Selasa, 21 Februari 2012

Orang Luar Biasa [SKDAG852]

Orang yang luar biasa itu sederhana dalam ucapan, tetapi hebat dalam tindakan (Confucius).

Kita tentu saja ingin menjadi orang yang luar biasa, artinya kita tidak sama dengan orang kebanyakan, tentu saja hal dalam hal positif. Hal ini tidak dapat kita lakukan hanya dengan ucapan, karena orang lain tidak melihat hasil nyata dari tindakan kita, malah mungkin kita akan ditertawai oleh mereka. Ucapan hanya membuat kita besar mulut tapi tindakan tidak ada, hanya ‘omdo (omong doang)’.

Untuk menjadi hebat, sebenarnya kita tidak perlu menjadi seorang Superman; yang kita perlukan hanyalah membuktikannya dengan menunjukkan hasil yang kita peroleh dari tindakan yang telah kita lakukan. Hasil ini membuar orang menjadi percaya dan kagum sehingga mereka mengakui keluarbiasaan kita.

Jadi untuk membuktikan Anda orang hebat, buktikanlah dengan hasil, tidak hanya dengan ucapan atau janji. Untuk memberikan hasil yang baik, maka kita perlu belajar dan belajar terus; artinya kita perlu terus mengembangkan diri agar memiliki kompetensi dalam berbagai bidang.

Marah Menimbulkan Malu [SKDAG851]

Semua yang dimulai dengan rasa marah akan berakhir dengan rasa malu (Benjamin Franklin).

Pada saat kita marah maka kita tidak dapat mengendalikan tindakan kita karena saat itu kita tidak menggunakan pikiran kita lagi, yang ada hanya emosi yang bekerja. Sehingga saat bertindak kita tidak memikirkan dampak yang akan terjadi. Pokoknya saat itu kita hanya melampiaskan emosi, prinsipnya “nanti bagaimana”. Setelah melakukan pekerjaan yang tidak terkendali maka kita pun menjadi puas, tetapi hanya untuk sementara waktu, setelah itu kita mungkin menjadi menyesal dan malu atas terjadinya peristiwa tersebut.

Hendaknya kita berpikir “bagaimana nanti” sebelum melakukan suatu tindakan. Hal ini membuat kita melakukan tindakan dengan hati-hati, karena bila merugikan untuk apa kita melakukan hal tersebut.

Jadi marilah kita belajar untuk mengendalikan emosi, termasuk rasa marah, agar kita tidak menyesal dan menjadi malu pada masa mendatang. Lakukanlah tindakan dengan penuh perhitungan, maka kita pun menjadi sukacita atas hasil yang kita peroleh.

Kekuatan Cinta [SKDAG850]

Cinta adalah satu-satunya kekuatan yang mampu mengubah seorang musuh menjadi seorang teman (Martin Luther King, Jr.)

Tidak ada hal yang mustahil bagi Tuhan, tetapi hal ini pun bermakna bagi manusia. Tidak ada yang mustahil bagi manusia, bila cinta yang menjadi landasannya. Dengan cinta kasih yang murni, maka permusuhan dapat diubah menjadi persahabatan, iri hati menjadi hilang, kebencian berubah menjadi cinta kasih.

Biasanya kita membalas kejahatan dengan kejahatan lagi, bahkan kadang-kadang dengan nilai yang lebih jahat lagi. Hukumnya “mata ganti mata, gigi ganti gigi”; tetapi bila hokum ini berlangsung terus menerus maka yang terjadi adalah saling balas dendam terus menerus sehingga tidak ada kedamaian di dunia ini.

Untuk menciptakan kedamaian di dunia kita perlu membalas kejahatan dengan kebaikan, kekerasan dengan kelemahlembutan. Semua ini dapat kita lakukan bila kita memiliki cinta atau kasih yang melandasi tindakan tersebut; ekstrimnya bila pipi kanan kita ditampar, janganlah membalas dengan menampar lagi, tetapi berilah pipi kiri Anda. Memang maksud hal tersebut tidak perlu dilakukan seperti apa adanya, tetapi dari budaya Yahudi, menampar pipi kanan hanya dapat dilakukan dengan telapak tangan bagian luar, sedangkan untuk menampar pipi kiri dilakukan dengan telapak tangan bagian dalam. Menampar dengan telapak tangan bagian luar menunjukkan bahwa kita memiliki tingkat yng lebih tinggi, tetapi menampar dengan bagian dalam menunjukkan bahwa kita berada di posisi yang lebih rendaah. Jadi dalam hal ini marilah kita membuat orang yang sudah menyakiti kita menjadi malu hati sehingga ia menghargai kita kembali.

