Senin, 12 Desember 2011

Makna Positif dari Setiap Peristiwa [SKDAG785]

Ketika hatimu terluka, maka saat itu kamu sedang belajar ... memaafkan.
Ketika kamu lelah dan kesal, maka saat itu kamu sedang belajar ... kesungguhan.

Banyak peristiwa yang kita alami dalam hidup ini; ada yang memberikan sukacita, tetapi tidak sedikit yang membawa kita menjadi sulit dan susah. Tetapi di balik semua peristiwa tersebut kita imani pasti ada hal atau makna positif yang dapat kita peroleh, karena kita percaya bahwa Tuhan tidak pernah merencanakan suatu rancangan kecelakaan yang merugikan kita. Rancangan Tuhan selalu indah dan terjadi tepat pada waktunya.

Ketika kita dikecewakan orang lain, memang hati kita menjadi terluka dan marah, tetapi bila kita lihat makna positif di balik peristiwa tersebut adalah kita saat itu sedang ditempa Tuhan agar memiliki kemampuan untuk memaafkan. Ampuni dan maafkan orang yang telah mengecewakan diri kita tersebut. Demikian juga saat kita merasa lelah, bosan, dan kesal, maka sebenarnya Tuhan sedang mengajar kita agar mau berusaha dengan lebih sungguh lagi dan agar kita memiliki semangat pantang menyerah.

Nah… marilah kita berusaha semaksimal mungkin untuk melakukan segala sesuatu, hasilnya serahkan pada Tuhan, berhasil atau gagal, pasti ada rencana indah di balik semua hal tersebut. Syukuri semua hal yang terjadi, dan miliki semangat pantang menyerah untuk terus memperbaiki hasil yang telah kita peroleh, agar menjadi lebih baik lagi pada masa mendatang.

Sabtu, 10 Desember 2011

Salah Siapa? [SKDAG784]

Masalah merupakan bagian dari hidup; bila kita menyalahkan orang lain atas masalah yang kita hadapi, berarti kita belum lulus. Bila menyalahkan diri sendiri berarti sedang belajar, bila tidak menyalahkan siapa pun berarti telah lulus (James S. Hewett).

Masalah merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari hidup yang kita jalani; ia merupakan dinamika kehidupan. Walaupun demikian ternyata kita seringkali mencari penyebab masalah, padahal lebih baik mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Janganlah berpikir ‘why’ untuk mencari siapa atau apa penyebabnya, tetapi marilah kita berpikir ‘how’ untuk mencari solusi, sehingga setelah masalah selesai kita dapat melanjutkan hidup dengan penuh damai dan sukacita.

Pada saat kita berpikir ‘why’, maka kita mencari-cari alasan, misalnya dengan mencari tahu siapa penyebab perosalan tersebut. Bila kita menyalahkan orang lain berarti kita belum lulus, karena dalam hal ini mungkin saja kita yang melemparkan tanggung jawab kepada orang tersebut. Bila kita menyalahkan diri sendiri berarti kita masih belajar, tetapi jelas lebih baik daripada menyalahkan orang lain. Tetapi bila ingin lulus, marilah kita tidak menyalahkan siapa pun; masalah telah terjadi dan yang terpenting adalah menyelesaikannya agar tidak mengganggu lagi.

Kerahkanlah semua sumber daya yang kita miliki untuk menyelesaikan masalah tersebut, tetapi jangan lupa untuk meminta petunjuk dari Tuhan dan berserah pada kehendak-Nya. Amin.

Jumat, 09 Desember 2011

Jadilah Berkat! [SKDAG356]

Indahnya hidup bukan seberapa banyak orang mengenal dirimu ... tetapi berapa banyak orang bahagia karena telah mengenal dirimu. Jadilah berkat di setiap tempat kita berada.

Setiap orang mendapat tugas untuk menjadi berkat bagi orang lain sebagai perwujudan kasih kepada sesama. Inilah saat yang tepat untuk memberi, karena sebelumnya kita telah banyak menerima berkat dan karunia dari Tuhan; Dia memberikannya secara gratis, tanpa pamrih apa pun.

Karena kita menerima dari Tuhan secara gratis, maka kini saatnyalah bagi kitapun untuk memberi dengan penuh sukacita kepada sesama yang membutuhkan di sekeliling kita. Inilah cara untuk membalas kebaikan kepada Tuhan, yang tidak dapat kita lihat, yaitu dengan memandang bahwa mereka yang membutuhkan adalah perwujudan dari Tuhan sendiri.

Dengan menjadi berkat, maka kita sudah dikenal dan dikenang banyak orang karena kita telah menjadi sumber sukacita bagi mereka. Hal ini pun jelas membangkitkan sukacita pada diri kita sendiri. Amin....

Selasa, 06 Desember 2011

Sumber Kebahagiaan [SKDAG783]

Kebahagiaan tidak tergantung pada apa pun yang terjadi di luar diri kita. Kebahagiaan datang dari sikap hati (Dale Carnegie).

Banyak orang yang mencari kebahagiaan di luar dirinya; mereka sering mengganggap bahwa mereka bahagia bila memiliki banyak uang, naik pangkat, sehat, dan lain-lain. Kebahagiaan seperti ini tidak bersifat kekal; waktu ada uang atau dalam kondisi sehat kita bahagia, tetapi bagaimana dalam kondisi tidak ada uang atau sakit?

