Sabtu, 08 Januari 2011

Menolong Tanpa Pamrih! [SKDAG674]

Untuk menolong, jangan tunggu kesempatan besar dan disorot banyak orang. Temukan kesempatan kecil setiap hari untuk berbuat baik tanpa perlu diperhatikan orang (Sally Koch).

Saat kita melakukan suatu tindakan, kita perlu berpikir “bagaimana nanti”, agar tidak menyesal pada masa depan. Tetapi saat kita ingin bertindak baik, misalnya menolong orang lain, yang relatif tidak memiliki resiko, maka lakukanlah tindakan tersebut dengan segera tanpa perlu berpikir terlalu lama.

Banyak orang, terutama yang terkait dengan pencitraan diri dan politik, memberikan pertolongan atau bantuan dengan pamrih, yaitu agar mereka disorot berbagai media massa, sehingga perbuatan mereka ini diketahui banyak orang, dan memberi dampak positif bagi dirinya. Misalnya partai tertentu, yang biasanya tidak pernah kedengaran aktivitasnya, tiba-tiba muncul saat memberikan bantuan pada korban bencana alam; mereka membawa berbagai spanduk besar yang menunjukkan identitasnya agar terlihat saat disorot kamera.

Ada orang-orang yang pada saat dibutuhkan tidak nampak batang hidungnya, tetapi bila ada momen yang dapat menampilkan dirinya, ia menjadi orang nomor satu. Nah hendaknya kita tidak perlu seperti orang itu. Tetapi marilah kita memberikan bantuaan tanpa perlu diketahui orang lain; apa yang diperbuat tangan kanan tidak perlu diketahui oleh tangan kiri. Yang penting kita memberi bantuan tanpa pamrih; lakukan berbagai hal yang kecil sekarang juga bila hal itu bermanfaat bagi orang lain.

Jumat, 07 Januari 2011

Pentingnya Informasi! [SKDAG673]

Mengetahui kapan seseorang dapat atau tidak dapat bertempur adalah kemenangan. Mengetahui cara menggunakan yang banyak dan yang sedikit adalah kemenangan (Sun Tzu).

Keadaan sebenarnya yang kita dapat adalah data, sedangkan informasi adalah data yang telah diolah sehingga memiliki nilai tambah, berupa makna atau arti yang diperoleh; informasi ini menjadi dasar bagi pengambilan keputusan yang tepat.

Tanpa informasi, kita sulit membuat keputusan, tetapi dengan informasi yang akurat maka keputusan kita pun menjadi lebih tepat. Jadi sebelum membuat keputusan, maka sebaiknya kita mengumpulkan data dan mengolahnya menjadi informasi yang bermakna.

Hal inilah yang ditekankan oleh Sun Tzu, ahli perang jaman Tiga Kerajaan di Cina. Untuk meraih kemenangan dalam suatu pertempuran dibutuhkan banyak informasi, misalnya informasi apakah musuh dapat bertempur atau tidak, informasi mengenai penggunaan sumber daya secara tepat, tidak berkekurangan tetapi juga tidak berlebih.

Prinsip-prinsip yang diterapkan Sun Tzu pada jaman tersebut, ternyata tetap dapat berlaku dalam persaingan antar negara, atau antar perusahaan dalam bisnis. Jadi jangan remehkan informasi, karena ia merupakan salah satu dasar kemenangan kita. Amin …

Rabu, 05 Januari 2011

Tindakan, bukan Perkataan! [SKDAG238]

Orang mungkin meragukan kata-kata Anda. Tetapi mereka mempercayai tindakan yang telah Anda lakukan. Jadi ... janganlah menjadi NATO (No Action Talk Only) !

Mengucapkan kata-kata itu sangat mudah; hal ini banyak dilakukan hanya untuk menyenangkan atau membohongi orang lain. Karena itu banyak muncul istilah, seperti “janji palsu”, “memang lidah tidak bertulang”.

Untuk menjadi manusia yang bertanggungjawab, maka kita hendaknya tidak mudah berkata-kata, tetapi mudah melakukan tindakan untuk mewujudkan keinginan kita. Kita perlu belajar mengendalikan mulut dan lidah agar tidak terlalu mudah untuk mengumbar janji; kita perlu berani untuk mengatakan “tidak” terhadap berbagai hal yang memang tidak sesuai dengan diri kita atau yang memang tidak dapat kita laksanakan.

Di sisi lain, bila kita telah mengucapkan janji, maka kita perlu terus berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Memang belum tentu berhasil, tetapi tindakan yang telah kita lakukan menunjukkan tekad kita sehingga orang lain pun menjadi percaya.

