Minggu, 17 Februari 2008

Dua Manusia Super

Saya peroleh artikel ini dari milis Profec yang dikirim saudara Hindarta, yang menyatakan bahwa ini pun diperolehnya dari milis tetangga.


Siang ini February 6, 2008, tanpa sengaja, saya bertemu dua manusia super. Mereka mahluk mahluk kecil, kurus, kumal berbasuh keringat. Tepatnya di atas jembatan penyeberangan Setia Budi, dua sosok kecil berumur kira kira delapan tahun menjajakan tissue dengan wadah kantong plastik hitam.

Saat menyeberang untuk makan siang mereka menawari saya tissue diujung jembatan, dengan keangkuhan khas penduduk Jakarta saya hanya mengangkat tangan lebar lebar tanpa tersenyum yang dibalas dengan sopannya oleh mereka dengan ucapan "Terima kasih Oom !". Saya masih tak menyadari kemuliaan mereka dan cuma mulai membuka sedikit senyum seraya mengangguk kearah mereka.

Kaki-kaki kecil mereka menjelajah lajur lain di atas jembatan, menyapa seorang laki laki lain dengan tetap berpolah seorang anak kecil yang penuh keceriaan, laki laki itupun menolak dengan gaya yang sama dengan saya, lagi lagi sayup sayup saya mendengar ucapan terima kasih dari mulut kecil mereka. Kantong hitam tampat stok tissue dagangan mereka tetap teronggok di sudut jembatan tertabrak derai angin Jakarta. Saya melewatinya dengan lirikan ke arah dalam kantong itu, dua pertiga terisi tissue putih berbalut plastik transparan .

Setengah jam kemudian saya melewati tempat yang sama dan mendapati mereka tengah mendapatkan pembeli seorang wanita, senyum diwajah mereka terlihat berkembang seolah memecah mendung yang sedang manggayut langit Jakarta.
" Terima kasih ya mbak .semuanya dua ribu lima ratus rupiah!" tukas mereka, tak lama siwanita merogoh tasnya dan mengeluarkan uang sejumlah sepuluh ribu rupiah .

"Maaf , nggak ada kembaliannya ..ada uang pas nggak mbak ?" mereka menyodorkan kembali uang tersebut. Si wanita menggeleng, lalu dengan sigapnya anak yang bertubuh lebih kecil menghampiri saya yang tengah mengamati mereka bertiga pada jarak empat meter.

" Oom boleh tukar uang nggak , receh sepuluh ribuan ?" suaranya mengingatkan kepada anak lelaki saya yang seusia mereka. Sedikit terhenyak saya merogoh saku celana dan hanya menemukan uang sisa kembalian food court sebesar empat ribu rupiah .
" Nggak punya , tukas saya !" lalu tak lama siwanita berkata " ambil saja kembaliannya , dik !" sambil berbalik badan dan meneruskan langkahnya kearah ujung sebelah timur.
Anak ini terkesiap, ia menyambar uang empat ribuan saya dan menukarnya dengan uang sepuluh ribuan tersebut dan meletakkannya ke genggaman saya yang masih tetap berhenti lalu ia mengejar wanita tersebut untuk memberikan uang empat ribu rupiah tadi. Si wanita kaget, setengah berteriak ia bilang " sudah buat kamu saja , nggak apa..apa ambil saja !", namun mereka berkeras mengembalikan uang tersebut. " maaf mbak , Cuma ada empat ribu, nanti kalau lewat sini lagi saya kembalikan !" Akhirnya uang itu diterima si wanita karena si kecil pergi meninggalkannya.

Tinggallah episode saya dan mereka, uang sepuluh ribu di genggaman saya tentu bukan sepenuhnya milik saya. mereka menghampiri saya dan berujar " Om , bisa tunggu ya , saya ke bawah dulu untuk tukar uang ke tukang ojek !".

"eeh .nggak usah ..nggak usah ..biar aja ..nih !" saya kasih uang itu ke sikecil, ia menerimanya tapi terus berlari ke bawah jembatan menuruni tangga yang cukup curam menuju ke kumpulan tukang ojek. Saya hendak meneruskan langkah tapi dihentikan oleh anak yang satunya, " Nanti dulu Om , biar ditukar dulu ..sebentar "
" Nggak apa apa , itu buat kalian " Lanjut saya
" jangan ..jangan Om , itu uang om sama mbak yang tadi juga " anak itu bersikeras" Sudah ..saya Ikhlas , mbak tadi juga pasti ikhlas! saya berusaha membargain, namun ia menghalangi saya sejenak dan berlari ke ujung jembatan berteriak memanggil temannya untuk segera cepat, secepat kilat juga ia meraih kantong plastik hitamnya dan berlari ke arah saya.
" Ini deh om , kalau kelamaan , maaf .." ia memberi saya delapan pack tissue
" Buat apa ?" saya terbengong
" Habis teman saya lama sih Om , maaf , tukar pakai tissue aja dulu " walau dikembalikan ia tetap menolak .