Nah kebahagiaan sejati tidak terletak pada berbagai hal atau materi yang berada di luar kita, kebahagiaan itu berada di dalam diri kita, tepatnya di dalam hati kita sendiri. Kondisi apa pun yang terjadi di luar tidak perlu mempengaruhi kebahagiaan yang telah kita tentukan sendiri. Untuk mencapai hal ini memang tidak mudah, tetapi dapat kita lakukan bila kita mampu untuk mensyukuri segala sesuatu yang kita alami, baik menyenangkan maupun tidak. Dengan melihat berbagai hal positif dari dampak suatu peristiwa maka kita pasti dapat bersyukur, dan hal ini yang menimbulkan kebahagiaan dalam diri kita.

Masih ada satu hal yang tidak boleh dilupakan, yaitu untuk selalu berserah kepada kehendak Tuhan. Marilah kita membangun sikap hati yang positif, sehingga kita dapat selalu bahagia dan menikmati hidup ini sepenuhnya.

Senin, 05 Desember 2011

Bagi Tuhan ... Tidak Ada yang Mustahil [SKDAG355]

Bukanlah seberapa besar masalah yang kita hadapi, tetapi siapa pendamping kita. Dengan hanya mengandalkan diri sendiri mungkin kita tidak mampu, tetapi bersama Tuhan tidak ada yang mustahil.

Dalam hidup setiap manusia, termasuk orang saleh dan orang bijak, pasti memiliki masalah, baik besar maupun kecil. Masalah jangan dihindari tetapi perlu kita selesaikan; bila dihindari maka masalah itu tetap menjadi beban, bahkan mungkin menjadi semakin besar dan berat. Seberapa besar masalah yang ada, kita perlu menyelesaikannya.

Memang seringkali, walaupun kita telah menggunakan seluruh sumber daya yang kita miliki, seperti pengetahuan, ketrampilan, pikiran, masalah tersebut tetap tidak terselesaikan. Saat itu kita sering mengatakan ”Saya memiliki masalah saya besar ...”.
Nah ... dalam hal ini kita membutuhkan kuasa lain yang jauh lebih besar dari kemampuan diri kita. Janganlah mengandalkan kemampuan diri sendiri, walaupun kita memang orang yang hebat, pintar atau berkuasa sekalipun. Percayalah bahwa kita memiliki ”Saya memiliki Allah yang maha besar, di hadapan-Nya tidak ada masalah yang besar!”

Jangan biarkan masalah mengganggu kehidupan kita tetapi jadikanlah ia sebagai bahan atau alat untuk meningkatkan pertumbuhan rohani kita. Dengan melihat kuasa-Nya yang bekerja untuk menyelesaikan seluruh masalah yang kita hadapi maka kita pun menyadari bahwa kita sungguh membutuhkan bantuan-Nya dan kita sangat tergantung kepada-Nya.

Minggu, 04 Desember 2011

Semangat Bertahan [SKDAG782]

Orang yang berhasil, selalu bertahan lebih lama, orang yang gagal, selalu berhenti lebih awal. Semangat yg membedakan mereka.

Salah satu karakteristik orang sukses adalah semangat untuk bertahan terus; ia berhasil karena pantang menyerah, tetap berusaha untuk melakukannya terus menerus dengan cara yang baru. Bila kita menyerah saat menghadapi masalah, maka jelas masalah tersebut tidak dapat kita selesaikan dan kita jelas menjadi orang yang gagal.

Daripada kita menyerah dan menjadi orang gagal, maka jelas lebih baik bila kita belajar lagi dan mencari cara baru untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dengan cara baru ini memang tidak ada jaminan untuk berhasil, tetapi tetap ada peluang untuk berhasil dan menyelesaikan masalah tersebut.

Dalam hal ini untuk bertahan jelas kita membutuhkan dua hal yaitu kesabaran dan kegigihan. Bila kita terburu-buru maka mungkin kita menjadi kurang teliti dan emosi menjadi naik; dengan bersabar maka kita lebih berhati-hati dan dapat mengendalikan emosi kita. Kegigihan diperlukan agar kita tetap bersemangat untuk mencari berbagai cara agar mampu menyelesaikan masalah tersebut.

Orang gagal, tidak memiliki semangat untuk bertahan; mereka mudah menyerah dan meninggalkan masalah tidak terselesaikan. Manakah yang Anda pilih: menjadi orang sukses atau orang gagal?

Kamis, 01 Desember 2011

Makna Sahabat [SKDAG781]

Sahabat memberikan lilin pada saat gelap, memberikan nasi pada saat lapar, memberikan air pada saat haus, dan memberikan penghiburan pada saat sedih.

Sahabat memiliki arti yang lebih mendalam daripada sekedar teman, bahkan seringkali sahabat sejati juga lebih berarti dibandingkan dengan seorang saudara. Sahabat sejati akan mengorbankan semua miliknya untuk membantu kita.

Marilah kita menjadi sahabat sejati bagi setiap orang di sekeliling kita. Berilah semua yang mereka butuhkan, karena semua yang ada pada kita adalah dari Tuhan, dan Dia memberikan kepada kita dengan gratis, untuk itu sudah selayaknya kita sekarang membalas-Nya dengan jalan menolong sesama.
Berikanlah lilin kepada teman-teman kita yang sedang kegelapan, karena mereka sedang kalut sehingga tidak melihat jalan yang ada di depannya. Berikan nasi pada mereka yang lapar dan berikan air pada mereka yang haus, artinya bukan sembarang memberi, tetapi memberi sesuai dengan yang mereka perlukan. Kepada mereka yang sedih, kita pun dapat memberikan penghiburan kepada mereka, sehingga mereka dapat bersyukur atas semua yang telah terjadi. Marilah kita menjadi terang dan menjadi garam bagi sesama, sehingga mereka dapat melihat sekelilingnya dan merasakan hal yang bermanfaat dalam dirinya.