Jumat, 07 Mei 2010

Yang Terbaik dari Kehidupan [SKDAG127]

Cara untuk mendapatkan yang terbaik dari kehidupan:
'Hadapi masa lalu tanpa penyesalan, tangani masa kini dengan keyakinan dan siapkan masa depan tanpa rasa takut!"


Semua yang kita alami dalam hidup ini, sejak lahir, saat ini, dan sampai akhir hidup kita kelak, merupakan hal yang berharga. Sejak lahir kita semua telah mendapat anugrah dari Tuhan yang luar biasa, sehingga kita dapat menjalankan kehidupan sampai pada hari ini. Banyak ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang telah kita miliki, pengalaman yang telah kita raih, baik berupa keberhasilan maupun kegagalan. Semua hal tersebut pasti ada manfaatnya bagi keberadaan kita pada saat ini, karena itu kita tidak perlu menyesali pengalaman masa lalu.

Semua yang telah terjadi tersebut terwujud nyata dalam kondisi kita saat ini. Karena itu tanganilah masa kini dengan penuh keyakinan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Dengan persiapan masa kini, maka masa depan akan kita raih dengan kepastian; jadi tidak perlu takut akan masa depan.

Bersyukurlah atas masa lalu, berbuat terbaik untuk saat ini, dan persiapkan demi masa depan yang cerah! Amin!

Otak Bawah Sadar [SKDAG563]

Segala sesuatu yang dikerjakan otak bawah sadar berjalan lancar, efektif dan santai. Volume otak bawah sadar 7 kali lebih besar daripada volume otak sadar.

Secara sederhana otak manusia dapat dibedakan menjadi otak sadar dan otak tidak/bawah sadar, dan ternyata volume otak bawah sadar jauh lebih besar dibandingkan dengan volume otak sadar. Bila otak sadar hanya sekitar 12% dari seluruh otak, maka otak bawah sadar sekitar 88%.

Bila kita melakukan sesuatu dengan harus berpikir dulu, berarti kita melakukannya dengan otak sadar. Misalnya saat kita baru belajar mengendarai motor, maka semuanya dikendalikan dengan otak sadar yang memprogram langkah pertama, kedua, dan seterusnya. Proses yang dilakukan otak sadar membutuhkan konsentrasi, tegang dan kurang atau tidak efektif. Sehingga saat menjalankan motor pertama kali, mungkin motornya melompat atau mesinnya mati; sedangkan pada saat ada orang menyebrang, pengendara menginjak rem mendadak sehingga tidak nyaman bagi orang yang diboncengnya.

Tetapi bila ia telah mahir mengendarai motor tersebut, maka proses menjalankan motor kini telah diambil alih oleh otak bawah sadar. Sekarang semuanya berjalan otomatis, santai, tidak menegangkan, tetapi hasilnya efektif. Pada saat ada orang menyebrang jalan, motor secara otomatis dapat di rem dengan segera, tidak tiba-tiba lagi seperti saat awal belajar.

Banyak hal yang dilakukan oleh otak bawah sadar kita, mulai dari memerintah jantung, paru-paru, dan berbagai organ tubuh lainnya secara otomatis, sampai melakukan berbagai tugas yang sudah menjadi kebiasaan kita. Misalnya coba anda pikirkan waktu anda pakai kemeja setelah mandi, masukkan tangan kanan atau kiri lebih dulu? Nah … sekarang ternyata anda harus berpikir dan membayangkan proses memakai baju, padahal waktu memakai baju kita tidak perlu berpikir lagi, karena sudah dikendalikan otak bawah sadar.

Kamis, 06 Mei 2010

ALLAH yang Maha segalanya ...[SKDAG126]

Di mata ALLAH cinta tidak pernah habis.
Di hati ALLAH pengampunan selalu diberikan.
Di pelukan ALLAH tidak seorangpun merasa sendirian.
Sudahkah kita mengasihiNYA?


Siapakah yang maha segalanya? Ya, pasti Allah yang menciptakan manusia. Allah adalah penguasa segala yang ada di surga dan di dunia, jadi jelas Dia juga adalah penguasa diri kita, dan bagi Dia tidak ada yang mustahil.