Saya tatap wajahnya, perasaan bersalah muncul pada rona mukanya. Saya kalah set, ia tetap kukuh menutup rapat tas plastik hitam tissuenya. Beberapa saat saya mematung di sana, sampai si kecil telah kembali dengan genggaman uang receh sepuluh ribu, dan mengambil tissue dari tangan saya serta memberikan uang empat ribu rupiah.
"Terima kasih Om , !"..mereka kembali ke ujung jembatan sambil sayup sayup terdengar percakapan " Duit mbak tadi gimana ..? " suara kecil yang lain menyahut " lu hafal kan orangnya, kali aja ketemu lagi ntar kita kasihin ...".

Percakapan itu sayup sayup menghilang , saya terhenyak dan kembali ke kantor dengan seribu perasaan.

Tuhan ..Hari ini saya belajar dari dua manusia super, kekuatan kepribadian mereka menaklukan Jakarta membuat saya trenyuh, mereka berbalut baju tidak sehalus sutra , mereka tahu hak mereka dan hak orang lain, mereka berusaha tak meminta minta dengan berdagang tissue. Dua anak kecil yang masih begitu belia telah memiliki kemuliaan yang luar biasa.


YOU ARE ONLY AS HONORABLE AS WHAT YOU DO !
Engkau hanya semulia yang kau kerjakan.

MT

Saya membandingkan keserakahan kita, yang tak pernah ingin sedikitpun berkurang rezeki kita meski dalam rezeki itu sebetulnya ada milik orang lain .

"Usia memang tidak menjamin kita menjadi bijaksana, kitalah yang memilih untuk menjadi bijaksana atau tidak"

Semoga pengalaman nyata ini mampu menggugah saya dan teman lainnya untuk lebih SUPER

Sabtu, 09 Februari 2008

Meraih Kebahagiaan

Cara mudah untuk meraih kebahagiaan :

  1. Kebahagiaan sejati bukan berasal dari luar, melainkan ada di dalam diri kita sendiri. Belajarlah menerima diri anda apa adanya, sehingga anda bisa merasakan kebahagiaan yang sesungguhnya.
  2. Stop membandingkan diri dengan orang lain. Setiap manusia dilahirkan dengan keunikan dan kelebihan sendiri. Dan tidak ada kehidupan yang lebih baik, selain bisa menjadi diri sendiri.
  3. Belajarlah memberi dengan ikhlas. Jangan bebani hidup dengan imbalan, karena hanya akan mendatangkan kekecewaan jika anda tidak dapat mendapatkannya. Anda bisa memulainya dengan hal-hal sederhana, misalnya selalu tersenyum atau memperhatikan orang-orang di sekeliling, sehingga orang-orang pun akan merasa nyaman berada di dekat anda.
  4. Pandanglah setiap kesulitan dengan cara yang positip. Ini akan mendatangkan keindahan dan kebahagiaan. Semakin anda mampu menanggulangi kesulitan, anda akan tampak semakin ‘bercahaya’ dengan kekuatan yang anda miliki.
  5. Jangan mematok hidup terlalu tinggi. Ketahuilah batasan kemampuan anda dan anda akan merasa menjadi manusia yang lebih sempurna dan berarti.
  6. Jauhkan diri dari ketakutan, dekatkan diri pada Tuhan. Nikmati dan cintailah hal-hal kecil di sekelilling anda yang dapat mendatangkan kebahagiaan, seperti mendengarkan suara burung di pagi hari atau bersenandung.

Sumber : email / milist

Kamis, 07 Februari 2008

Hari Sial ???

Apakah ada hari sial yang akan menimpa kita? Marilah kita lihat beberapa pengalaman yang saya alami dan terkait dengan ’kesialan’.

Kejadian pertama sudah berlalu sekitar dua puluh delapan tahun lalu, sekitar tahun 1980an, waktu itu saya masih kuliah di Bandung. Siang itu ketika saya sedang mengendarai motor, saya kehilangan keseimbangan karena hampir tertabrak sebuah angkot yang masuk ke jalur saya. Saya jatuh, kaki luka-luka, dan kacamata pecah. Mengapa ’kesialan’ seperti itu dapat terjadi? Ternyata hari itu siklus fisik, siklus emosi dan siklus mental saya ketiganya bertumpuk di titik 0. Dan memang dikatakan bahwa saat ketiga siklus berada di titik 0, maka saat itu dinamakan hari kritis, mungkin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena fisik, emosi, dan mental berada dalam kondisi paling lemah.

