Kamis, 11 Agustus 2011

Manfaat dari Harapan … [SKDAG754]

Mereka yang sehat memiliki harapan. Dan mereka yang memiliki harapan adalah mereka yang memiliki segalanya.

Bila kita hidup dengan tidak memiliki harapan, maka hidup kita menjadi hampa, tidak ada motivasi dan tujuan lagi. Misalnya saat dokter memvonis bahwa Anda menderita sakit parah dan hidup Anda paling hanya sekitar tiga bulan lagi. Bila Anda merasa tidak ada harapan untuk hidup lagi, sehingga Anda menjadi putus asa, maka sebelum tiga bulan pun rasanya Anda sudah meninggal dunia.

Tetapi bila Anda tetap memiliki harapan bahwa Tuhan akan memberikan yang terbaik, maka Anda pun tetap semangat dalam menjalankan hidup. Bahkan mungkin hidup Anda jalankan dengan lebih bermakna, sehingga Anda termotivasi untuk membuat suatu karya terakhir yang luar biasa. Dengan harapan dan motivasi seperti itu, ternyata setelah tiga bulan ternyata mungkin Anda masih segar, dan bahkan mungkin saja Anda mengalami kesembuhan yang luar biasa. Yang terpenting dalam mengarungi badai kehidupan ini, percayalah bahwa selalu ada harapan.

Jelas harapan merupakan segalanya; bila kita memiliki harapan maka kita memiliki segalanya, sedangkan tanpa harapan, maka semuanya pun sia-sia. Memang harapan merupakan salah satu faktor utama dalam hidup kita selain iman dan kasih. Marilah kita miliki ketiganya: iman, harapan, dan kasih.

Senin, 08 Agustus 2011

Konsisten dan Tegas [SKDAG326]

Katakan YA untuk semua kebaikan dan katakan TIDAK untuk semua bentuk kejahatan. Jadilah orang yang konsisten dan tegas.
(Marthin Luther King).

Sejak kecil, kita sudah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Tetapi dalam pelaksanaannya seringkali kita tidak dapat lagi membedakan antara kebaikan dengan kejahatan; maksud hati ingin berbuat baik, tetapi yang terjadi kita berbuat sebaliknya. Hal ini menunjukkan bahwa kita tidak konsisten dan tidak tegas.

Konsisten berarti tidak berubah-ubah, taat asas, keselarasan antara perbuatan dengan ucapan, sedangkan tegas berarti tidak main-main, sesuai dengan aturan, tidak plin-plan. Kita dapat melihat bahwa konsisten dan tegas memiliki persamaan makna, yaitu tidak berubah-ubah, sesuai dengan aturan atau ketentuan, dan perbuatan yang selaras dengan ucapan.

Kedua hal inilah, konsisten dan tegas, yang perlu kita terapkan dalam kehidupan kita; bila tidak maka kita akan menjadi bahan tertawaan orang lain. Misalnya seorang pemimpin yang menyatakan untuk melakukan pemberantasan korupsi, tetapi saat ada teman atau saudaranya yang korupsi, ia tidak melakukan tindakan apa pun, maka jelas ia seorang pemimpin yang plin-plan.

Memang tidak mudah untuk menjadi manusia yang konsisten dan tegas, tetapi kita dapat memulainya dari hal-hal yang kecil, misalnya kita konsisten dan tegas terhadap berbagai ajaran agama dan ketentuan moral. Sehingga akhirnya, seperti yang dikatakan Marthin Luther King, kita mampu untuk mengatakan “ya” pada setiap kebaikan dan mengatakan “tidak” untuk setiap kejahatan.

Minggu, 07 Agustus 2011

Mensyukuri yang Sudah Kita Terima [SKDAG753]

Tidak mudah mencapai impian/tujuan, tetapi lebih sulit mempertahankan yang sudah ada. Marilah belajar menerima apa adanya dan selalu berpikir positif.

Setiap manusia perlu memiliki impian atau tujuan, karena hal ini merupakan sasaran yang ingin diwujudkannya pada masa mendatang. Memang tidak mudah untuk mencapai impian atau tujuan tersebut; kita perlu mengerahkan segenap sumberdaya yang kita miliki, misalnya dengan belajar dan bekerja keras, melakukan analisis atas setiap persoalan yang muncul, lalu menyelesaikannya, serta tidak lupa untuk berserah kepada Tuhan. Akhirnya …, impian tersebut dapat kita realisasikan. Nah … selanjutnya apa yang kita lakukan?