Kita juga perlu menyadari bahwa sudah menjadi sifat manusia yang baru percaya dan yakin jika telah melihat buktinya. Untuk itu kiranya setiap saat kita perlu selalu siap action.

Senin, 03 Januari 2011

Yes, We Can! [SKDAG672]

Jangan takut menghadapi permasalahan hidup karena di dalam Tuhan selalu ada harapan. Dengan pertolongan-Nya kita pasti sanggup. Yes, we can (Bambang Nur).

Sebagai manusia, kita lemah, tidak berdaya, cepat putus asa saat masalah menghadang kita. Banyak orang yang mengambil jalan pintas saat tidak berdaya lagi menghadapi masalah, baik penyakit, perekonomian, maupun keluarga, misalnya dengan lari ke minuman keras, narkoba, bahkan tidak sedikit yang bunuh diri.

Lihatlah gambar di atas, orang itu adalah Oscar Pistorius¸ pemecah rekor dunia lari dan peraih 3 medali emas Olimpiade tahun 2008. Lihatlah kakinya … ternyata telah diamputasi sejak usia 11 bulan. Ia terpilih sebagai salah satu orang paling berpengaruh pada tahun 2008. Marilah kita belajar dari Oscar, yang meskipun menderita cacat, tetapi tidak pernah mengalah terhadap keadaan. Ia terus berusaha dan meraih prestasi yang terbaik.

Saat masalah menghadang hidup kita, janganlah mengandalkan kekuatan manusia, karena semuanya tidak berguna. Ilmu pengetahuan kita masih terbatas, kepandaian kita masih kurang, kekuatan kita akan habis; semua sumber daya yang ada pada diri kita memiliki keterbatasan. Memang manusia terus mengembangkannya, misalnya dengan menciptakan teknologi baru, obat-obat yang mujarab dan lain sebagainya. Tetapi semua belum cukup, karena teknologi berkembang terus, penyakit baru selalu muncul sehingga pengembangan teknologi, obat-obatan berjalan terus dan membutuhkan waktu yang relatif panjang.

Janganlah takut terhadap masalah tersebut, karena sebagai orang beriman kita memiliki Tuhan yang maha besar. Dia sanggup membantu kita untuk mengatasi semua masalah tersebut. Semua penyakit dapat disembuhkannya, mujizat dapat terjadi setiap saat, dan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Mari kita mengandalkan kekuatan Tuhan yang luar biasa pada saat kita tak berdaya. Datanglah padanya dan ajukan permohonan kita, maka sebagai Tuhan yang maha pengasih, Dia segera akan turun tangan menyelesaikan semua permasalahan yang kita hadapi. Yang perlu kita lakukan adalah berserah dan tetap percaya kepada-Nya. Bersama Tuhan, tidak ada yang mustahil … Yes, we can!

Jadilah Orang Baik! [SKDAG237]

Bila ada orang berbuat jahat kepadamu, ampunilah dia agar jangan ada dua orang jahat. Orang jahat kedua adalah orang yang tidak mau mengampuni.

Hukum jaman dulu adalah ”mata balas mata, tangan balas mata”, artinya lakukan hal yang sama bila kita disakiti. Akibatnya dalam dunia ini yang terjadi adalah hukum balas dendam seperti yang sering kita lihat dalam berbagai film silat. Bila hal ini terjadi maka akhirnya musnah semua.

Mengapa orang itu menyakiti kita? Banyak alasan yang mungkin, pertama mungkin kita yang bersalah lebih dulu, kedua karena dia salah menginterpretasikan maksud kita atau tidak sengaja, dan ketiga mungkin karena ia memang jahat dan mau menyakiti kita. Jadi seringkali hanya perasaan kita yang menyatakan bahwa orang itu telah menyakiti kita, padahal kita tidak tahu alasan atau maksud dia sebenarnya. Kita perlu mengintrospeksi diri kita dan mengumpulkan informasi; jangan langsung mengumpat atau (apalagi) membalas hal yang sama pada orang itu. Bila kita membalas padahal orang itu bermaksud baik, maka jelas kita lah yang berbuat jahat padanya.

Bila memang telah terbukti bahwa orang itu menyakiti kita, maka ampunilah dia dan doakan agar dia mengalami pertobatan. Memang tidak mudah, tetapi dengan berserah pada Tuhan maka semuanya pasti dapat terjadi. Janganlah menuruti emosi untuk membalasnya karena hal itu menunjukkan kita tidak berbeda dengan dia; bila dia (kita nilai) jahat, maka sebenarnya kita pun jahat. Ubahlah hukum balas dendam menjadi hukum kasih, karena hal ini tidak membuat ada dua orang menjadi jahat!

