Rabu, 31 Maret 2010

Tuhan Selalu Membantu Kita [SKDAG110]

Ikut sertakan Tuhan dalam pekerjaanmu, maka bebanmu jadi ringan.
Selain di rumah-rumah ibadat, Tuhan juga hadir di tempat kerjamu dan membantumu.


Di rumah Tuhan (gereja, mesjid, dll.) kita dapat berdoa dan merasakan kehadiranNya; saat itu kita merasa dekat denganNya dan dapat bersekutu dengan intim bersamaNya. Beban-beban kita yang berat dapat diserahkan pada Tuhan sehingga kita dapat melangkah dengan ringan.

Tetapi apa yang terjadi setelah kita keluar dari rumah Tuhan? Banyak orang yang kembali ke kehidupan duniawi sehari-hari dan melupakan Tuhan sama sekali. Di luar rumah Tuhan, banyak orang yang hanya mengejar kenikmatan dunia, dan melupakan perintah-perintahNya. Atau pada saat kita menghadapi masalah, banyak orang yang merasa ditinggalkan Tuhan, padahal sesungguhnya Ia tidak pernah meninggalkan kita, Ia selalu mendampingi kita, terutama saat kita menghadapi kesulitan.

Jadi sesungguhnya Tuhan hadir pada setiap saat dimana pun kita berada dan dalam kondisi apa pun kita saat itu. Dia hadir di rumah kita, di tempat kerja kita dan Dia selalu siap untuk membantu kita. Karena itu marilah kita sertakan Tuhan dalam setiap aktivitas yang kita lakukan, baik besar maupun kecil; berdoalah dan mohon bimbingannya sebelum kita melakukan suatu aktivitas. Dengan menyertakan Tuhan maka kita dapat melakukan berbagai hal dengan baik dan sesuai dengan rencanaNya, sehingga percayalah ... hasil yang kita peroleh pun akan luar biasa. Amin!

Selasa, 30 Maret 2010

Pencegahan Lebih Baik dari Perbaikan [SKDAG544]

Orang berakal selalu mencari cara dan upaya pencegahan agar masalah tidak terjadi, sebab pencegahan lebih baik daripada penyelesaian perkara yang terlanjur merugikan.

Sebelum suatu masalah terjadi dan menjadi besar, maka lebih baik kita mencegahnya sejak awal. Mencegah dalam hal ini bukan hanya meredam agar tidak muncul ke permukaan, tetapi menyelesaikan permasalahan tersebut selagi ia masih ‘kecil’, belum berdampak besar.

Bila kita berselisih paham dengan orang lain, maka hal ini memiliki potensi untuk merugikan ke dua belah pihak. Nah … sebelum hal itu terjadi, mengapa kita tidak saling mengampuni dan menyelesaikan perselisihan tersebut sejak dini.

Bila kita tahu bahwa merokok itu tidak sehat dan dapat menyebabkan kanker paru-paru, maka buat apa kita terus merokok. Hentikanlah kebiasaan merokok itu saat ini juga karena dengan demikian kesehatan kita menjadi lebih terjamin.

Jadi jelas melakukan upaya pencegahan biasanya (memang tidak selalu) memberikan hasil yang lebih baik dan lebih efisien dibandingkan dengan memperbaiki bila masalah tersebut telah terjadi. Upaya untuk memperbaiki lebih sulit dan rumit, membutuhkan waktu serta biaya yang relatif besar. Untuk itu marilah kita selalu berserah dan mohonlah bimbingan Tuhan agar kita memiliki kesadaran untuk mencegah suatu masalah sebelum terjadi dan menyebabkan kerugian yang tidak sedikit.

Senin, 29 Maret 2010

Efisien dan Efektif [SKDAG109]

Membunuh nyamuk dengan bom merupakan pekerjaan yang tidak efisien tetapi efektif efektif. Efisien bukan hanya melakukan penghematan, tetapi bagaimana kita menggunakan sumber daya dengan tepat, sedangkan efektif berati tepat sasaran atau sasaran tercapai.


Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah efisien, efektif, dan produktif, tetapi dalam penggunaannya seringkali kita tertukar satu sama lain. Efektif berkaitan dengan output atau hasil, sedangkan efisien berkaitan dengan input. Suatu pekerjaaan dikatakan efektif bila sasaran yang telah ditentukan dapat tercapai. Dalam kasus membunuh nyamuk dengan bom, maka nyamuknya pasti mati, bahkan rumah pun hancur. Jadi pekerjaan ini jelas efektif.


Efisien berarti penggunaan sumber daya secara tepat, jadi bukan hanya penghematan yang berkaitan dengan uang dan waktu. Penggunaan bom untuk membunuh nyamuk jelas suatu pemborosan, dan bom fungsinya memang bukan untuk membunuh nyamuk; jadi penggunaan bom dalam hal ini adalah tidak tepat, berarti pekerjaan tersebut tidak efisien.


Sedangkan produktivitas, secara sederhana, adalah perbandingan antara output dengan input. Produktivitas meningkat bila output meningkat (dengan input tetap) atau input dapat ditekan (dengan output tetap) atau keduanya terjadi secara bersamaan. Tugas kita lah dalam melakukan pekerjaan perlu bersifat efisien, efektif, dan akibatnya tentu saja menjadi produktif.


Dalam relasi dengan Tuhan, kita jelas tidak boleh efisien, tetapi mengutamakan efektivitas agar hubungan kita denganNya dapat terwujud dengan baik. Amin.

Minggu, 28 Maret 2010

Peningkatan, bukan Besar Pencapaian [SKDAG543]

Keberhasilan hidup tidak diukur oleh seberapa besar pencapaianmu, tetapi seberapa besar perbedaan dari sebelumnya yang telah kau hasilkan (Mother Theresa).


Ada dua hal yang menjadi dasar penilaian prestasi, yaitu hasil akhir yang dicapai atau proses yang telah dilakukan. Bila hasil akhir yang dilihat, maka kita tidak tahu apakah hasil ini mengalami peningkatan atau tidak dibandingkan dengan hasil sebelumnya. Jadi bila hasil sebelumnya sembilan dan sekarang juga sembilan, maka sebenarnya tidak ada peningkatan prestasi. Prestasi meningkat bila sekarang kita mendapatkan nilai lebih dari sembilan.

Nah hal inilah yang diutarakan Ibu Theresa, bahwa keberhasilan hidup perlu dinilai dari peningkatan yang telah kita hasilkan. Jadi dalam kehidupan ini kita perlu untuk terus belajar dan melakukan peningkatan diri terus menerus, sehingga kualitas hidup kita pun selalu mengalami peningkatan. Selain itu fisik kita juga perlu ditingkatkan juga, misalnya kesehatan, kebugaran, dan daya tahan. Tetapi fisik jelas mengalami keterbatasan dengan bertambahnya usia.

Di sisi lain, kualitas hidup juga mengalami peningkatan bila kita mampu meningkatkan kehidupan rohani kita, misalnya daya tahan saat mengalami musibah, kemampuan untuk bersyukur, mengasihi orang lain, kemampuan untuk tetap bersukacita, iman terhadap Tuhan dan lain-lain. Hal ini tentu saja lebih penting daripada peningkatan pengetahuan dan ketrampilan! Marilah kita meningkatkan kualitas kehidupan kita setiap saat!

Sabtu, 27 Maret 2010

Tetap Berbuat Baik [SKDAG108]

Tetaplah berbuat baik, meskipun ada orang lain menuduh anda mencari nama dan berpamrih. Tetaplah berbuat baik, meskipun kebaikan yang anda lakukan, akan dilupakan orang.

Banyak di antara kita yang sudah bahkan sering berbuat baik bagi orang lain, tetapi bila kita lihat mendalam apakah perbuatan baik tersebut telah kita lakukan dengan murni dan tanpa pamrih atau belum. Mungkin saja kita berbuat baik dengan mengharapkan imbalan atau balas jasa dari orang yang bersangkutan, misalnya saat melakukan PDKT setiap orang berbuat sebaik mungkin untuk pasangannya, dengan harapan ia tertarik dan mau menjadi pacar atau pasangan hidup. Tetapi apa yang terjadi setelah berkeluarga? Ternyata perbuatan baik itu tinggal kenangan saja.