Banyak manusia yang tidak pernah puas atas segala hal yang telah diperoleh atau dimilikinya; ia selalu membandingkan dengan milik orang lain dan kemudian menjadi iri hati. Walau impiannya sudah terwujud, orang seperti ini tidak pernah bersyukur, karena ia tidak pernah puas. Manusia memang tidak boleh statis, setelah ia memperoleh impiannya memang ia perlu membuat impian baru dan berusaha untuk meraihnya kembali. Tetapi semua yang telah diperoleh, perlu kita syukuri dan mengucapkan terimakasih kepada Tuhan yang telah mewujudkannya.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1, bila memungkinkan kita perlu terus meningkatkan diri ke jenjang S2, bahkan S3; hal ini merupakan suatu hal yang bagus sekali. Tetapi bila Anda sudah memiliki sebuah mobil, lalu karena melihat tetangga memiliki mobil baru, Anda pun ingin memiliki mobil lagi. Bila Anda membeli mobil baru lagi hanya karena gengsi atau memaksakan diri untuk membelinya, maka yang rugi adalah diri Anda sendiri. Syukurilah mobil yang sudah ada, dan bila memang diperlukan, kumpulkan dana yang cukup untuk membeli mobil ke dua.

Bila seorang suami yang telah memiliki istri, atau sebaliknya, pada suatu saat memiliki masalah dengan pasangannya, apakah ia perlu mencari pasangan baru? Tentu saja hal tersebut bukan suatu solusi yang baik, karena pasangan baru belum tentu lebih baik dari yang lama. Yang perlu kita lakukan adalah bersyukur atas pasangan yang telah mendampingi selama ini dan melakukan pemulihan hubungan, agar dapat menjadi harmonis kembali.

Sabtu, 06 Agustus 2011

Teladan, Contoh, dan Bicara [SKDAG325]

Teladan dan contoh nyata penting, tetapi bicara yang powerful juga penting.
Teladan dan contoh sudah pasti, tetapi tanpa bicara, kepemimpinan Anda pasti tidak jalan.

Semua orang pada dasarnya adalah pemimpin, ia menjadi pemimpin di keluarganya, pemimpin bagi adik-adiknya, atau minimal ia adalah pemimpin bagi dirinya sendiri. Ada beberapa hal yang dibutuhkan anak buah dari seorang pemimpin, misalnya teladan dan contoh. Pemimpin perlu memberikan teladan dan contoh tindakan yang perlu dan boleh dilakukan oleh anak buahnya; selain itu, hal ini pun memberitahu bagaimana cara melakukannya.

Tetapi apakah anak buah perlu mencontoh dan meneladani pemimpinnya secara penuh? Tentu saja tidak, karena pemimpin pun mungkin melakukan tindakan yang salah; yang tentu saja tidak perlu dijadikan teladan atau contoh.

Nah … disinilah dibutuhkan petunjuk dalam bentuk kata-kata dari seorang pemimpin; ia yang harus menjelaskan mana tindakan yang perlu dan mana tindakan salah yang tidak perlu diteladani. Seorang pemimpin perlu berbicara untuk melakukan hal ini; tanpa bicara kepemimpinan kita pasti tidak jalan.

Jadi teladan dan contoh itu penting bagi seorang pemimpin, tetapi tidak boleh lupa untuk menjelaskan dengan kata-kata kepada anak buahnya. Marilah kita terapkan hal ini untuk menunjang fungsi kepemimpinan kita.

Jumat, 05 Agustus 2011

Pamrih, Pasrah dan Ikhlas [SKDAG752]

Memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi sesama TANPA PAMRIH merupakan sikap yang bijaksana dan penuh dengan pahala.

Pamrih berarti memiliki maksud yg tersembunyi atau melakukan sesuatu untuk memperoleh keuntungan pribadi, sedangkan pasrah berarti berserah diri, menyerahkan sepenuhnya, tidak mengharapkan apa pun, dan ikhlas berarti bersih hati atau tulus hati.

Banyak orang melakukan sesuatu dengan pamrih, misalnya Ali mau membantu orang tuanya mengantarkan makanan ke tetangga karena ia ingin dibelikan mainan baru atau seorang caleg memberikan uang dengan harapan ia memperoleh suara dari orang tersebut. Bila harapan yang diinginkannya tidak tercapai, maka pasti orang tersebut kecewa dan marah. Jelas ia pun tidak mendapatkan pahala apa pun atas perbuatannya.

Sebaliknya, bila kita memiliki sikap yang bijaksana, marilah kita melakukan sesuatu tanpa pamrih. Misalnya saat kita memberi bantuan kepada seseorang yang sedang tertimpa musibah, tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Kita perlu berpasrah dan ikhlas, berikan dengan rela, tulus, dan penuh sukacita, tanpa mengharapkan imbalan apa pun. Hal inilah yang memberikan pahala bagi diri kita.