Jadi itu bukan hari sial, tetapi memang kita dalam kondisi yang kritis / lemah .... Kalau kita tahu mengenai hal tersebut sehingga dapat membuat persiapan yang lebih baik, maka mungkin hal tersebut dapat kita hindari.

Catatan :

Penjelasan tentang Biorhytm dapat dilihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Biorhythm,
dan untuk membuat grafik Biorhytm anda dapat dilakukan di http://www.degraeve.com/bio.php.

Kejadian kedua baru saya alami minggu lalu, tepatnya tanggal 28 Januari 2008. Hari senin pagi buta-buta saya harus berangkat ke terminal DAMRI ke Bandara untuk terbang ke Medan, dan sorenya kembali lagi ke Jakarta. Karena tidak menginap, maka saya santai-santai saja, dan tidak melakukan persiapan apa pun. Sebelum tidur hari minggu malam, saya sudah menyiapkan celana panjang hitam, dan baju yang akan saya pakai.

Jam 4.00 saya sudah selesai mandi, dan waktu mencari celana panjang hitam yang sudah dipersiapkan malam sebelumnya, ternyata tidak ada di kamar. Saya terus mencari, sambil membangunkan istri, dan menanyakan kepadanya apakah celana saya disimpannya. Tetapi dia tidak mengakui hal tersebut. Sambil sedikit kesal, karena celana tersebut tidak ketemu, maka saya segera pakai celana lain. Ketika turun dan waktu mau keluar, ternyata celana panjang yang saya persiapkan ada di ruang tamu. Rupanya waktu malam kemarin, saya membawa celana itu ke ruang tamu karena saya mau mengambil notebook. Ternyata notebook saya bawa, tetapi celana tertinggal di ruang tamu.

Saya segera tukar kembali menggunakan celana yang sudah dipersiapkan, ketika mau berangkat, timbul masalah kedua, yaitu ke dua HP saya tidak ada di kantong. Saya coba telpon dari pesawat telpon rumah, tetapi tidak ada yang berbunyi (karena kemarin malam keduanya di-’silent ’ waktu ke gereja). Tadi rasanya HP sudah saya bawa turun dari kamar, saya periksa di tas tidak ada. Saya mulai uring-uringan lagi, akhirnya ketika saya mau berangkat dengan membawa HP istri, saya periksa tas sekali lagi, ... eh ... ternyata ke dua HP saya ada di dalam tas. Untung setelah itu tidak ada ’kesialan’ ketiga, karena bus saya berangkat tepat jam 5. Di tengah kekacauan tersebut saya menyerahkan semuanya pada Tuhan Yesus, dan bersyukur atas semua hal tersebut. Saya ternyata sampai di Bandara jam 6.30, tidak terlambat karena pesawat berangkat jam 7.20 ke Medan.

Mengapa terjadi ’kesialan’ berturut-turut ? Setelah saya analisis, ternyata karena saya kurang persiapan dan menganggap enteng persiapan berangkat ke Medan yang pulang hari tersebut.

Malah dengan bersyukur, saya mengalami ’mujizat’ waktu pulang dari Medan. Tiket saya untuk kembali dari Medan adalah jam 20.00. Tetapi karena tugas saya telah selesai, maka saya minta diantar ke Bandara Polonia lebih awal (sekitar jam 16.00), karena bila memungkinkan saya akan menukar tiket tersebut dengan penerbangan yang lebih awal kalau ada. Waktu saya sampai di loket untuk menanyakan kemungkinan tersebut ternyata petugas disana mengatakan bahwa penerbangan jam 20 dibatalkan, dan saya diminta segera berangkat dengan pesawat jam 5.30. Walaupun tetap di-delay sekitar 30 menit, saya sangat bersyukur karena dapat berangkat dan tiba di Jakarta serta kembali ke rumah di Bogor dengan lebih cepat.

Jadi janganlah berpikir ada ’kesialan’ yang Tuhan rancang untuk kita. Dia selalu menyiapkan yang indah bagi kita dan tepat pada waktunya. Semua ’kesialan’ terjadi karena kelemahan dan kesombongan kita.

Marilah kita selalu berserah dan selalu memohon bimbingan pada Tuhan Yesus yang sangat luar biasa.

