Kemampuan dan daya tahan yang kita miliki pasti ada batasnya, oleh karena itu cara hidup kita perlu menyesuaikan diri dengannya. Misalnya seorang lulusan S1 yang biasa-biasa saja hampir dipastikan tidak mungkin untuk mendapatkan gaji sekitar Rp. 20 juta per bulan saat pertama kali bekerja. Demikian juga dengan seseorang yang setiap hari mampu berlari 5 km, maka ia tidak mungkin meningkatkan menjadi 10 km dalam waktu singkat. Ke dua contoh di atas menggambarkan bahwa mereka memiliki nafsu atau semangat yang besar, tetapi tenaganya kurang.Kemampuan akan meningkat bila kita mau terus berlatih meningkatkan diri. Hal ini memungkinkan kita untuk meningkatkan cara hidup kita sehingga menjadi lebih baik. Tentu saja dalam hal ini kita perlu melakukannya secara konsisten, dan biasanya membutuhkan waktu, tidak terjadi secara instant.
Di sisi lain, cukup berbahaya juga bila kita memiliki tenaga atau kemampuan yang besar, tetapi tidak memiliki semangat atau nafsu; akibatnya semua kemampuan yang ada menjadi hilang percuma. Yang ideal adalah keseimbangan antara kemampuan dengan semangat; sehingga dapat dikatakan “Nafsu Besar Tenaga Memadai”.





Kebahagiaan dan kekecewaan atau penderitaan sebenarnya hanya berbeda tipis. Mari kita simak cerita berikut. Seorang janda yang ditemani satu anak laki-laki remaja merasa berbahagia karena ia dapat menghidupi keluarganya dengan memanfaatkan seekor kuda miliknya. Suatu hari, karena mereka tinggal di tepi hutan, kuda tersebut hilang, lari ke dalam hutan; hal ini tentu menyebabkan si ibu menjadi kecewa karena ia mengkuatirkan kehidupan keluarganya. Tetapi beberapa hari kemudian, pagi-pagi sekali si ibu mendengar suara ringkikan kudanya dan saat ia keluar, ternyata si kuda sekarang membawa pasangannya, seekor kuda liar dari hutan. Sekarang si ibu bersyukur dan merasa berbahagia karena terbayang bahwa penghasilannya akan meningkat dengan memiliki dua ekor kuda.