Bila Anda mendapatkan suatu tugas tertentu, sebelumnya Anda dapat melakukan negosiasi untuk mendapatkan hak Anda. Setelah itu merupakan kewajiban Anda untuk melaksanakannya dengan baik, tanpa pamrih, pasrah, dan penuh keikhlasan, tanpa mempersoalkan kembali hak yang telah Anda sepakati. Sangat tidak benar, bila seorang karyawan melakukan kewajibannya dengan setengah hati, karena merasa gajinya terlalu kecil; seharusnya bila ia merasa gajinya kecil, mengapa ia tidak berhenti saja dan mencari pekerjaan lain?

Kamis, 04 Agustus 2011

Mau dan Mampu! [SKDAG324]

Anda tidak perlu ahli untuk mulai melakukan sesuatu karena Anda membangun keahlian itu dengan melakukannya. Dengan MAU, maka Anda menjadi MAMPU.

Mau merupakan kata yang terkait dengan minat dan motivasi, sedangkan mampu terkait dengan kepakaran atau keahlian dalam suatu bidang tertentu. Manakah di antara ke dua hal tersebut yang lebih penting untuk memulai suatu tindakan? Bila ada orang yang mau dan memiliki kemampuan, maka orang ini memang sudah memiliki kapasitas yang luar biasa; ia tinggal melangkah saja.

Dan yang paling parah, tentu saja saat ada orang yang tidak mampu, serta sekaligus tidak mau. Orang seperti ini memang merupakan calon terburuk untuk hal yang kita tawarkan. Lalu bagaimana bila ada dua calon, yang pertama memiliki kemampuan tetapi tidak ada kemauan, sedangkan yang kedua belum memiliki kemampuan tetapi memiliki kemauan? Manakah yang kita pilih?

Calon pertama memang memiliki kemampuan, artinya ia telah memiliki kompetensi dalam bidang tersebut. Tetapi bila ia tidak memiliki kemauan, maka ia tidak akan menggunakan kemampuannya untuk mendapatkan hasil terbaik. Calon kedua memang belum memiliki kemampuan, tetapi bila ia memiliki kemauan, maka ia memiliki motivasi untuk belajar dan meningkatkan kemampuannya. Tunggu beberapa waktu saja, maka ia telah dapat melaksanakan tugas tersebut. Contoh yang jelas adalah Kungfu Panda; dengan semangat tinggi akhirnya ia mampu menguasai kungfu secara luar biasa. Jelas dengan memiliki kemauan, maka kita segera menjadi mampu.

Selasa, 02 Agustus 2011

Mari Ciptakan Kedamaian … [SKDAG751]

Mari ciptakan damai di bumi dengan jalan:
* hilangkan kebencian dan dendam.
* kasihi semua orang.
* berikan kata-kata indah penuh pujian, persahabatan, dan keramahan.
* pelihara dan tata alam ciptaan Tuhan.

Sungguh alangkah indahnya bila dunia ini penuh dengan kedamaian. Bayangkan semua suku bangsa saling mengasihi, pepohonan tumbuh menghijau, air sungai mengalir dengan jernih, burung-burung berkicau dengan merdunya, dan seluruh alam semesta tenang serta saling mendukung; nah inilah suasana yang penuh dengan damai.

Mengapa dunia tidak damai? Semua menjadi kacau karena berbagai kedagingan yang ada dalam diri manusia, misalnya nafsu serakah, iri, tinggi hati, dengki dan lain sebagainya. Karena ego dan ingin menang sendiri, maka akhirnya dunia penuh dengan pertentangan dan penderitaan; pihak satu tidak mau mengalah terhadap pihak yang lain.

Nah untuk menciptakan kedamaian di dunia, maka kita perlu memulainya dari diri kita sendiri, yaitu dengan jalan menghilangkan kebencian dan dendam serta mau memaafkan semua kesalahan orang lain terhadap diri kita. Tidak mudah, tetapi bukan berarti tidak dapat dilakukan; dengan berserah kepada Tuhan, maka kita mampu melakukan hal ini. Langkah pertama ini kita lanjutkan dalam bentuk kasih kepada semua orang, yang kita lakukan dalam bentuk memberikan kata-kata yang indah, penuh pujian, persahabatan, dan dengan penuh keramahan.

Selain itu kita juga perlu untuk menjaga semua tata alam ciptaan Tuhan, yaitu dengan menjaga keseimbangan di alam ini, misalnya tidak menebang pohon sembarangan, tidak membuang sampah di sungai, dan tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya bagi tumbuhan dan hewan.
Jadi mari kita ciptakan kedamaian saat ini juga, dimulai dengan komitmen pada diri sendiri.