Kamis, 10 Mei 2012

Bersyukur pada Saat Sulit [SKDAG862]


Syukur bukan hanya untuk kebaikan atau sukacita yang kita terima, tetapi juga atas setiap kesulitan yang kita alami (DAG).


Pada saat bahagia, sehat, dan mendapatkan rejeki, sangat mudah, karena saat itu memang suasana hati kita sedang positif. Tetapi apa yang dapat kita lakukan pada saat kita sedang menghadapi kesulitan? Sebagian besar di antara kita banyak yang kecewa pada Tuhan, melupakan, bahkan meninggalkan-Nya. Padahal sebenarnya kita telah menerima banyak dari Tuhan, yang nilainya juga sangat besar, tetapi mengapa saat kita merasa kecewa kita marah kepada-Nya. Apakah saat itu Tuhan meninggalkan kita? Tidak, Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, Dia selalu setia bersama kita. Bukan Dia yang meninggalkan kita, tetapi kita yang meninggalkan-Nya.

Bagaimanakah agar kita dapat bersyukur pada saat sulit? Pada setiap peristiwa yang terjadi sebenarnya tetap ada unsur positifnya, nah … lihatlah hal tersebut, bukan hal yang negatif. Misalnya saat anak Anda tidak naik kelas, maka sebagai orang tua tentu kita kecewa. Anda tentu saja bisa marah kepada si anak, gurunya, atau teman-temannya. Sekarang marilah kita lihat apa yang terjadi bila anak Anda yang tidak pernah belajar, tetapi selalu naik kelas. Walaupun dia nanti lulus, tetapi tidak ada pengertian dan manfaat dari pengetahuan selama ia sekolah. Hal ini tentu sangat merugikan bagi si anak.

Sekarang memang dia tidak naik kelas, tetapi lihatlah dari hal positif; pengalaman tidak naik kelas, walaupun pahit, dapat menjadi pelajaran bagi si anak, agar ia belajar lebih rajin pada tahun berikutnya. Dan ini pun menjadi pelajaran buat Anda sebagai orang tua, yang selama ini mungkin kurang memperhatikan anak Anda; nah syukurilah peristiwa tersebut karena menjadi titik balik agar Anda berubah sehingga dapat lebih memperhatikan dan membina hubungan yang baik dengan si anak.

Jadi lihatlah hal positif dari setiap peristiwa, dan marilah kita belajar bersyukur atas hal tersebut. Tuhan tidak pernah membuat rancangan kecelakaan buat kita, umat yang dikasihi-Nya; rancangan-Nya selalu indah dan terjadi tepat pada waktunya, karena itu marilah kita selalu bersyukur dalam segala hal. Amin.

Senin, 07 Mei 2012

Berbagilah! [SKDAG861]


Anda tidak akan menjadi bangkrut karena berbagi atau menolong orang lain, tetapi Anda sudah bangkrut bila hanya mengharapkan bantuan orang lain (DAG).


Semua yang ada dalam pikiran kita akan terwujud menjadi kenyataan. Misalnya bila saat Anda akan tampil ke panggung, Anda berpikir “bagaimana kalau saya gugup dan lupa?”, maka ketika Anda sampai ke atas panggung, Anda sungguh-sungguh menjadi gugup dan lupa. Karena itu hati-hatilah dengan pikiran kita, yang akan terwujud dalam perkataan dan tindakan yang kita lakukan.

Sekarang marilah kita lihat oleh orang miskin, yang tidak mampu berbuat apa-apa. Tentu saja mereka hanya dapat mengharapkan bantuan orang lain, banyak di antara mereka hanya menengadahkan tangan ke atas dan mohon belas kasihan orang lain. Nah … itulah sikap orang yang sungguh-sungguh miskin. Tetapi bila kita pun  melakukan hal sama, hanya mengharapkan bantuan orang lain, hanya meminta dan tidak pernah memberi, maka sesungguhnya kita pun tidak berbeda dengan orang miskin tersebut. Kita adalah orang yang bermental miskin, berpikir bahwa kita seolah-olah miskin; sekali lagi hati-hatilah dengan pikiran, karena hal ini yang akan terwujud.

Tentu saja lebih baik kita bermental kaya, berpikir bahwa kita ini kaya – sesungguhnya memang kita kaya karena telah memiliki berbagai hal karena anugrah dari Tuhan  -  sehingga kita  rela dan mau berbagi kepada orang lain. Janganlah takut dengan berbagi kita menjadi miskin karena Tuhan maha pengasih. Dia tidak membiarkan kita berkekurangan, apalagi bila tujuan kita adalah untuk membantu orang lain dengan sepenuh hati. Berilah dengan sukacita dan ucapan syukur, maka percayalah kita tidak akan bangkrut, karena Tuhan sungguh mengasihi kita. Amin …

Minggu, 06 Mei 2012

Menerima Ketidaksetujuan Orang Lain [SKDAG860]

Anda tidak perlu memenangkan semua argumentasi. Marilah kita menerima ketidaksetujuan orang lain.

Setiap manusia memiliki keterbatasan; mungkin ia ahli dalam suatu bidang, tetapi dalam bidang lainnya ia membutuhkan bantuan atau pendapat orang lain. Kita perlu memiliki kerendahan hati untuk menerima masukan dari orang lain dan menyadari kekurangan yang ada pada dirinya.

Dalam bekerjasama dengan orang lain, kita tidak perlu memaksa semua orang untuk menyetujui pendapat kita saja, karena mungkin saja pendapat mereka pun luar biasa dan merupakan solusi untuk masalah yang sedang kita hadapi. Melakukan argumentasi dalam suatu masalah penting untuk dilakukan, tetapi kita tidak perlu memenangkan setiap argumentasi, karena tujuannya adalah mencari solusi untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk menjatuhkan orang lain.

