Selasa, 31 Agustus 2010

Sukses itu Berani [SKDAG179]

Sukses seringkali datang pada mereka yang berani bertindak dan jarang menghampiri penakut yang tidak berani mengambil konsekuensi (Jawarhalal Nehru).

Untuk meraih kesuksesan, kita tidak cukup hanya merenung dan berpikir, tetapi kita perlu bertindak, bertindak, dan bertindak. Semua konsep dan planning yang telah kita susun perlu dilaksanakan dengan kesungguhan dalam berbagai tindakan. Tanpa tindakan, semua yang kita inginkan hanya mimpi, dan tidak akan terwujud.

Memang untuk bertindak dibutuhkan keberanian untuk mengambil resiko, karena tindakan yang kita lakukan mungkin tidak berhasil. Ingat ... bila kita tidak bertindak, maka sudah pasti kita gagal, sedangkan bila kita berani bertindak, maka masih ada peluang untuk berhasil. Nah ... pilih yang mana?

Jadi untuk berhasil, pertama kita harus membuat persiapan yang matang dan penuh perencanaaan, lalu kedua melaksanakannya dengan penuh perhitungan, dan ketiga, bila belum berhasil berarti kita harus belajar dan lakukan kembali dengan berbagai alternatif lain. Langkah terakhir, tetapi perlu dilakukan dari awal adalah tetap berserah kepada Tuhan dan selalu mohon bimbingan-Nya.

Senin, 30 Agustus 2010

Utamakan Orang Lain [SKDAG618]

Pikiran yang selalu mengutamakan orang lain akan mengusir iri hati dan menyingkirkan silang sengketa (Leo Tolstoy).

Pikiran merupakan organ yang mengendalikan seluruh tindakan kita. Bila pikiran kita negatif, maka perkataan yang keluar dari mulut kita dan tindakan kita pun negatif. Karena itu marilah kita mulai dengan selalu berpikir positif.

Salah satu pikiran positif yang perlu ada dalam benak kita adalah “mengutamakan orang lain’; hal ini membuat kita berusaha untuk menyenangkan orang-orang yang ada di sekitar kita, sehingga kita pun siap turun tangan untuk membantu mereka. Buanglah pikiran yang mengutamakan diri sendiri, memelihara egoisme, karena hal ini merupakan salah satu sumber pertikaian kita dengan orang lain, dan juga membuat kita menderita iri hati, karena selalu berpikir “kok diri saya tidak seperti dia, ya …”.

Bersyukurlah atas segala hal yang telah kita terima dan kita miliki, karena masih banyak orang lain yang belum tentu memilikinya. Nikmatilah semua hal tersebut, sehingga pikiran dan perasaan kita tidak terbebani oleh berbagai hal negatif yang memang tidak kita perlukan. Kemudian gunakan semua hal itu secara optimal untuk pengembangan diri kita sendiri dan juga tentu saja untuk membantu orang lain. Rasakan kepuasan tersendiri yang ada dalam diri kita, bila kita berhasil membantu orang lain; semua hal ini lah yang menyebabkan kita dapat menikmati hidup …

Minggu, 29 Agustus 2010

Kemandirian dan Mahluk Sosial [SKDAG178]

Hidup TERHORMAT adalah MANDIRI, tidak membebani orang lain, tidak minta dilayani. Bila terpaksa butuh bantuan, lakukan sesuatu untuk mengimbanginya dalam bentuk lain.

Sebagai mahluk sosial, memang manusia tidak dapat berdiri sendiri, tetapi saling tergantung satu sama lain; kita membutuhkan orang lain untuk berinteraksi, saling menolong, dan lain-lain. Tetapi hendaknya hal ini tidak menjadi alasan bagi kita untuk terus menggantungkan diri pada orang lain, apalagi bila kita hanya menjadi parasit.

Di sisi lain, setiap manusia juga perlu memiliki sifat mandiri, yang memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai hal (tentu saja tidak semu ...) tanpa membutuhkan bantuan orang lain. Hal ini membuat hidup kita menjadi terhormat, karena kita memiliki kemampuan dalam hal tertentu, sehingga tidak membebani orang lain dan tidak perlu selalu dilayani.

