Selasa, 09 November 2010

Lakukan yang Positif dan Jangan Menyerah! [SKDAG646]

Pilihlah mencintai bukan membenci,
Pilihlah tertawa bukan menangis,
Pilihlah untuk menyembuhkan, bukan melukai,
Pilihlah untuk memberi bukan mencuri.
(O Mandino)

Pada umumnya hal negatif lebih mudah masuk ke dalam pikiran dan menjadi tindakan kita dibandingkan dengan hal yang positif. Karena itu untuk menjadi manusia yang luar biasa kita perlu berbeda, dan memilih hal-hal yang positif untuk kita laksanakan. Untuk melakukannya memang tidak mudah, tetapi dengan proses belajar dan belajar lagi, maka dalam jangkan panjang kita pun dapat melakukannya.

Bila ada orang yang menyakiti, janganlah membencinya tetapi pilihlah untuk tetap mencintainya. Pada saat kita mengalami kegagalan, janganlah menangis, tetapi tertawalah dan bersukacitalah sehingga kita dapat belajar dari kegagalan tersebut. Saat kita disakiti janganlah berusaha untuk membalas dengan melukai orang tersebut, tetapi pilihlah untuk menyembuhkannya dapat belajar dari kegagalan tersebut. Saat kita disakiti janganlah berusaha untuk membalas dengan melukai orang tersebut, tetapi pilihlah untuk menyembuhkannya karena dia sedang menderita sakit, sehingga tindakannya menjadi tidak normal. Dan dalam kekurangan pun janganlah terdorong untuk mencuri, tetapi tetaplah memberi kepada mereka yang lebih membutuhkan.

Masih banyak hal positif yang dikemukan oleh O Mandino, yaitu : pilihlah untuk bertindak bukan untuk menunda, pilihlah untuk bertumbuh bukan membusuk, pilihlah untuk berdoa bukan menyumpahi, dan pilihlah untuk hidup bukan meninggal.


Masih banyak hal positif yang dapat diungkapkan, tetapi yang terpenting mulailah sekarang juga dari dalam diri sendiri. Prinsipnya adalah “Do it, don’t quit!”, berpikir dan melakukan yang positif, jangan menyerah walaupun memang tidak mudah!

Senin, 08 November 2010

Tujuan, Standar, dan Kualitas Hidup [SKDAG208]

Kualitas individu direfleksikan oleh standar yang diterapkan bagi dirinya sendiri dalam kehidupan (Ray Kroc).
Jadi tentukanlah standar hidup yang sesuai dengan cita2mu.

Ada orang yang menyatakan bahwa ia cukup hidup seperti sekarang ini saja. Di satu sisi memang dia mensyukuri kehidupan yang telah dia peroleh, tetapi di sisi lain ia juga tidak memiliki motivasi untuk lebih maju dan meningkatkan kualitas kehidupannya. Contoh lain bila seorang mahasiswa mengatakan bahwa bagi dia cukup lulus ujian saja, nilai C pun tidak apa-apa, tentu berbeda dengan mahasiswa lain yang mengatakan bahwa ia ingin lulus setiap mata kuliah dengan nilai minimal B. Mahasiswa ke-dua jelas akan belajar lebih keras daripada mahasiswa pertama karena ia memiliki standar kelulusan yang lebih tinggi.

Untuk menentukan standar hidup kita masing-masing, memang perlu disesuaikan dengan tujuan hidup. Tujuan mahasiswa ke dua adalah ingin lulus dengan IP minimal 3.25, sedangkan mungkin tujuan mahasiswa pertama adalah meningkatkan karir pekerjaan dan mendapatkan penghasilan yang cukup agar dapat menghidupi keluarganya, karena dia kuliah sambil bekerja, sehingga konsentrasinya terbagi dua dan ia lebih menekankan karirnya.

Memang standar hidup yang kita tentukan menentukan kualitas hidup yang kita peroleh, tetapi standar tersebut ditentukan oleh setiap pribadi sesuai dengan tujuan atau cita-cita yang ingin dicapainya. Jadi standar hidup memang bersifat relatif, tetapi bila tujuan hidup kita kurang menantang atau malahan negatif, maka kita perlu mengubahnya menjadi lebih baik. Mari perbaiki tujuan hidup kita, lalu tingkatkan standarnya, sehingga kita memperoleh kualitas hidup yang sesuai.

Minggu, 07 November 2010

Mari Lakukan Sinergi [SKDAG645]

Saya dapat melakukan yang tidak dapat kamu lakukan, kamu dapat melakukan yang tidak dapat saya lakukan, tetapi kita bersama dapat melakukan hal-hal yang lebih besar daripada yang dapat kita lakukan sendiri-sendiri (Mother Theresa).

Sinergi itu berarti 1 + 1 > 2, sinergi memberikan efek bola salju bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya. Hasil dari sinergi melebihi dari total hasil yang diperoleh dari setiap individu; hal ini dapat dianalogikan demikian dengan sapu lidi. Satu batang sapu lidi dapat dipatahkan dengan mudah, misal dengan tenaga sebesar x, tetapi bila dua puluh batang sapu lidi diikat menjadi satu, maka untuk mematahkannya dibutuhkan tenaga lebih dari 20x.