Untuk itu kita tidak perlu malu untuk berbesar hati dan mau menerima pendapat orang lain, karena mungkin saja pendapatnya yang benar. Kita perlu selalu berpikir positif dan tidak melakukan tindakan penghakiman sepihak; hal inilah yang memberi makna terhadap suatu kerjasama untuk meraih keberhasilan.

Kamis, 03 Mei 2012

Ambil Tanggung Jawab! [SKDAG859]


Anda tidak dapat lari dari tanggungjawab hari esok dengan menghindarinya pada hari ini (Abraham Lincoln).

Suatu kewajiban merupakan tugas yang mau tidak mau harus kita laksanakan, tidak peduli waktunya, sekarang atau pun besok. Menunda kewajiban tidak berarti membuat kita dapat menghindari untuk melakukannya.

Bila kita menunda pekerjaan sekarang, maka kita tetap berkewajiban untuk melaksanakannya besok, lusa, minggu depan, atau kapan pun. Malahan bila pekerjaan tersebut ditunda, mungkin malahan menjadi beban yang semakin hari semakin berat. Pekerjaan adalah salah satu bentuk tanggungjawab atau kewajiban yang perlu kita lakukan.

Tentu saja dalam melakukannya, kita perlu melakukan dengan sepenuh hati. Gunakanlah salah satu prinsip TQM (Total Quality Management), yaitu ‘do it right the first time’; lakukanlah dengan benar sejak awal, bukan secara asal-asalan. Banyak orang yang berprinsip saya lakukan secukupnya dulu saja, nanti bila perlu saya akan perbaiki atau sempurnakan. Mengapa kita perlu menundanya? Lakukanlah sekarang juga dengan prinsip sebaik mungkin.

Marilah kita lakukan semua yang menjadi tanggungjawab kita sekarang juga, tanpa perlu menunda lagi. Dengan memberikan yang terbaik maka kita pun memperoleh yang terbaik. Amin …

Rabu, 02 Mei 2012

Pemecahan Masalah [SKDAG858]


Payung tidak dapat menghentikan hujan, tetapi ia membuat kita berjalan menembusnya. Iman tidak dapat menghentikan masalah,tetapi memberi kita kekuatan untuk melewati masa tersulit sekalipun.

Apa yang dapat Anda lakukan bila pada saat ingin pergi untuk suatu urusan yang penting, ternyata hujan turun? Tentu bukan dengan menghentikan hujan, walaupun hal ini bukan suatu hal mustahil untuk orang percaya, karena kita dapat memohonnya pada Tuhan. Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda cukup mengambil payung atau jas hujan, lalu berangkat menerobos hujan tersebut. Jadi masalah, yaitu hujan, tetap berlangsung, tetapi tujuan kita untuk menyelesaikan urusan penting tetap dapat kita lakukan.

Dalam menyelesaikan masalah, yang penting kita tetap berfokus pada tujuan yang ingin kita capai dan bagaimana mewujudkannya. Kita perlu berpikiri ‘how’ untuk melakukan hal ini, bukan berpikir ‘why’ yang berfokus pada masalah  (misalnya dengan berpikir “Mengapa hujan turun?”). Berpikir ‘why’ tidak membuat kita mencapai tujuan, bahkan yang muncul adalah ‘kambing hitam’.

Secara rohani, hal ini dapat kita terapkan dengan memiliki iman yang sungguh percaya pada Tuhan. Orang beriman pun tetap memiliki masalah, tetapi ia memiliki jalan untuk menyelesaikan masalah yang tersulit sekalipun, yaitu dengan menyerahkannya ke tangan Tuhan dan memohon bantuan-Nya. Masalah memang tidak dapat ditiadakan dengan iman, tetapi iman membuat kita memiliki kekuatan untuk melalui masalah tersulit. Amin.

Selasa, 01 Mei 2012

Memberi dengan Hati [SKDAG857]


Saya memberi bukan karena memiliki banyak uang, tetapi karena saya mengetahui  secara tepat perasaan seseorang bila ia tidak memiliki apa-apa.

Daripada menerima lebih baik memberi, walaupun ternyata banyak orang yang lebih senang hal sebaliknya, yaitu orang yang berprilaku miskin. Manakah yang Anda pilih menjadi kaya atau miskin? Tentu menjadi kaya kan. Untuk meraih hal itu janganlah tergantung pada harta yang kita miliki sekarang, tetapi pada keyakinan yang ada dalam pikiran kita. Ingat, menurut Henry Ford, semua yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi. Karena itu marilah kita berpikir kaya, sehingga kita mau memberikan yang kita miliki daripada hanya sekedar meminta-minta agar diberi.

Tetapi memberi karena kekayaan pun belum tentu baik, karena motivasinya dapat macam-macam, misalnya untuk memegahkan diri sendiri. Pemberian dengan mengharapkan sesuatu tentu tidak baik, misalnya dalam tindakan menyogok, orang itu akan memberi tetapi  dengan harapan agar proyeknya dapat diterima, ia naik pangkat, dan lain-lain. Ataupun memberi dalam kegiatan agama atau sosial, yang kelihatannya tentu saja hal ini sangat baik, dapat menjadi tidak baik, bila pemberi mengharapkan atau menuntut Tuhan untuk memberikan yang lebih banyak atas jasanya tersebut.

Yang perlu kita lakukan adalah memberi dengan hati, artinya memberi dengan tujuan untuk menolong pihak lain yang membutuhkan, tanpa mengharapkan apa pun sebagai timbal baliknya. Marilah kita bersama-sama belajar untuk mengendalikan keinginan dengan hati dan mulai memberi dengan hati.