Minggu, 02 Januari 2011

Manajemen Kehidupan [SKDAG671]

Jangan takut bahwa hidup anda akan berakhir, melainkan takutlah bahwa hidup anda tidak pernah dimulai (Cardinal Newman).

Hidup memang kita jalani hanya satu kali, karena itu kehidupan ini perlu kita jalani dengan sebaik mungkin. Saat manusia lahir, banyak orang di sekeliling kita yang tersenyum atau tertawa bahagia karena seseorang yang hebat dengan berbagai potensi telah hadir di dunia.

Tetapi setelah bayi itu bertumbuh, ternyata ia tidak tumbuh sesuai harapan, banyak potensinya yang hilang atau mati sebelum berkembang. Banyak kemungkinan yang menyebabkan hal ini terjadi, salah satu penyebab utamanya adalah karena ia tidak pernah memanfaatkan potensi tersebut. Ia tidak pernah memulai hidupnya sendiri secara nyata, karena hanya ketakutan atau kekuatiran yang ada di pikirannya.

Hidup perlu dimulai sekarang; jangan ragu untuk memulai sesuatu yang kita impikan pada saat ini juga. Bangunlah niat untuk mewujudkan impian kita, lalu segeralah bertindak untuk melaksanakannya. Jangan takut untuk memulai hidup!

Bila hidup telah kita jalani dengan baik, maka tidak ada yang perlu kita kuatirkan tentang akhir dari hidup kita, yaitu kematian. Dengan hidup baik, jujur, tidak berbuat (banyak) dosa, serta menjalankan iman agama kita dengan sungguh-sungguh, maka yakinlah pintu Surga telah terbuka untuk kita.

Bila saat lahir kita tidak membawa apa pun juga, demikian juga saat kita mati nanti; tidak ada yang dapat kita bawa dari dunia ini. Kehidupan kita menjadi sangat bernilai, bila pada saat kita meninggal nanti banyak orang di sekeliling kita yang menangis karena mereka kehilangan seseorang yang sangat bernilai bagi diri mereka.

Karena itu buatlah kehidupan kita masing-masing menjadi bernilai untuk diri sendiri dengan memanfaatkan semua potensi dan kemampuan yang telah ada pada diri kita. Selain itu tentu saja kehidupan yang kita jalani juga perlu bermanfaat untuk orang lain: keluarga, masyarakat, dan bagi semua umat manusia.

Sabtu, 01 Januari 2011

Belajar dan Praktekkan! [SKDAG236]

Jadi murid berarti selalu belajar dan mempraktekkan yang telah dipelajari karena hanya dengan demikian kamu terus belajar (David Knight).

Salah satu peran yang perlu sering kita perankan dalam kehidupan ini adalah menjadi murid, artinya kita perlu terus belajar, bukan hanya di bangku sekolah atau kuliah, tetapi setiap saat dimanapun kita berada. Janganlah segan-segan untuk belajar, karena banyak hal baru yang belum kita ketahui di sekeliling kita. Mungkin kita tidak dapat mengetahui secara mendalam mengenai semua hal, tetapi bila kita dapat menjadi ahli dalam satu bidang tertentu, maka kita merupakan manusia yang luar biasa.

Semua yang telah kita pelajari, baru merupakan konsep dalam diri kita; selanjutnya kita perlu melakukan semua yang telah kita pelajari, artinya kita mempraktekkannya dalam proses kehidupan kita. Dan jangan lupa setelah kita berhasil, maka sekarang kita dapat memerankan sebagai guru, yang bertugas untuk membagikan hasil yang telah kita pelajari kepada orang-orang lain yang belum mengetahuinya.

Sharing merupakan salah satu metoda untuk membagikan pengetahuan. Dengan berbagi (pengetahuan), maka kita tidak akan kehilangan, malahan pengetahuan kita bertambah karena saat berinteraksi dengan para murid, mereka banyak mengajukan pertanyaan yang menjadi bahan pemikiran kita atau mereka mengajukan pendapat dan pengetahuan mereka yang mungkin juga belum kita ketahui. Jadi dengan menjadi guru, kita juga sekaligus menjadi murid, karena ilmu kita terus bertambah.

Memasuki tahun 2011 ini, marilah kita terus belajar sepanjang masa, tanpa mengenal lelah ...