Jadi bila ada orang yang menyakiti kita, maka carilah makna positif dari peristiwa tersebut, sehingga kita dapat bersyukurlah atas hal tersebut. Setelah itu siapkanlah hal positif lain untuk membalasnya, dan lakukan dengan penuh kasih. Niscaya … orang tersebut akan takluk di hadapan Anda.

Bersyukurlah Dalam Segala Hal [SKDAG849]

Beberapa orang menggerutu karena bunga mawar memiliki duri, tetapi saya berterimakasih karena duri memiliki bunga mawar (Alphonse Karr).

Manusia pada umumnya bersyukur pada saat mendapatkan sesuatu yang menyenangkan, misalnya pada saat kita mendapatkan keuntungan bisnis, anak naik kelas, suami/istri terhindar dari bahaya dan lain-lain. Tetapi bagaimana saat kita menderita kerugian, anak tidak naik kelas, atau suami/istri menderita sakit parah? Nah … biasanya saat itu kita akan mengeluh dan marah kepada Tuhan; rasanya tidak mungkin bersyukur pada Tuhan atas kejadian tersebut.

Sebenarnya atas semua kejadian yang kita alami, sebenarnya Tuhan memiliki rencana indah yang akan terjadi tepat pada waktunya. Tuhan tidak pernah membuat rancangan kecelakaan bagi umat-Nya. Hanya kita saja yang tidak dapat memahami rencana-Nya tersebut. Tetapi kita pun dapat melihat hal atau makna positif dari setiap kejadian. Misalnya mawar yang berduri; bila kita melihat dari sudut pandang negative, maka kita merasa tidak bahagia karena mawar yang indah memiliki duri yang membahayakan. Tetapi bagaimna bila kita membaliknya bahwa di duri yang membahayakan tersebut, ternyata terdapat bunga yang sangat indah dan harum; hal inilah yang membuat kita dapat bersyukur.

Jadi saat kita sakit, janganlah mengeluh tetapi bersyukurlah, karena ternyata Tuhan memberikan saat istirahat bagi kita sehingga kita dapat memiliki waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan merenungkan kembali mengenai kasih Tuhan. Saat usaha kita menurun, kita pun dapat bersyukur karena hal tersebut merupakan peringatan agar kita meningkatkan kualitas produk atau meningkatkan pelayanan untuk memuaskan konsumen.
Jadi marilah kita bersyukur dalam segala hal karena Tuhan sunggu mengasihi kita. Amin.

Jumat, 10 Februari 2012

Kendalikan Emosi! [SKDAG811]

Orang bodoh lekas naik darah, tetapi orang bijaksana panjang sabar (Amsal)

Manusia, sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang terbaik, memiliki dua kelebihan, yaitu memiliki otak atau pikiran, yang dapat digunakan untuk menganalisis, memcahkan masalah, dan berpikir, dan hati atau budi, yang dapat digunakan untuk menentukan mana yang benar atau salah serta untuk mengasihi. Manakah yang lebih penting? Otak memang penting, tetapi hati jauh lebih penting. Jelas kita lebih menyukai anak yang baik hati walaupun otaknya biasa-biasa saja, dibandingkan dengan anak yang luar biasa genius tetapi tidak memiliki hati, misalnya anak anjing ia tendang atau anak ayam ia injak sampai mati.

Dengan otak, sebenarnya kita dapat berpikir dan melaksanakan berbagai hal yang baik, tetapi pada saat kita sedang emosi, misalnya marah, maka kita sudah tidak dapat menggunakan otak kita lagi; yang kita utamakan hanyalah luapan emosi dan hal inilah yang membuat manusia menjadi bodoh. Orang bodoh adalah orang yang lekas naik darah, artinya ia tidak dapat mengendalikan pikirannya sehingga mengedepankan emosi saja. Saat itu ia hanya berpikir “bagaimana nanti”, padahal seharusnya kita berpikir “nanti bagaimana”.