Minggu, 27 Januari 2008

Makna Kematian

Dalam waktu satu minggu ini, saya mendengar berita kematian dari tiga orang yang saya kenal. Pertama hari Jumat siang tanggal 17 Jan 2008, saya mendapat beberapa sms yang sama dari beberapa teman SMA RP angkatan 77. Mereka mengatakan bahwa salah satu teman, yaitu Sulis sudah tidak sadarkan diri di RS St. Borromeus Bandung, karena menderita kanker paru-paru. Beberapa jam kemudian, muncul sms berikutnya yang menyatakan bahwa Sulis sudah meninggal pada jam 16.12 WIB.

Kami beruntung, karena alumni satu angkatan masih sering berkumpul dan bertemu, sehingga perkembangan yang dialami teman-teman dapat segera disampaikan ke teman yang lain, baik melalui sms ataupun melalui milist kami. Pada hari minggu sekitar 15 orang teman berangkat dari Bogor ke Bandung untuk melayat Sulis. Saya sendiri tidak ikut, tetapi hari Senin saya langsung melayat ke Cipaku lama, karena Sulis dimakamkan disana. Beberapa teman pun sudah berkumpul untuk melepas jenasah Sulis ke tempat peristirahatan terakhirnya. Sukur kami haturkan, karena Sulis sudah tidak menderita lagi (selama minggu-minggu terakhir, ia selalu sesak napas, dan tidur pun hanya dapat dilakukannya sambil duduk), dan kini ia telah bahagia bersama Tuhan Yesus di Surga.

Esoknya, saya kembali mendapat sms dari teman-teman SMP dan SMA yang menyatakan bahwa Akiong adik Amin, teman saya di RP 77 pun telah meninggal dunia, dan disemayamkan di Sinar Kasih. Hari Selasa, saya melayat ke Sinar Kasih, dan disanapun bertemu dengan beberapa teman SMP yang beberapa sudah tidak saya ingat lagi.

Hari Rabu, 23 Januari 2008, saya mendapat kabar lagi bahwa tante saya, yaitu Tante Loekie sudah meninggal dunia pada sekitar jam 17 di rumahnya di Vila Duta Bogor. Waktu hari Kamis siang saya mampir ke sana, dan juga pada hari Sabtunya, saya mendapatkan banyak sanak saudara dan teman-teman yang juga sedang melayat.

Mereka sudah pergi semua, apa yang masih tertinggal ? Tentu saja semua kenangan mereka dalam ingatan kita, dan mudah-mudahan kenangan tersebut adalah kenangan positip, dan kasih yang telah terjalin di antara kita yang masih hidup dengan mereka. Lupakanlah kenangan negatip.

Makna lain dari kematian, adalah sebagai sarana reuni, tentu saja bagai sanak saudara dan teman-teman yang masih hidup. Bila biasanya kita sulit mengumpulkan saudara/teman, maka pada saat ada yang meninggal, maka disanalah kita dapat berkumpul, bernostalgia, dan juga berbagi kasih.

Ternyata kematian itu begitu dekat dengan kita, dan dapat terjadi kapan saja pada saat yang kita sendiri tidak mengetahuinya. Selain kelahiran, maka kematian juga merupakan hal yang tidak dapat kita tolak dan kita pilih. Karena itu marilah kita selalu bersiap-siap, agar ketika kita dipanggilNya, kita sudah siap (lihat Luk 12:35-48). Mau ???

Rabu, 02 Januari 2008

SKDAG100 Sampai SKDAG104

[SKDAG100]
Mohon maaf menunjukkan kebesaran hati kita pada sesama, tetapi harus dari dalam hati bukan di mulut saja.
Puji syukur karena SKDAG sudah no 100, maaf bila ada yang tidak berkenaan.


Ulasan mengenai SKDAG100 telah ditulis dalam artikel yang berjudul “SKDAG Sudah Mencapai Nomor 100” di blog ini pada bulan November 2007.

SKDAG100 disebarkan pada saat bertepatan dengan Hari Raya Iedul Fitri. Karena itu tema MAAF menjadi sangat relevan sekali.

Kata maaf perlu diungkapkan bukan hanya dari mulut, tetapi dari dalam lubuk hati dengan penuh kesungguhan, bahwa kita menyesal dan memohon maaf atas kesalahan yang telah kita perbuat. Seringkali kita mengucapkannya hanya di mulut, sedangkan hati berkata lain. Hal ini tidak baik, karena kita membutuhkan keselarasan antara mulut dan hati, sehingga kita menjadi manusia yang layak di hadapanNya.


[SKDAG101]

Anda tak dapat memaafkan ? Minta kekuatan dan serahkanlah pada Tuhan.