Saat kita membutuhkan dan menerima bantuan dari orang lain, janganlah merasa segan atau merasa gengsi. Terimalah bantuan tersebut, kemudian kita pun siap untuk membantu orang tersebut pada saat dia membutuhkannya. Tetapi lebih baik lagi bila kita telah menerima kebaikan dari orang lain, maka kita pun melakukan hal yang sama kepada orang yang lain lagi, bukan hanya kepada orang yang telah berbuat baik pada kita.

Jadi dalam hal ini perlu ada keseimbangan antara kemandirian dan sifat sosial kita sebagai manusia. Dan tentu saja jangan lupa untuk juga selalu memohon bantuan dari Tuhan yang Maha Kuasa ...

Sabtu, 28 Agustus 2010

Percaya dan Bersyukur Selalu [SKDAG617]

Saat aku tidak paham maksud Tuhan, aku tetap percaya.
Saat aku tertekan kekecewaan, aku tetap bersukur.
Saat hidupku berantakan, aku tetap berserah.
Saat aku putus asa, aku tetap maju.

Jatuh bangun dalam kehidupan memang merupakan hal yang biasa, bukan hanya saya yang mengalami, tetapi semua orang pun mengalami hal yang sama. Kuncinya terletak pada diri kita, bagaimana mengatasi masalah yang terjadi pada saat kita jatuh.

Ada orang yang hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri, karena ia merasa kuat, pandai, atau pandai. Tetapi sebenarnya perlu kita sadari bahwa kemampuan manusia itu sangat terbatas; banyak hal yang tidak dapat kita lakukan atau berada di luar kemampuan kita. Hal inilah yang menyebabkan kita kecewa, putus asa, tidak ada motivasi hidup, dan lain-lain.

Sebenarnya perlu kita sadari bahwa di atas kemampuan manusia, masih ada kuasa Allah yang sungguh luar biasa; bagi Dia tidak ada yang mustahil. Karena itu saat kita sedang terpuruk dan tidak memiliki kemampuan lagi, janganlah hanya mengandalkan kemampuan manusia, tetapi berserahlah kepada kehendakNya, dan biarkan Dia yang menyelesaikan semuanya untuk kita. Dalam hal ini tentu saja bukan berarti kita menyerah dan tidak berusaha lagi, tetapi tetap berusaha sambil berserah. Artinya kita perlu berserah tetapi tidak menyerah.

Hanya dengan percaya dan mengandalkan Allah, maka kita dapat berserah. Semua rencana-Nya adalah rencana yang indah dan terjadi tepat pada waktunya. Tugas kita hanyalah terus percaya dan bersyukur atas segala hal yang telah kita alami. Amin …

Jumat, 27 Agustus 2010

Penyakit Kronis [SKDAG176 dan SKDAG177]

Saat ini ada beberapa penyakit kronis yang harus kita berantas:
- kuman (kurang beriman).
- kudis (kurang disiplin)
- kurap (kurang rapi)
- kutil (kurang teliti)

Kekacauan yang kita hadapi saat ini, pasti disebabkan karena ada sesuatu yang tidak ’beres’ yang telah kita lakukan pada masa lalu. Hal yang sama terjadi dengan perusahaan atau organisasi, bahkan juga dalam pengelolaan suatu negara.

Semua penyakit kronis yang membuat kita menderita tersebut, tentu perlu kita berantas dengan segera sebelum dampak atau efeknya meluas dan semakin merugikan kita. Penyakit tersebut adalah kuman (kurang beriman), tanpa iman atau iman yang buta, membuat kekacauan dimana-mana; banyak terjadi pembunuhan atau pemboman yang dilakukan hanya untuk memuaskan suatu kelompok ’ekstrem’ tertentu. Lalu kudis (kurang disiplin); tanpa disiplin semua menjadi kacau, misalnya kemacetan terjadi karena banyak pengemudi yang tidak disiplin untuk mematuhi peraturan lalu lintas. Semua ini pun terjadi karena para petugas sendiri juga tidak disiplin dan bertindak tegas untuk menghukum segala pelanggaran yang terjadi.

Penyakit berikutnya adalah kurap (kurang rapi) dan kutil (kurang teliti), yang membuat hasil dari proses yang kita lakukan menjadi tidak maksimal, sehingga perlu dilakukan pengerjaan ulang atau malah menjadi produk gagal.