Sinergi merupakan kebiasaan ke-6 untuk menjadi manusia yang sangat efektif, menurut Steven Covey dalam buku “The Seven Habits of Highly Effective People”. Sinergi dibutuhkan untuk menghasilkan public victory. Jadi untuk menghasilkan sinergi, kita tidak dapat bekerja sendiri, tetapi membutuhkan orang lain untuk diajak bekerja sama.

Hal yang sama pun dikatakan oleh ibu Theresa, setiap orang unik dan memiliki kelebihan masing-masing, dan bila kelebihan yang ada pada diri beberapa orang ini digabungkan maka hasilnya menjadi luar biasa, menghasilkan suatu sinergi. Bila suami memiliki bisnis dan penghasilan yang baik untuk menghidupi keluarga, maka istri dapat konsentrasi untuk mengurus rumah tangga; dengan sinergi dari keduanya maka akan menghasilkan keluarga yang baik dan sehat.

Jadi marilah kita melihat orang lain dari sisi positifnya, sehingga kita dapat melihat kelebihannya. Hal ini merupakan langkah awal untuk membentuk sinergi, baik dalam pekerjaan atau pun lingkungan sosial. Bentuklah sinergi untuk memberikan hasil yang jauh lebih besar ….

Sabtu, 06 November 2010

Menjadi Tangguh ... [SKDAG207]

Tidak ada pelaut ulung yang dilahirkan dari samudra tenang. Ia dilahirkan dari samudra yang penuh terpaan badai, gelombang dan topan. Semua menjadikannya tangguh.

Semua manusia pasti pernah memiliki masalah dalam menjalani kehidupan ini. Janganlah merasa bahwa masalah yang kita hadapi merupakan masalah yang paling berat, karena di luar kita masih banyak orang yang memiliki berbagai masalah yang jauh lebih berat lagi. Yang perlu kita lakukan adalah bagaimana memanaje diri sendiri dan menanggapi masalah secara positif dengan jalan melapangkan dan meluaskan hati untuk menerimanya.

Sebagai ilustrasi, beberapa sendok makan garam akan membuat segelas air menjadi sangat asin, tetapi bila garam yang sama dimasukkan ke dalam kolam, maka relatif tidak mengubah rasa air di kolam tersebut. Jadi hati kita jangan diperkecil hingga hanya sebesar gelas, tetapi perlu diperluas menjadi sebesar kolam, agar masalah, garam tersebut, tidak terasa lagi.

Masalah yang kita alami juga jangan dianggap sebagai suatu cobaan dari Tuhan, karena Tuhan sangat mengasihi dan tidak pernah mencobai umat-Nya. Memang Tuhan mengijinkan masalah tersebut terjadi untuk membentuk dan melatih kita agar menjadi lebih tangguh; tanpa masalah kita menjadi manusia yang statis dan tidak terlatih. Anggaplah masalah tersebut sebagai suatu ujian yang membuat kita menjadi semakin pandai dan semakin hebat, sehingga kita dapat naik tingkat.

Darimana asalnya masalah tersebut? Sebagian besar berasal dari diri kita sendiri; masalah timbul bila keinginan kita tidak sesuai dengan kenyataan yang ada, sehingga kita menjadi kecewa. Masalah juga timbul karena sifat-sifat buruk yang ada pada diri kita sendiri, misalnya kemalasan, tidak dapat mengendalikan diri, tidak jujur, dan lain-lain. Jadi marilah kita kendalikan pikiran dan perasaan kita, selalu bersyukur, dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan ...

Kamis, 04 November 2010

Menebar sebelum Menuai [SKDAG644]

Anda harus menebar sebelum menuai. Seperti juga anda harus memberi sebelum menerima. - Robert Collier

Salah satu hukum alam yang perlu kita perhatikan adalah hukum sebab-akibat. Segala sesuatu yang terjadi tentulah ada penyebabnya. Untuk mendapatkan hasil panenan, petani perlu menanam terlebih dahulu; jadi tidak mungkin kita menuai bila tidak pernah menebar benih. Demikian juga yang sering terjadi dalam hubungan antar manusia, Steven Covey dalam bukunya “The Seven Habits of Highly Effective People”, menyatakan bila kita ingin dipahami oleh orang lain maka kita harus mau memahami orang lain terlebih dahulu.

Banyak manusia yang lebih ingin diberi daripada memberi; manusia yang hanya ingin diberi merupakan manusia yang bermental miskin, karena ia tidak mensyukuri miliknya dan masih terus mengharapkan pemberian dari orang lain. Kita perlu menjadi orang yang bermental kaya, artinya kita memiliki (atau minimal merasa memiliki) banyak hal sehingga kita dapat membagikannya kepada orang lain. Janganlah takut untuk memberi, karena dengan memberi maka kita akan menerima. Contoh sederhana: bila kita memberikan senyum kepada orang lain, maka kita pun menerima senyumannya; orang yang sering memberi bantuan kepada tetangganya, akan menerima bantuan saat dirinya mengalami musibah. Jadi marilah kita memberi dengan tulus, maka kita pun akan menerima kembali secara luar biasa.