Jika terus menerapkan ‘mata ganti mata’ dan ‘gigi ganti gigi’, maka dunia akan dipenuhi dengan orang buta dan ompong (M. Gandhi).


Banyak orang yang karena terlalu disakiti hatinya, maka ia tidak dapat memaafkan orang yang telah melakukan hal tersebut. Memang sebagai manusia kita memiliki akal untuk berpikir bagaimana membalas perbuatan tersebut, dan juga perasaan / hati / budi yang terluka karena hal tersebut.

Tetapi bila kita terus menyimpan dendam tersebut, maka apakah untungnya buat kita. Malah sebaliknya banyak penyakit yang akan timbul karena kita tidak mau memaafkan. Bila kita tidak mampu memaafkan, maka marilah kita menyerahkannya pada Tuhan, dan mintalah bantuanNya agar kita memiliki kemampuan untuk memaafkan.

Janganlah menerapkan prinsip balas dendam, karena bila hal ini terus dilakukan maka tidak akan berakhir. Kita puas karena telah membalas dendam, tetapi lawan kita sakit hati dan sekarang giliran dia untuk membalas dendam, demikian seterusnya sampai ke dua belah pihak sama-sama hancur.


[SKDAG102]

Jangan cepat berprasangka buruk pada orang sebelum kita tahu fakta sebenarnya. Sebelum bertindak tempatkan diri pada posisi orang tersebut agar kita tahu alasan tindakannya.


Salah satu sifat manusia yang merugikan adalah berpikir buruk tentang orang lain. Bila ada seorang pria yang terkagum-kagum pada seorang gadis, sehingga matanya melotot, maka si gadis akan membentaknya : “Mau apa lu kurang ajar lihat-lihat gua?”. Tetapi bila ada pria yang tersenyum padanya, ia juga akan membentak : “Ngapain kamu senyum-senyum kurang ajar pada saya ?”.

Bila pikiran kita sudah negatip, maka semua yang terjadi menjadi negatip dan merugikan. Karena itu untuk setiap tindakan orang lain terhadap kita, maka cobalah kita berempati padanya, dan menempatkan diri kita pada posisi orang tersebut sambil berpikir :”Mengapa ia melakukan hal itu pada saya ?”.

Setelah kita menginterospeksi diri, mungkin kita baru menyadari bahwa memang kita lebih dahulu berbuat salah padanya.


[SKDAG103]

Keberhasilan tidak pernah berakhir. Kegagalan bukan sesuatu yang fatal, tetapi keberanian untuk memperbaikinya merupakan hal yang luar biasa (Winston Churchill).


Dunia selalu berputar, sehingga dalam kehidupan pun setiap manusia pasti sudah mengalami keberhasilan dan kegagalan. Tim setara AC Milan yang baru saja menyandang juara antar klub di Tokyo pada bulan Desember 2008, satu minggu kemudian menderita kekalahan dari klub sekotanya Inter Milan. Hal ini merupakan hal yang lumrah buat semua manusia.

Yang perlu kita perhatikan adalah bagaimana kita menanggapi kegagalan yang menimpa kita. Apakah kita akan terus menyesali kegagalan tersebut, dan kemudian menyerah, tidak berani melakukannya lagi, atau kita belajar dari kegagalan tersebut, dan melakukannya lagi dengan cara yang berbeda ?

Orang sukses adalah orang yang berani belajar dari kegagalan, lalu memperbaiki kesalahan dan melakukannya kembali sampai berhasil. Hal ini telah dilakukan oleh Thomas Alpha Edison yang ratusan kali mengalami kegagalan, sebelum berhasil menemukan lampu pijar. Demikian juga dengan Silvester Stallone yang puluhan kali ditolak produser ketika ia ingin menjadi seorang aktor, sebelum akhirnya berhasil menjadi aktor terkenal.


[SKDAG104]

Agar sekarang lebih baik daripada masa lalu, maka
- pelajari yang telah terjadi pada masa Lalu
- lakukan hal berbeda sekarang
- rencanakan masa depan sesuai keinginanmu.


Prinsip pada SKDAG104, hampir sama dengan SKDAG103. Keberhasilan dan kegagalan pada masa lalu perlu kita pelajari dan evaluasi; ambil hal-hal baik yang berguna, buang yang tidak berguna. Dari hasil evaluasi lakukan hal yang sama dengan cara berbeda yang tentu saja lebih baik, sehingga kita mendapatkan hasil yang lebih baik pula.

