Minggu, 10 April 2011

Fungsi Doa [SKDAG710]

Doa bukanlah "ban serap" yang dapat kita gunakan saat menghadapi masalah, tetapi "kemudi" yang menunjukkan arah yang tepat.

Banyak orang yang baru berdoa setelah mereka menghadapi masalah, terutama masalah yang berat. Setelah semua usaha manusia tidak berhasil, barulah mereka mengutarakan doa, sebagai ban serep atau senjata pamungkas, kepada Tuhan agar masalah tersebut dapat segera diatasi. Hal ini tentu saja tidak tepat, kita baru datang menghadap Tuhan saat kepepet dan tidak memiliki harapan lagi; dalam hal ini Tuhan itu (maaf …) dianggap sebagai pembantu yang dapat kita perintah setiap saat.

Doa merupakan sarana berkomunikasi antara manusia dengan Tuhan; di dalamnya kita dapat menyampaikan keluhan, permohonan, tetapi jangan lupa juga untuk bersyukur, memuji, dan mohon ampun kepada-Nya. Selain kita yang berbicara, kita pun perlu menyediakan waktu untuk Tuhan berbicara. Siapkanlah hati untuk mendengarkan pesan dan amanat-Nya kepada kita.

Melalui doa, Tuhan akan memberikan petunjuk jalan untuk menghadapi masa depan. Jadi doa berfungsi sebagai kemudi atau kompas yang menunjukkan perjalanan hidup kita ke arah masa depan. Jadi marilah kita berdoa dengan benar kepada-Nya …

Kamis, 07 April 2011

Jangan Lupakan Sahabat Lama … [SKDAG709]

Sahabat lama emas dan sahabat baru berlian.
Jika kamu mendapat sebuah berlian, jangan lupakan emas, karena untuk mempertahankan sebuah berlian, kamu selalu memerlukan dasar emas.

Banyak orang saat memiliki teman atau sahabat baru, maka ia melupakan sahabat lamanya. Hal ini tentu saja tidak boleh terjadi karena sahabat lama merupakan teman seperjalanan yang telah jatuh bangun bersama Anda. Tanpa sahabat, kita mungkin tidak dapat mencapai kondisi seperti saat ini; bahkan mungkin saja sahabat baru kita pun didapat karena pengaruh dari sahabat lama.

Ada pribahasa yang mengatakan “jangan seperti kacang yang lupa akan kulitnya", demikian juga kita hendaknya tidak pernah melupakan bahwa keberhasilan kita saat ini pun bukan karena kehebatan diri kita sendiri, tetapi akibat banyak faktor. Yang terutama jelas adalah ijin, persetujuan, dan berkat yang berasal dari Tuhan; tanpa peran serta Tuhan pasti semua rencana kita dalam jangka panjang akan mengalami kegagalan dan kekacauan. Kedua dukungan dari keluarga, sahabat, dan orang-orang yang dekat dengan kita; hal ini pun jelas sangat membantu seluruh usaha yang kita lakukan. Ketiga barulah usaha, motivasi, dan kemampuan kita untuk mewujudkan semua rencana untuk mencapai keberhasilan tersebut.

Jadi janganlah kita menjadi sombong dan lupa akan asal-usul kita; marilah selalu kita bersyukur atas semua hal yang telah kita alami. Tetaplah rendah hati, berdoa senantiasa, dan bersemangatlah setiap saat.

Rabu, 06 April 2011

Menjalani Hidup ... [SKDAG275]

Hidup ini kumpulan langkah, dan setiap langkah menuju ke akhir yang menyenangkan dan memberi kebahagiaan. Biarkan kasih ada di hatimu dan menjadi guide menuju ke suksesmu.