Kembali kepada hukum sebab – akibat, ternyata ada satu anomali dari hukum, yaitu hubungan manusia dengan Allah. Dalam hukum dunia bila kita berbuat salah maka kita akan menerima hukuman yang setimpal, tetapi di hadapan Allah, manusia yang telah berbuat dosa, asalkan mau datang menghadap kepada-Nya dan menyesali segala kesalahan, maka Ia akan memberi pengampunan kepada kita. Allah kita adalah Allah yang berbelas kasih, Dia bukan Allah yang pendendam. Marilah datang kepada-Nya untuk memohon ampun dan menerima pengampunan dari-Nya. Amin …

Selasa, 02 November 2010

Pengembangan Diri [SKDAG206]

KENDALIKAN nafsu dalam dirimu, KEMBANGKAN talenta yang TUHAN berikan.
Hal ini akan membentuk dan menghasilkan anda yang luar biasa pada masa mendatang.

Kepribadian merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan keberhasilan seseorang. Tanpa kepribadian yang baik, seseorang sulit untuk mendapat dukungan dari teman-temannya, sebagai akibatnya keberhasilan pun menjauh darinya. Karena itu marilah kita mengembangkan diri, dalam arti kata meningkatkan kepribadian, agar kita menjadi manusia yang luar biasa.

Salah satu faktor terpenting yang harus kita kendalikan adalah nafsu atau emosi. Manusia menjadi lupa daratan pada saat emosi melanda dirinya, misalnya orang yang marah cenderung untuk bertindak kasar dan berteriak dengan kata-kata kotor; saat itu ia melupakan posisi dan kedudukannya, yang penting hanya melepaskan emosinya secara negatif. Nafsu yang tak terkendali jelas akan menyakitkan dan mengecewakan orang lain, dan hal ini pun memberikan dampak negatif kepada diri kita sendiri.

Selain menghindari hal-hal yang negatif, kita pun terus mengembangkan berbagai talenta positif yang telah Tuhan berikan, misalnya kemampuan untuk bernyanyi dapat digunakan untuk menghibur orang banyak, bakat menulis dapat digunakan untuk memberitakan kabar gembira kepada semua orang, dan lain sebagainya. Bila talenta tersebut kita gunakan secara positif, maka maknanya bukan hanya untuk si penerima, tetapi kita pun mendapatkan perasaan senang dan terdorong untuk terus mengembangkan talenta tersebut lebih baik lagi.

Nah ... dengan demikian, kita pun berubah menjadi manusia yang luar biasa, dan siap untuk menghadapi masa depan yang cerah. Selalu optimis dan positif karena banyak hal yang dapat kita lakukan dan kerjakan sekarang, serta banyak hal yang dapat kita raih pada masa mendatang. Amin ...

Senin, 01 November 2010

Pikirkan Masa Depan! [SKDAG643]

Bila Anda tidak pernah memikirkan masa depan, mustahil Anda bisa memilikinya. - John Galsworthy

Ada tiga dimensi waktu yang kita jalani, yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan. Masa lalu telah lewat, kita tidak dapat mengubah yang telah kita alami. Semua hanyalah sejarah yang menjadi bahan evaluasi kita; dari setiap keberhasilan atau kegagalan yang telah kita peroleh, pelajarilah faktor-faktor penyebabnya, sehingga kita dapat membuat keberhasilan yang sama dan tidak mengulangi kegagalan serupa pada masa mendatang.

Masa kini merupakan suatu anugrah atau hadiah (kata present dapat bermakna masa kini atau hadiah), karena itu kita tidak boleh menyia-nyiakannya. Gunakanlah masa kini untuk melakukan berbagai hal yang positif, hindari tindakan yang tidak berguna. Masa kini merupakan jembatan ke arah masa depan; tindakan yang kita lakukan saat ini merupakan persiapan untuk masa depan. Hal ini jelas hanya dapat terjadi kalau kita telah memikirkan masa depan sehingga dapat mempersiapkannya dengan baik.

Tanpa pemikiran, kita tidak dapat membuat rencana tentang masa depan kehidupan kita, dan akibatnya jelas masa depan tetap hanya impian yang tidak dapat kita raih. Bila kita memiliki rencana atau cita-cita untuk menjadi seorang dokter, maka minimal sejak di sekolah menengah, ia telah mempersiapkan diri dengan mendalami pelajaran-pelajaran yang terkait dengan kedokteran. Ia pun telah memilih perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran terbaik, dan jangan lupa ia pun perlu membayangkannya sejelas mungkin. Semua hal ini merupakan persiapan untuk mewujudkan masa depannya. Amin …