Masa depan adalah tujuan kita yang masih terbuka. Bila ada kegagalan dalam meraih cita-cita, maka kita dapat mengubah tujuan / cita-cita kita yang sesuai dengan kemampuan dan bakat kita. Marilah kita menjadi manusia yang fleksibel, yang dapat mengubah tujuan sesuai dengan kondis sekarang. Tetapi jangan lupa juga untuk berserah pada Tuhan.

SKDAG95 Sampai SKDAG99

[SKDAG95]
Jadilah selalu nomor satu. Hanya juara satu yg dikenal dan dikenang orang. Juara dua relatif tidak diingat. Karena itu lakukanlah segala sesuatu dengan usaha terbaik.


Kecap merk apa yang nomor dua ? Tidak ada, karena kecap selalu mengatakan bahwa merknya adalah kecap nomor satu. Siapakah juara piala Champion Eropa tahun 2007? Sebagian besar penggemar sepakbola pasti mengetahuinya, yaitu AC Milan, tetapi bila ditanya siapa yang menjadi juara dua? Pasti hanya sebagian kecil yang tahu.

Siapa orang pertama yang menjejakkan kaki di bulan ? Neil Armstrong.
Siapa orang pertama (penemu) lampu pijar ? Thomas Alfa Edison.
Orang kedua tidak terlalu penting bagi kita.

Karena itu marilah kita menjadi orang nomor satu dalam segala hal yang kita lakukan. Dalam pekerjaan kantor, lakukanlah sebaik-baiknya sehingga anda menjadi nomor satu di hadapan Boss anda.
Demikian juga dalam keluarga, sehingga anda menjadi suami / istri nomor satu, bapak / ibu nomor satu bagi anak-anak.


[SKDAG96]
Gunakan kesempatan dengan bijak, kita tidak tahu kapan dipanggil Tuhan.
Saat msh dapat menolong orang lain, lakukanlah dengan TULUS, sebelum kita sendiri perlu ditolong.


Manusia dapat merencanakan, tetapi Tuhan lah yang menentukan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hari esok. Kita boleh merencanakan macam-macam untuk masa depan, tetapi hal itu akan terjadi atau sebaliknya, Tuhanlah yang berkuasa untuk menentukan.

Karena itu buatlah selalu rencana yang baik dan positip, dan laksanakanlah hal tersebut sebelum terlambat. Bantulah sesama dengan tulus, berbuat baiklah pada orang lain, ampuni musuh-musuhmu selama kita masih mampu dan dapat melaksanakannya. Bila kita tidak melakukannya sekarang, mungkin besok sudah terlambat !


[SKDAG97]
Lidah memang ringan dan kecil tetapi tidak banyak orang mampu mengendalikannya. Kalau kita bisa mengendalikannya, maka hidup kita juga pasti bisa terkendali.


Hampir 95% permasalahan yang ada di dunia ini, mulai dari keluarga, perusahaan, sampai negara, dan dunia internasional, disebabkan karena adanya mis-communication.
Komunikasi yang salah tersebut dapat terjadi, karena kita tidak dapat mengendalikan emosi, yang kemudian tersalur keluar melalui mulut, bibir, dan lidah kita.

Perkataan kotor yang keluar dari mulut kita sangat berbahaya, karena menyakiti orang lain, membuat orang tidak suka terhadap kita, dan menimbulkan perselisihan.
Lidah (termasuk mulut dan bibir) memang media komunikasi bagi manusia. Di satu sisi ia sangat berguna untuk mengeluarkan ungkapan kasih dan berkat, tapi di sisi lain, ia dapat menjadi sangat berbahaya, karena yang keluar adalah kutuk dan amarah.

Lidah memang tidak bertulang; ia lunak dan fleksibel, sehingga apa pun dapat keluar dari mulut kita. Marilah kita belajar untuk mengendalikan mulut dan lidah kita, serta tidak lupa untuk mengendalikan emosi yang menjadi penyebabnya.

Berpikirlah sebelum berkata ! Usahakan yang keluar dari mulut kita adalah berkat, bukan kutuk !


[SKDAG98]
KETULUSAN membuat kita merasa aman dan dihargai, yakin tidak akan dibohongi.
Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak mengada-ada atau memutarbalikkan fakta


Segala sesuatu yang dilakukan dengan tulus akan menimbulkan kebahagiaan, karena :
1. Pekerjaan tulus dilakukan dengan sepenuh hati, tanpa mengharapkan timbal balik
2. Ketulusan menghilangkan kecurigaan dan kekuatiran terhadap orang lain.
3. Ketulusan menunjukkan kejujuran dan kepercayaan terhadap orang lain.