Pada saat perbuatan baik yang telah kita lakukan, dilupakan orang atau bahkan dituduh orang lain sebagai hanya kegiatan untuk mecari nama dan berpamrih, apakah kita akan berhenti berbuat baik? Bila hal ini kita lakukan maka perbuatan baik itu kita lakukan dengan tidak tulus. Apa pun pendapat orang lain, kita perlu berprinsip bahwa “saya tetap dan terus berbuat baik”. Nah ... inilah prinsip yang luar biasa dan merupakan pelayanan sejati kita bagi orang lain.

Bila kita berbuat baik, memang banyak hambatan yang terjadi. Walaupun demikian kita tidak boleh kalah dengan hambatan atau kejahatan tersebut, sebaliknya marilah kita kalahkan kejahatan dengan kebijaksanaan dan tetap berbuat baik.

Jumat, 26 Maret 2010

Mengatasi Masalah [SKDAG542]

Jika suatu masalah timbul, satukanlah segala kemampuan dan gagasan yang baik untuk mengatasinya (Henry Ford).

Masalah silih berganti datang dalam kehidupan kita ini; dan masalah ini yang membuat kita memiliki kemampuan dan daya tahan yang terus semakin meningkat. Masalah ini merupakan ujian bagi kita untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Bila dilihat secara negatif, masalah ini memang menyulitkan dan membuat kita menjadi susah. Tetapi bila kita melihatnya secara positif, masalah itu merupakan peluang bagi kita untuk lebih maju lagi.

Agar tidak menjadi beban, maka marilah kita lihat masalah dari sisi yang positif. Untuk menyelesaikannya memang kita perlu mencari berbagai data dan informasi, melakukan berbagai percobaan, dan menggunakan seluruh kemampuan kita. Henry Ford mengatakan bahwa kita perlu menyatukan segala kemampuan dan gagasan yang baik untuk mengatasi masalah.

Yang penting …. kita perlu tetap memiliki harapan bahwa masalah tersebut dapat kita selesaikan. Tanpa harapan, kita menjadi tidak berdaya dan tidak bersemangat untuk menyelesaikannya. Harapan inilah yang membuat kita terus berusaha untuk mencari berbagai cara dengan menggunakan segala sumber daya yang ada pada kita. Jadi bila ada masalah marilah kita berusaha dan tidak lupa berdoa untuk mohon bimbingan dan petunjuk dari Tuhan.

Kamis, 25 Maret 2010

Semangat Pelayanan Sejati [SKDAG107]

Bila anda semakin dibutuhkan, dihargai dan posisinya makin tinggi, apakah anda akan semakin menyusahkan atau mempermudah orang lain ? Milikilah semangat pelayanan sejati!

Prinsip “Bila mudah mengapa dipersulit?” perlu menjadi pegangan hidup kita dalam melakukan berbagai hal. Guru yang baik saat mengajar dapat membuat soal yang rumit menjadi mudah, sehingga murid mudah memahaminya. Atasan yang baik juga dapat mempermudah prosedur yang harus dilakukan bawahannya, tentu saja tanpa menyalahi peraturan yang ada. Petugas pemerintahan perlu membantu masyarakat yang sedang mengurus sesuatu, bukan mempersulitnya.

Pada intinya bila kita mau bermanfaat bagi orang lain, maka marilah kita melayani mereka. Cara yang termudah adalah dengan tidak menyusahkan atau mempersulit orang lain. Inilah semangat pelayanan sejati yang perlu dimiliki oleh semua orang.

Dalam hal ini , ‘melayani’ perlu dilakukan tanpa pamrih. Kita membantu orang lain sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita, dalam arti semua prosedur yang berada di bawah wewenang kita perlu diatur dan disusun kembali agar tidak mempersulit orang lain. Bila mempermudah proses tetapi dengan mengharapkan imbalan tertentu, jelas bukan hal yang baik; ini bukan semangat pelayanan sejati tetapi pelayanan murahan!