Allah adalah sumber cinta yang tidak pernah habis, karena itu bila kita kehabisan cinta sehingga tidak mampu mencintai orang lain, maka datanglah dan mintalah kepadaNya. Sedangkan saat kita berbuat salah, kita pun mohon ampun kepadaNya karena Dia pun adalah sumber pengampunan. Allah kita maha pengampun; Dia bersedia mengampuni dosa kita seberapa pun besarnya, asal kita mau menyerahkan kepadaNya dengan sepenuh hati dan berjanji untuk bertobat secara total.

Saat kita merasa sendirian, karena merasa semua orang meninggalkan kita, maka jangan takut masih ada Allah yang tidak pernah meninggalkan kita. Dia selalu menyertai kita senantiasa sampai kepada akhir jaman.

Bila Allah selalu mengasihi, memberi pengampunan, dan selalu menyertai kita, maka apakah yang telah kita lakukan bagi Allah? Tugas kita cukup mengasihi Allah dengan segenap hati dan pikiran kita!

Rabu, 05 Mei 2010

Hati, Senyum, dan Kata yang Membahagiakan [SKDAG562]

Milikilah hati yang tidak pernah membenci, senyum yang tak pernah memudar, kata yang tak pernah menyakiti, dan milikilah Tuhan yang selalu MENGASIHI …

Apa yang perlu kita lakukan agar hidup kita berbahagia? Ternyata semuanya bukan berasal dari luar, kebahagiaan itu berasal dari dalam diri kita sendiri. Kita berbahagia bila memiliki hati yang tidak pernah membenci, karena bila kita membenci seseorang maka yang menanggung beban adalah diri kita sendiri, misalnya kita menjadi tidak bahagia bila melihat orang yang kita benci ada dalam satu acara dengan kita.

Bila kita ingin bahagia, maka bagikanlah senyum yang tidak pernah memudar. Bila kita membagikan senyum kepada orang lain, maka percayalah kita pun menerima senyum dan keramahan dari mereka. Kita pun berbahagia bila kita tidak pernah menyakiti orang lain, baik dengan pikiran maupun dengan perbuatan. Bila kita membantu dan menolong orang lain, maka kita pun pasti merasakankan sukacita dari orang yang telah kita tolong.

Dan satu hal yang terpenting …, kita berbahagia bila di hati kita bertahta Tuhan yang menjadi sumber dari cinta kasih itu sendiri. Bila Tuhan yang bertahta dalam diri kita, maka semua yang kita lakukan adalah demi Tuhan, bukannya demi diriku lagi. Marilah kita tahtakan Tuhan di dalam diri kita sendiri!

Senin, 03 Mei 2010

Gagal itu Bukan Menyerah! [SKDAG561]

Gagal atau kalah adalah kondisi sementara. Menyerah yang membuatnya menjadi permanent (Marilyn vos Savant)

Walaupun di dunia ini, kita tidak mungkin untuk selalu menang dan tidak pernah kalah, tetapi yang jelas, kita tidak boleh menyerah. Kekalahan atau kegagalan merupakan hal yang lumrah dan hanya bersifat sementara; dengan terus belajar dan mengintrospeksi diri maka kita pun suatu saat dapat mengatasi kekalahan atau kegagalan yang kita derita selama ini.

Kekalahan atau kegagalan merupakan hal yang lumrah, dan yang terpenting kita tetap berusaha dan terus memperbaiki diri. Bila gagal berarti kita perlu untuk terus belajar dan belajar lagi. Gagal tidak sama dengan menyerah. Bila kita menyerah berarti kita tidak mau dan tidak berusaha untuk mencoba lagi mengatasi kekalahan / kegagalan. Menyerah berarti kita tidak memiliki harapan lagi, padahal kegagalan atau kegagalan itu hanya bersifat sementara dan pasti dapat kita atasi pada saatnya.

Dalam setiap persoalan yang kita hadapi, kita perlu terus untuk berusaha dan melakukan action untuk mengatasi persoalan tersebut. Kita pasti bisa dan mampu mengatasi persoalan itu, artinya saat itu kita mengalami kenaikan kelas. Tetapi ingat bila kita naik kelas, berarti kita pun siap untuk menghadapi persoalan dan ujian yang lebih sulit lagi. Artinya untuk itu kita pun perlu untuk terus dan terus belajar …

Manfaatkanlah Hidup [SKDAG125]

Hidup ini singkat, ampunilah segera, kasihi sepenuhnya, tertawa bebas, jangan pernah menyesali hal yang menyenangkan dan bersiaplah menempuh masa depan yang luar biasa!