Rekan Robby Yonosewoyo mengomentari, bahwa : “Ketulusan harus disertai kebijaksanaan.Tidak semua yang kita tahu harus diucapkan, tapi semua yg kita ucapkan harus kita ketahui.”


[SKDAG99]
Mandi itu membersihkan diri.
Tobat itu membersihkan hati.
Saat menghadap Tuhan bukan hanya bersih diri tetapi yang lebih penting adalah bersih hati sehingga layak di hadapanNya.


Setiap hari kita mandi sekurang-kurangnya dua kali untuk membersihkan diri yang kotor dan berkeringat karena aktivitas sehari-hari. Setelah mandi, dengan badan yang bersih dan harum, kita merasakan sesuatu yang berbeda. Ada kesegaran, kecerahan dan keharuman dari tubuh kita.

Di sisi lain, rohani kita seringkali juga kotor, karena berlumuran dosa dan kesalahan yang setiap hari kita lakukan. Bila secara fisik setiap hari kita mandi minimal dua kali, maka bagaimanakah cara dan sikap kita dalam membersihkan rohani kita. Ternyata kita malahan seringkali malas untuk membersihkan rohani kita. Kita lebih suka membiarkannya kotor.

Padahal untuk menghadap Allah yang kudus, kita pun harus kudus. Karena itu marilah kita bertobat untuk membersihkan jasmani sehingga bersih, cerah dan memiliki keharuman di hadapan Allah.

SKDAG90 Sampai SKDAG94

[SKDAG90]
Orang sukses akan mengambil manfaat dari kesalahan-kesalahan yang dilakukannya dan akan mencoba kembali untuk melakukannya dengan cara berbeda.

Pengalaman masa lalu, baik keberhasilan maupun kegagalan, bermanfaat untuk dipelajari. Bila berhasil, maka kita telah mengetahui suatu cara yang baik agar memberikan hasil yang baik, dan bila gagal, maka kita juga telah mengetahui cara yang tidak boleh dilakukan, bila kita mau berhasil. Semua itu memberikan pengalaman yang akan menjadi pegangan bagi masa depan.
Bila anda gagal karena tindakan/perbuatan/keputusan yang salah, maka selanjutnya anda dapat mencoba dengan menggunakan cara lain, yang mungkin akan memberikan keberhasilan. Janganlah pernah berhenti untuk terus mencoba; hal inilah yang dapat kita contoh dari Thomas Alfa Edison yang akhirnya berhasil menciptakan lampu pijar, setelah 999 kali mengalami kegagalan.

Rekan Robby Yonosewoyo, memberikan komentar, bahwa orang yang sukses bukan orang yang tidak pernah gagal.Tetapi orang yang mau belajar dari kegagalan dan bersemangat untuk selalu bangkit darr kegagalan.Sedangkan rekan Maryati Surya, mengatakan bahwa kegagalan adalah pintu menuju sukses, kegagalan merupakan suatu proses pembelajaran.


[SKDAG91]
Dipukul 100x, batu tidak retak sedikitpun. Pada pukulan ke101, batu itu pecah menjadi dua. Bukan pukulan terakhir yang membelah batu, tetapi semua pukulan yang sudah dilakukan (Jacob Riis)

Pada jaman ini seringkali manusia berpikir secara instant. Semua cita-cita dan keinginan mereka hendaknya dapat terwujud dalam sekejap mata dengan usaha yang singkat. Padahal untuk mencapai suatu keberhasilan dibutuhkan usaha yang terus menerus dan tidak kenal lelah. Keberhasilan yang kita capai saat ini bukan hasil usaha satu hari, satu minggu, satu bulan, atau satu tahun, tetapi usaha bertahun-tahun yang telah kita mulai sejak kita duduk di bangku Taman Kanak-kanak, bahkan sejak kita lahir.
Bertekunlah dan terus berusaha, itulah kunci untuk mencapai suatu keberhasilan.


[SKDAG92]
Bila kau penat menempuh jalan panjang, menanjak dan berliku, berhenti dan diamlah ... lihat ke atas ... Tuhan sedang melukis pelangi untukmu. RencanaNya selalu indah.

Dalam meniti keberhasilan, memang kita harus menggunakan semua bakat, keterampilan, pengetahuan, dan usaha kita. Tetapi semua itu tidak cukup, karena banyak faktor yang berada di luar kendali kita. Bila suatu saat kita terbentur masalah, atau merasa lelah karena semua usaha yang telah kita lakukan belum memberikan hasil, maka biasanya kita baru menyadari bahwa ada kuasa lain yang kita butuhkan. Serahkanlah semua ke dalam tangan Tuhan, dan ingatlah pepatah : “Manusia merencanakan, tetapi Tuhan yang menentukan !”.