Hidup ini kita jalani langkah demi langkah, dengan tujuan untuk mencapai tujuan akhir yang penuh dengan sukacita dan kebahagiaan. Tanpa tujuan yang jelas, maka langkah tersebut akan membuat kita mencapai tujuan yang salah atau tidak diinginkan. Untuk itu marilah tentukan tujuan hidup kita yang jelas dan sesuai dengan passion kita masing-masing.

Langkah tersebut kadang berat, kadang ringan; saat hidup kita sedang mendaki, penuh perjuangan untuk mengatasi berbagai masalah, kita perlu melangkah dengan lebih berat dan pelan-pelan. Tetapi langkah kita menjadi lebih ringan, saat menempuh jalan datar atau menurun, yaitu pada saat hidup kita sedang dipenuhi kesuksesan, kebahagiaan, dan suka cita.

Pada saat langkah berat ataupun ringan, marilah kita tetap melangkah penuh dengan kasih, yang membuat langkah-langkah kita menjadi lebih mantap dan pasti kita mencapai tujuan yang tepat, tidak akan salah jalan. Marilah jalani hidup dengan penuh sukacita dan melangkah pasti dengan penuh kasih ....

Selasa, 05 April 2011

Menikmati Hidup [SKDAG708]

Hidup ini sementara. Jika berjalan baik, nikmatilah, karena tidak akan bertahan selamanya. Jika berlangsung salah, jangan kuatir, karena juga tidak akan bertahan lama.

Berapa lamakah kita hidup? Rata-rata usia manusia Indonesia menurut Indeks Pembangunan Manusia Indonesia tahun 2004 dari UNDP adalah 67.2 tahun, dan berada di ranking 108, sedangkan ranking 1 adalah Jepang dengan usia 82.2 tahun (sumber http://www.newsindo.com/beasiswa/undp1.pdf) .

Dari http://nagapasha.blogspot.com/2010/05/umur-manusia-modern.html, ternyata menurut Dr. Toben Deill, Presiden dari “International Association of Gerontology” di Keponhagen, Denmark, seseorang dapat mencapai usia 120 tahun. Dr. Barts mengatakan bahwa manusia itu dapat hidup sampai 150 tahun; sedang menurut dr. C.M. McCoy, dari Cornel University, umur manusia itu dapat mencapai 140 tahun. Penemuan bahwa seharusnya manusia dapat hidup sampai usia antara 120 – 140 tahun ini sangat mengejutkan dan agak bertentangan dengan kenyataan.

Dalam kehidupan yang relatif singkat ini, maka marilah kita memanfaatkannya secara optimal. Kita perlu selalu bersukacita dan bersyukur atas segala hal yang kita alami dalam menjalani hidup ini. Bila kehidupan ini sedang berjalan baik dan penuh keberhasilan, nikmatilah kondisi tersebut dengan terus bersyukur kepada Tuhan, karena memang tidak akan bertahan lama.

Tetapi saat hidup sedang berada di bawah pun, janganlah kuatir, karena hal ini pun tidak berlangsung lama. Yang penting kita terus berusaha dengan segenap hati dan berserah pada kehendak-Nya. Marilah kita manfaatkan hidup kita agar bernilai, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi kepentingan sesama kita.

Senin, 04 April 2011

Kecil Menjadi Besar! [SKDAG274]

Jarang sekali hal besar terjadi karena suatu yang besar dan mendadak, tetapi berdasarkan hal kecil yang dilakukan terus menerus secara kontinu. Karena itu gigihlah dalam melakukan pekerjaaan!

Untuk mencapai sesuatu, kita membutuhkan proses yang sering kali melibatkan jatuh dan bangun, sukses dan gagal. Keberhasilan jarang sekali diperoleh dalam sekejap mata, tetapi merupakan hasil kerja keras terus menerus yang dilakukan tanpa mengenal lelah dan putus asa.
Kegagalan merupakan suatu hal yang lumrah dan manusiawi, tetapi setelah itu kita harus bangun kembali, dan dengan semangat pantang menyerah, kita lakukan kembali proses tersebut tetapi tentu saja dengan cara yang berbeda.