Manakah penyakit yang telah menyerang kita secara pribadi? Kita perlu mengevaluasi diri dan memberantas semua hal negatif tersebut. Karena selain penyakit tersebut masih ada beberapa penyakit lain, yaitu kupret (kurang prestasi), kuras (kurang sabar), kurma (kurang kerja sama), dan kursi (kurang sakti, artinya kurang belajar). Basmilah semua dengan selalu berpikir, berkata, dan bertindak positif, serta tentu saja dengan berserah pada Tuhan! Amin ...

Kamis, 26 Agustus 2010

Pengaruh Hati … [SKDAG616]

Hati yang gembira adalah obat yang manjur,
Hati yang lembut mendatangkan sahabat,
Hati yang bersih menjauhkan masalah
Tetapi hati yang keras menemui jalan buntu.

Pikiran (otak) dan perasaan (hati) merupakan dua hal yang menjadi hakekat manusia; keduanya menjadi pusat pengendali tindakan yang akan kita lakukan. Saat pikiran kita sedang kalut dan perasaan yang tidak karuan, maka pastilah saat itu kita tidak dapat melakukan tugas dengan baik, yang ada hanya keinginan untuk melepaskan emosi (kekesalan, kemarahan, kekecewaan dll.) kepada setiap orang yang kita temui.

Seringkali saat kita sedang emosi, maka akal sehat tidak berfungsi lagi; saat inilah kita menjadi bodoh, karena kita hanya bertindak secara spontan, tanpa memikirkan akibat yang akan terjadi. Setelah kita lakukan barulah kita menyesal, mengapa saat itu kita melakukan tindakan bodoh seperti itu. Tetapi semua itu sudah terlambat dan tidak dapat diulang lagi, yang tersisa hanyalah penyesalan …

Marilah kita kendalikan hati dan pikiran kita, sehingga sebelum bertindak kita dapat berpikir “bagaimana nanti”, bukan “nanti bagaimana”. Untuk itu kita perlu memiliki hati yang bergembira dan penuh suka cita, karena bila kita tidak memiliki beban yang perlu dipikirkan maka kita pun memperoleh kesembuhan. Miliki juga hati yang lemah lembut, karena menghasilkan kesabaran, dan hal ini tentu saja disukai oleh orang lain, sehingga mereka pun mau menjadi sahabat kita.

Janganlah mengeraskan hati, karena hal ini membuat kita tidak mau menerima pendapat orang lain; akibatnya masalah yang sedang kita hadapi tidak terselesaikan dan kita menemui jalan buntu. Tetapi milikilah hati yang bersih, tanpa curiga dan terbuka terhadap masukan dari orang lain, karena hal ini membuat kita dapat menjauhkan kita dari masalah.

Rabu, 25 Agustus 2010

Sumber Penghiburan [SKDAG175]

Penyebab KUTUK bukan Kekayaan, tetapi fasilitas-fasilitas penghiburan yang digantungkan pada kekayaan. Penghiburan dari Tuhan akan diterima dan dialami orang-orang yang rendah hati.

Manusia di dunia banyak mencari berbagai sarana penyegaran (refreshing) sebagai sarana penghiburan untuk menyegarkan pikirannya yang telah lelah menyelesaikan berbagai tugas dan pekerjaan di kantor. Penghiburan dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan berolah raga, memancing, bermain games, pergi ke bioskop, dan lain-lain. Bahkan ada juga mencoba untuk melakukan penghiburan dengan tujuan melupakan beban yang sedang dihadapinya. Hal ini dilakukan dengan melakukan dugem, menggunakan narkoba, atau pergi ke dukun, dan berbagai hal lainnya negatif.

Fasilitas-fasilitas penghiburan tersebut dapat dimanfaatkan bila kita memiliki harta yang cukup untuk membiayai semua kebutuhan tersebut. Kekayaan atau uang sendiri tidak salah, tetapi yang salah adalah cinta akan uang dengan tujuan untuk dimanfaatkan bagi berbagai hal yang negatif.

Bila kita memiliki masalah atau beban yang berat, janganlah menyerah dan mencari sumber penghiburan yang lain. Kita memiliki sumber penghiburan yaitu Tuhan sendiri. Dia yang empunya semua, sehingga bila kita mau merendahkan hati dan merendahkan diri di hadapanNya maka Dia pasti turun tangan untuk memberikan penghiburan kepada kita semua. Karena itu marilah datang kepada-Nya dan jangan sia-siakan kebaikan-Nya ...