Berserahlah padaNya, mohonlah bantuanNya, dan bersukurlah atas semua yang telah anda capai, termasuk atas kegagalan anda. Janganlah pernah kecewa, karena rencana Tuhan jauh lebih indah daripada rencana kita sebagai manusia; kita harus percaya bahwa rencana Tuhan itu akan terwujud pada waktunya secara indah.


[SKDAG93]
Tidak cukup memiliki sejuta orang teman.
Tetapi memiliki musuh satu saja sudah terlaluuuuu banyak.
Bukalah hati untuk menerima orang lain apa adanya.

Membentuk jejaring (network) merupakan satu hal yang sangat berguna demi masa depan anda, karena anda kini memiliki sejumlah orang yang dapat anda jadikan referensi, pelanggan anda, dan juga teman anda. Bentuklah jejaring seluas mungkin, dan carilah teman sebanyak mungkin. Memang tidak semua di antara jejaring kita cocok dengan pribadi kita, tetapi itulah kenyataan hidup, karena setiap manusia itu unik.
Kita tidak dapat memaksakan untuk mengubah diri mereka, yang dapat kita lakukan hanyalah menerima mereka apa adanya. Kekuatan mereka dapat anda tingkatkan, sehingga menjadi lebih bermanfaat, sedangkan kelemahan mereka harus dikikis, atau kita hindari. "No man is an island," kita semua perlu membangun network kerja yang baik, sehingga jalan menuju sukses semakin terbuka lebar.

Di sisi lain, janganlah mencari musuh, karena musuh itu berbahaya. Satu saja sudah terlalu banyak, karena itu maafkanlah musuh anda dan bersahabatlah dengan mereka.
Dalam bidang service management dikatakan bahwa seorang pelanggan yang kecewa akan menceritakan kekecewaannya kepada 9 orang temannya, sedangkan pelanggan yang puas hanya menceritakan kepada 1 orang temannya. Jangan buat pelanggan anda kecewa, sehingga memusuhi anda, tetapi puaskanlah pelanggan anda, sehingga mereka menjadi sahabat anda.


[SKDAG94]
Yang tetap di dunia adalah ... PERUBAHAN.
Berubah tidak sama dengan berpindah posisi / pekerjaan.
Berubah berarti membuat diri menjadi lebih baik, lebih setia, lebih sabar dll.

Apakah manusia mudah berubah ? Jawabnya adalah mudah-mudah sulit. Sifat dasar manusia adalah ingin mempertahankan comfort zone-nya, sehingga untuk itu ia tidak mau berubah. Perubahan itu tentu saja harus memberikan nilai tambah, karena tidak ada gunanya berubah, bila tidak ada pertambahan nilai.

Tetapi bila ia merasa (dan mendapat penjelasan) bahwa perubahan yang akan dialaminya akan memberikan kenikmatan / kepuasan yang lebih tinggi, maka manusia akan berusaha berubah. Sebagai contoh cobalah anda jawab pertanyaan saya berikut ini dengan secepat mungkin. Waktu tadi setelah anda mandi, dan kemudian anda memakai kemeja, tangan manakah yang anda masukkan lebih dahulu ? kiri atau kanan ?
Biasanya pertanyaan ini tidak dapat dijawab dengan segera, kita harus membayangkan kembali proses memakai kemeja, padahal waktu memakai kemeja itu sendiri kita tidak berpikir lagi. Proses memakai kemeja sudah dikendalikan oleh otak bawah sadar kita, sehingga untuk melakukannya kita tidak perlu berpikir lagi. Hal ini terjadi karena proses yang berulang-ulang telah kita lakukan sejak kecil.

Apakah anda mau mengubah cara anda memakai kemeja, yang biasa memasukkan tangan kanan dulu, sekarang harus diganti dengan terlebih dahulu memasukkan tangan kiri. Dalam hal biasa-biasa saja, kita tidak mau mengubahnya. Untuk apa pakai kemeja saja sekarang harus berpikir.
Tetapi bila anda dijanjikan uang seratus juta atau satu milyar bila dalam waktu satu bulan anda dapat mengubah kebiasaan tersebut, maka anda mungkin mau melakukannya karena ada faktor eksternal yang memotivasi anda. Nah bila ada faktor (baik internal, maupun eksternal), maka manusia mau berubah.

Marilah kita berusaha untuk berubah ke arah yang lebih baik. Buanglah kebiasaan-kebiasaan yang merugikan, dan kembangkan kebiasaan baru yang memberikan nilai positip.