Nah … orang bijaklah yang selalu berpikir panjang; sebelum bertindak ia sudah memikirkan resiko yang akan terjadi, yaitu dengan berpikir “nanti bagaimana”. Karena ia sudah menggunakan pikirannya secara sehat, maka tindakannya pun tidak sembarangan. Hal inilah yang membuat ia menjadi orang bijak. Manakah yang Anda pilih: menjadi orang bijak atau orang bodoh?

Selasa, 31 Januari 2012

Fokus pada Kemampuan dan Peluang [SKDAG810]

Fokuskan pikiran Anda sebanyak 70% pd KEKUATAN, 25% pd PELUANG dan hanya 5% pada kelemahan kita, bukan sebaliknya.


Fokus merupakan salah satu kunci keberhasilan kita dalam melaksanakan suatu pekerjaan; tentu saja fokus kita harus tertuju pada tujuan yang akan kita capai sehingga kita akan menggunakan seluruh sumber daya dan kemampuan kita untuk meraihnya.

Dalam analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) ada empat faktor yang perlu diperhatikan yaitu dua faktor eksternal yaitu opportunity (peluang) dan threat (ancaman), serta dua faktor internal, yaitu strength (kekuatan) dan weakness (kelemahan). Keempat faktor tersebut perlu kita analisis, tetapi tentu saja janganlah terlalu memperhatikan hal-hal yang negatif, seperti ancaman dan kelemahan. Fokus utama kita adalah pada kekuatan yang kita miliki dan peluang yang ada di hadapan kita.

Artinya dalam hal ini, hendaknya kita berpikir untuk memanfaatkan kekuatan agar kita dapat meraih peluang yang ada; 95% fokus kita haruslah berada pada hal ini. Sedangkan sisanya barulah kita memikirkan bagaimana mengatasi kelemahan dan menghindari ancama yang ada di hadapan kita. Dengan perkenaan Tuhan dan fokus yang tepat, maka kiranya kita dapat mewujudkan seluruh keinganan dan tujuan hidup kita. Amin …

Senin, 30 Januari 2012

Menghadapi Kesulitan … [SKDAG809]

Pada saat menghadapi kesulitan beberapa orang tumbuh sayap, sedangkan yang lain mencari tongkat penyangga.

Masalah atau kesulitan merupakan bagian dari dinamika kehidupan yang kita alami. Kita dapat bersyukur bila perjalanan hidup kita berlangsung dengan lancar dan aman, tetapi hal ini seringkali membuat kita terlena dalama zona nyaman (comfort zone), sehingga kita tidak melakukan perubahan dan mencari inovasi lagi. Masalah atau kesulitan yang kita alami, sebenarnya merupakan suatu tantangan agar kita dapat melangkah ke arah yang lebih baik. Jadi bila ada masalah pun, hendaknya kita tetap bersyukur, karena Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk ‘naik kelas’ sehingga kita menjadi semakin kuat dan hebat. Artinya itulah saat bagi kita untuk menumbuhkan sayap agar kita dapat terbang lebih tinggi.

Tetapi sebagian besar manusia akan mengeluh saat menghadapi kesulitan; mereka tidak mau berusaha, terlalu cepat menyerah dan mengharapkan bantuan orang lain. Kesulitan hendaknya tidak membuat kita menjadi manusia yang lumpuh, yang mencari tongkat penjaga, tetapi jadikan kesulitan sebagai ujian dan latihan untuk meningkatkan kemampuan kita sehingga memiliki ‘sayap’ atau kemampuan yang baru.

Dalam menghadapi kesulitan janganlah cepat menyerah, tetapi kerahkan semua sumber daya yang kita miliki untuk menyelesaikannya, serta terus belajar dan belajar lagi. Tentu saja jangan lupa untuk berserah pada Tuhan dan mohon kekuatan dari-Nya agar kita dapat mengatasi kesulitan tersebut menurut kehendak-Nya.