Proses tersebut akan menghasilkan suatu keberhasilan, yang pasti dimulai dengan skala kecil. Misalnya untuk menjadi juara internasional, kita memulainya dengan menjadi juara kabupaten, lalu meningkat menjadi juara propinsi, juara nasional, dan akhirnya menjadi juara internasional. Mulailah dengan langkah kecil, yang bila diulang-ulang dan ditingkatkan akan menjadi semakin besar dari waktu ke waktu.

Janganlah berpikira ’instant’, ingin berhasil dalam waktu sekejap, karena hal ini menyebabkan kita menjadi putus asa dan tidak mau maju lagi. Kita membutuhkan kegigihan untuk melangkah selangkah demi selangkah. Jadi marilah kita maju terus, berani menghadapi berbagai tantangan dan ... jangan pernah menyerah!

Sabtu, 02 April 2011

Proses Pertemanan [SKDAG707]

Pertemanan itu seperti sebuah buku; hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk membakarnya, tapi butuh waktu tahunan untuk menulisnya.

Untuk mencari seorang sahabat dibutuhkan waktu yang lama, sedangkan mencari musuh dapat dilakukan dalam waktu yang sangat singkat. Untuk mencari musuh yang banyak, dibutuhkan waktu sekejap, sedangkan untuk mencari sahabat yang cocok dan dapat dipercaya dibutuhkan waktu yang lama.

Untuk mendapatkan sahabat sejati membutuhkan proses yang tidak mudah dan waktu yang tidak sedikit. Hal ini dapat diibaratkan dengan proses menulis sebuah buku yang mungkin membutuhkan waktu beberapa tahun. Tetapi untuk menghancurkan sebuat buku hanya butuh waktu sekejap saja. Hal yang sama terjadi bila kita memutuskan tali pertemanan; hal yang kecil dalam waktu singkat dapat mewujudkan hal tersebut.

Jadi teman atau sahabat yang sudah ada janganlah disia-siakan, tetapi teruslah mempererat hubungan dengan jalan membangun empati, saling memperhatikan, dan saling mengasihi. Ingatlah bahwa persahabatan merupakan suatu investasi yang sangat berharga.

Jumat, 01 April 2011

Raih Kesempatan yang Ada! [SKDAG273]

Jangan sia-siakan kesempatan yang ada di depan mata. Tindaklanjuti segera sambil memperbaiki kekurangan yang masih ada. Pacu diri agar lebih semangat untuk meraihnya.

Kesempatan itu tidak datang dua kali. Bila kita menyia-nyiakan kesempatan itu maka hanya kegagalan yang kita alami. Jangan takut dan kuatir untuk meraih dan memanfaatkan kesempatan yang ada. Bila kita tidak meraihnya, maka kita pasti gagal, tetapi bila kita meraihnya maka masih ada peluang untuk berhasil. Janganlah diri kita dikendalikan oleh pikiran, tetapi kitalah yang harus mengendalikan pikiran; jadi buanglah pikiran negatif – rasa takut dan kuatir, itu jauh-jauh, serta bangkitkan pikiran positif serta bangkitkan sugesti dengan mengatakan “Yes, I can” atau “Saya pasti bisa!”.

Bila dari segi ketrampilan atau pengetahuan kita masih memiliki kekurangan, maka janganlah ragu untuk terus memperbaiki diri, sehingga bila ada kesempatan lain, maka kita dapat memanfaatkannya dengan lebih optimal. Saat kita berhasil memanfaatkan kesempatan yang ada maka motivasi kita pun akan meningkat, sehingga kita menjadi lebih semangat untuk memacu diri dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

Janganlah ragu dengan kemampuan diri sendiri; bangkitkan keyakinan dan raih setiap kesempatan yang ada dengan penuh perhitungan, serta percayalah bahwa kesuksesan segera dapat kita raih. Amin …