Rabu, 05 September 2012

Prinsip Bekerja [SKDAG902]


Dalam bekerja, temukanlah
1. kesederhanaan di tengah kerumitan
2. keselarasan di tengah perdebatan
3. kesempatan di tengah kesulitan
(Einstein)

Keberadaan kita di dunia ini hendaknya dapat memberi dampak positif atau masukan kepada orang lain atau lingkungan tempat kita berada. Demikian juga pada saat kita berfungsi sebagai kepala keluarga, karyawan, atau apa pun juga, hendaknya kita dapat menjadi terang di tengah kegelapan, menjadi air di tengah kekeringan, dan  lain-lain.

Einstein mengemukakan bahwa dalam bekerja hendaknya kita dapat menemukan kesederhanaan di tengah kerumitan, artinya kita dapat menyederhanakan berbagai proses yang terlalu rumit atau terlalu panjang, sehingga hal tersebut menjadi lebih efisien. Lalu kita juga dapat menemukan keselarasan di tengah perdebatan, artinya kita dapat menjadi pemersatu di antara berbagai ide atau alternatif solusi yang dikemukan oleh rekan-rekan sekerja kita, sehingga dapat memperoleh solusi yang efektif. Dan juga kita dapat menemukan kesempatan di tengah kesulitan yang kita temui dalam bekerja; kita dapat menjadi penyemangat agar rekan-rekan tetap mau berusaha menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam pekerjaan.
Dalam berbagai hal hendaknya dalam bekerja kita dapat menjadi pusat dari perubahan yang memberikan dampak postif  bagi lingkungan kita. Marilah kita berusaha untuk mewujudkan hal tersebut dengan bantuan Tuhan yang maha kuasa. Amin…

Kamis, 30 Agustus 2012

Perbudakan [SKDAG901]

Orang yang bekerja dengan fokus hanya mencari nafkah dan gaji telah menyerahkan dirinya pada perbudakan (Joseph Campbell).

Dalam hidup ini, kita perlu memiliki kegiatan, misalnya berolahraga dan bekerja. Berolahraga tentu saja agar tubuh kita menjadi sehat, agar olahraga menjadi kegiatan yang menyenangkan, maka ia tidak dapat dilakukan dengan terpaksa. Kita berolahraga dengan hati yang bergembira dan penuh suka cita; hal ini pun jelas membuat hidup kita menjadi sehat, tetapi bila kita berolahraga dengan terpaksa, maka hal tersebut membuat kita bosan dan tidak ingin melakukannya lagi. Bahkan mungkin bila ia dipaksa untuk berolahraga, maka sebenarnya kegiatan tersebut tidak lain dari suatu perbudakan.
Prinsip yang sama terjadi juga pada saat kita bekerja. Kalau kita melakukan pekerjaan sebagai suatu rutinitas, sehingga kita menjadi terpaksa, maka hal itu merupakan bentuk lain dari perbudakan bagi diri kita sendiri. Ada orang yang mencari kerja, dengan tujuan hanya untuk mencari uang, maka ia tidak memiliki sukacita dalam melakukan tugasnya. Hal ini membuat dia pun menjadi bosan dan melakukannya hanya karena terpaksa; nah … hal ini jelas kan merupakan suatu perbudakan.
Untuk itu marilah kita lakukan tugas atau pekerjaan kita dengan sepenuh hati, artinya kita memberikan yang terbaik dalam melakukannya dengan tujuan untuk memuaskan atasan dan pelanggan. Gunakan pikiran secara optimal agar dapat tercipta berbagai produk atau metoda yang inovatif dan berguna untuk rekan-rekan kerja, serta bermanfaat bagi pertumbuhan perusahaa. Do what you love and love what you do!

Senin, 27 Agustus 2012

Buat Hidup Bermakna … [SKDAG900]


Tanpa bekerja hidup akan membusuk, tetapi ketika kita bekerja tanpa menjiwainya, hidup akan terasa menyesakkan dan mati (Albert Camus)

Tuhan telah memberikan hidup kepada kita untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Pertama, hidup perlu kita hargai, artinya pelihara tubuh, jiwa, dan roh kita agar tetap sehat; jangan menyakiti atau membunuh tubuh sendiri ataupun tubuh orang lain. Kedua, buat hidup kita bertumbuh dan bermanfaat bagi diri sendiri dan juga bagi sesama, artinya kita perlu terus belajar dan berusaha untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Selain itu tubuh, jiwa, dan roh kita pun perlu diberi makanan yang sehat, misalnya makanan dan minuman fisik, berolahraga, hiburan atau refreshing, serta berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan.

Salah satu yang membuat hidup kita menjadi ‘hidup’ adalah dengan bekerja, karena hal ini membuat kita menjadi bermakna bagi orang lain. Tentu saja dalam hal ini bukan asal bekerja tetapi bekerja dengan sungguh-sungguh, dalam arti kata kita bekerja dengan sepenuh hati dan menjiwainya untuk memberikan hasil yang terbaik bagi perusahaan tempat kita bekerja, bagi diri sendiri dan sesama, serta tentu saja demi kemuliaan Tuhan.

Ingatlah bahwa kita perlu hidup, tetapi bukan asal hidup, melainkan hidup yang penuh makna. Amin …

Sabtu, 25 Agustus 2012

Menjadi Sempurna karena Sukacita [SKDAG899]

Sukacita dalam pekerjaan adalah kunci kesempurnaan pada karya (Aristoteles).

