi [SKDAG704]

Cara kita mensyukuri berkat Tuhan adalah dengan berbagi sekecil apapun dari hasil kerja kita bagi orang lain yang membutuhkannya (Erich Watson).

Segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini, misalnya kekayaan, kedudukan, bakat, dan lain-lain, sebenarnya adalah milik Tuhan yang dititipkan kepada kita untuk dikelola sebaik mungkin sehingga mengalami pelipatgandaan. Bila kita lihat kondisi kita saat ini, maka mungkin kita baru menyadari bahwa begitu banyak kasih dan berkat yang telah Tuhan berikan kepada kita. Walaupun kita seringkali melakukan berbagai hal yang berkenaan kepada-Nya, tetapi Ia tetap dan selalu mengasihi kita; berkat-Nya pun berlimpah dalam kehidupan kita.

Atas semua yang telah kita terima dan alami dari Tuhan, maka tentu saja kita perlu bersyukur kepada-Nya. Dan hal ini perlu kita terjemahkan menjadi tindakan nyata untuk melayani sesama yang sangat membutuhkan bantuannya. Bila kita memiliki harta yang lebih dari cukup, maka marilah kita berbagi dengan korban bencana alam, orang yang sedang terpuruk perekonomiannya. Bila kita memiliki ketrampilan dan keahlian dalam bidang tertentu, maka gunakanlah semuanya untuk membuat karya atau produk terbaik yang berguna bagi sesama kita.

Jadi marilah kita bersyukur kepada Tuhan dengan melakukan berbagai tindakan yang bermanfaat bagi orang-orang lain. Marilah kita lakukan sekarang juga, mulai dari yang terkecil, dan mulai dari diri sendiri. Amin …