Rata-rata manusia hidup di dunia paling sekitar 70 tahun, yang terdiri dari sekitar 12 tahun masa kanak-kanak yang relatif menikmati kasih sayang orang tua yang luar biasa, tetapi tidak bebas. Lalu sekitar 12 tahun berikutnya menikmati masa remaja yang relatif penuh dengan kebebasan dan keinginan untuk mencoba berbagai hal. Kemudian sekitar 30 tahun masa untuk bekerja keras mencari nafkah demi keluarga, dan 15 tahun sisanya untuk menikmati hidup pada masa tua (ini pun kalau masih sempat, dan memiliki cukup uang serta fisik yang sehat).

Ada orang yang mengatakan bahwa pada mudanya ia bekerja keras untuk mengumpulkan uang, sehingga ia tidak memiliki kesempatan untuk menikmati hidup; relatif ia tidak pernah pergi jalan-jalan, menikmati makan yang enak, bahkan mungkin saat itu pun ia melupakan Tuhan, karena fokusnya hanya uang untuk masa tuanya. Apa yang terjadi saat ia berusia lanjut dan akan menikmati uang yang telah dikumpulkannya itu? Ternyata karena fisiknya terkuras waktu muda, maka sekarang ia menderita berbagai penyakit. Akibatnya jelas ia dilarang menikmati berbagai makanan yang sangat disukainya, dan untuk mengobati penyakitnya pun ia terpaksa menguras seluruh isi tabungannya. Kalau kejadiannya seperti ini, apakah yang ia rasakan dalam hidup ini? Mudah-mudahan pada akhir hidupnya ia dapat bertemu dengan Tuhan sehingga dapat merasakan kedamaian dan kebahagiaan ...

Untuk itu marilah kita manfaatkan hidup yang singkat ini dengan berbagai aktivitas yang bermanfaat dan penuh keseimbangan. Kita memang perlu mencari uang, tetapi ingat uang bukanlah segala-galanya. Marilah kita mengasihi sesama dan membantu orang-orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Nikmatilah hidup dengan penuh kebahagiaan, lepaslah senyum dan tawa kita dengan bebas, nikmati berbagai hal yang membuat kita senang, pergilah berjalan-jalan ke tempat yang indah. Dan jangan lupa untuk membuat persiapan bagi masa depan kita yang luar biasa, artinya jagalah fisik kita agar tetap sehat, dan juga persiapkan rohani kita agar siap setiap saat bila kita dipanggil oleh Tuhan.

Minggu, 02 Mei 2010

Rendah Hati, bukan Rendah Diri [SKDAG124]

RENDAH DIRI itu kelemahan, sedangkan RENDAH HATI merupakan kekuatan.
Orang yang rendah hati dapat mengakui/menghargai keunggulan orang lain sehingga atasan merasa ok dan bawahan tidak minder.


Orang yang rendah diri berarti ia tidak memiliki kepercayaan diri, takut kepada orang lain, dan merasa kemampuan dirinya jauh lebih rendah dibandingkan dengan kemampuan orang lain. Jadi rendah diri itu merupakan suatu kelemahan kita sebagai manusia.

Yang dibutuhkan seorang manusia di hadapan orang lain, adalah kerendahan hati. Rendah hati berarti ia tidak sombong (tinggi hati), mampu menempatkan diri sesuai dengan orang yang kita hadapi. Jadi bila kita memiliki kerendahan hati, hal ini merupakan kekuatan bagi diri kita.

Kerendahan hati membuat kita mau dam mampu mengakui atau menghargai kelebihan orang lain, baik atasan, bawahan atau pun orang lain. Dengan kerendahan hati, maka diri kita dapat diterima oleh semua orang, relasi kita dengan orang lain pun menjadi semakin baik.

Untuk itu marilah kita miliki kerendahan hati, tetapi jauhkanlah kerendahan diri. Kerendahan diri hanya perlu kita lakukan di hadapan Tuhan. Amin!