Bila melakukan sesuatu dengan penuh sukacita, maka semuanya akan terasa mudah dan ringan; saat mengerjakannya kita pun penuh dengan semangat tinggi untuk memberikan hasil yang terbaik. Tetapi sebaliknya bila kita melakukan sesuatu dengan terpaksa, maka hasil yang kita lakukan pun tidak terlalu baik, karena kita melakukannya tidak dengan sepenuh hati.

Persembahan yang terbaik / sempurna adalah tubuh kita, dalam arti kata semua tugas, pekerjaan, kegiatan sehari-hari kita lakukan dengan sungguh-sungguh dan penuh sukacita, karena semua hal tersebutlah yang akaan memberikan karya atau hasil terbaik. Dalam melakukan sesuatu janganlah dengan bersungut-sungut; bila hati Anda sedang galau berhentilah sejenak, datang ke hadirat Tuhan untuk berdoa dan mohon bimbingan-Nya untuk menenangkan hati kita. Niscaya dengan bersyukur atas segala sesuatu yang telah kita terima dan alami, maka kita pun dapat kembali melakukannya dengan semangat dan penuh sukacita.

Lakukanlah semua tugas, seperti kita melakukannya hanya untuk Tuhan, karena Dia yang sudah memberikan segalanya kepada kita. Amin.

Selasa, 21 Agustus 2012

Buanglah Sampah! [SKDAG898]


Jangan biarkan sampah hati seperti frustasi, kemarahan, kekecewaan, merusak suasana hati Anda karena hal tersebut akan menghambat kesuksesan Anda (DAG).


Hidup ini dapat dianalogikan sebagai suatu perjalanan untuk mencapai tujuan atau untuk mewujudkan visi kita. Dalam menempuh suatu perjalanan, tentu saja sebelumnya kita perlu menentukan tujuan atau sasaran, lalu membuat rencana perjalanan,  melaksanakannya, serta mengevaluasi setiap langkah yang telah dilakukan.


Agar perjalanan yang kita tempuh dapat berjalan dengan cepat, aman, dan nyaman, maka tentu saja sebelum berangkat kita perlu membersihkan sampah atau kotoran yang ada dalam kendaraan. Bila dibiarkan ada, maka sampah itu akan membusuk; akibatnya kita semua yang akan menjadi mabuk dan perjalanan menjadi terganggu. Demikian juga dalam hidup, agar perjalanan kita mencapai tujuan hidup dapat berjalan dengan lancar maka kita perlu meninggalkan sampah hati yang ada dalam pikiran dan hati kita, seperti kemarahan, frustasi, kekecewaan, dan lain-lain.

Sesudah membuang sampah hati tersebut, kita dapat segera mewujudkan tujuan hidup kita dengan lebih mudah dan lebih cepat. 

Kegagalan adalah Penyebab Keberhasilan[SKDAG896]


Saat Anda berusaha menghindari kegagalan, berarti Anda sedang berusaha menolak keberhasilan (Rahmatsyah).

Biasanya kita kecewa pada saat kita mengalami kegagalan, dan kita penuh sukacita pada saat kita mengalami keberhasilan. Apakah kegagalan itu sungguh jauh berbeda dengan keberhasilan? Sebenarnya antara keduanya dekat sekali; kegagalan merupakan kesuksesan yang tertunda.

Pada saat kita mengalami kegagalan maka kita perlu mengintrospeksi diri dan menganalisis faktor penyebab kegagalan tersebut, setelah itu persiapkan diri untuk belajar lagi, kemudian lakukan kembali dengan cara berbeda yang lebih baik. Dengan demikian, maka niscaya keberhasilan dapat segera kita genggam.

Jadi kita tidak perlu takut dan kecewa bila kita mengalami kegagalan, tetapi lakukan perbaikan,  maka saat itu kita sedang menuju ke keberhasilan.

Minggu, 19 Agustus 2012

Terus Belajar [SKDAG897]


Marilah kita terus belajar:
-          belajar bersabar dari sebuah kemarahan.
-          belajar mengalah dari suatu keegoisan.
-          belajar tegar saat kehilangan.
-          belajar bersyukur meskipun tak cukup.

Bila kita ingin meraih keberhasilan dalam hidup ini, maka salah satu hal yang perlu kita lakukan secara kontinu adalah belajar. Belajar dalam arti kata kita meningkatkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan juga kepribadian. Belajar untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan keterampilan sudah banyak dibahas orang dan juga telah kita lakukan dalam kehidupn sehari-hari.

Bagaimanakah belajar untuk meningkatkan kepribadian? Ternyata hal ini tidak mudah, karena kita perlu melakukan penyangkalan diri dan mensyukuri semua hal yang telah kita alami. Saat kita dilanda kemarahan, kita perlu menyangkalnya dan saat itulah kita dapat belajar bersabar. Saat kita menderita akibat keegoisan atasan atau orang lainnya, maka saat itulah kita belajar untuk mengalah. Saat kita kehilangan anggota keluarga atau harta milik kita, maka saat itu kita belajar untuk tetap tegar, karena semuanya adalah milik Allah yang dititipkan pada kita. Demikian juga pada saat kita mengalami kekurangan, baik uang, makanan, atau kesehataan, maka pada saat itu kita pun dapat belajar untuk tetap bersyukur kepada-Nya karena Ia telah memberikan begitu banyak hal kepada kita.