Untuk mendapatkan hasil yang besar, ternyata kita tidak perlu memulainya dengan besar. Hal kecil yang dilakukan dengan konsisten dan penuh konsentrasi / cinta kasih akan memberikan hasil yang luar biasa. Banyak pengusaha besar, yang memulai bisnisnya dengan modal yang sedikit. Hal ini pun telah ada dalam pribahasa kita yaitu : “sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit”.
Beberapa contoh lain yang dapat dijadikan contoh mengenai topik kita, adalah
1. Ibu Teresa dari Kalkuta menjadi besar, dikagumi, dan terkenal bukan karena melakukan hal-hal yang besar, tetapi karena melakukan berbagai hal kecil, tetapi dengan cinta yang besar. Ia rela menolong orang-orang kecil yang terbuang dengan penuh perhatian dan cinta kasih.
2. Seringkali manusia menyesal, karena terlambat melakukan hal-hal sepele. Misalnya ada seorang kaya yang menyesal, karena tidak sempat mengajak orang tuanya jalan-jalan ke RRC. Setiap tahun ia mengatakan kepada orang tuanya :”Tahun ini saya sibuk, tidak dapat mengantar Mama. Kita berangkat tahun depan saja.” Tetapi hal itu berulang pada tahun depannya, sampai akhirnya karena sudah tua, Mamanya pun meninggal.
Untuk itu marilah kita lakukan setiap hal yang perlu dengan segera dan sungguh-sungguh. Jangan menunda-nunda lagi, karena hal itu akan menyebabkan kita menyesal. Jangan main-main melakukannya agar kita tidak kecewa dengan hasil yang akan kita capai.
Dan percayalah bahwa Deus semper maior est (Tuhan senantiasa lebih besar !) daripada segala hal lain, karena itu kita juga harus selalu berserah padaNya.
Selasa, 01 Januari 2008
Rabu, 28 November 2007
SKDAG84 Sampai dengan SKDAG89
[SKDAG84]
Bukan berapa banyak anda telah bekerja untuk Tuhan, tetapi biarkanlah Tuhan bekerja pada diri anda sebanyak2nya. Jadilah alatNya yg berguna.
Seringkali kita mengatkan bahwa kita sudah bekerja untuk Tuhan. Apakah memang benar begitu ? Rasanya kebanyakan kerja tersebut kita lakukan hanya untuk menyenangkan dan menguntungkan diri kita sendiri. Misalnya saya mau menyumbang untuk pembangunan gereja, tetapi dengan tujuan agar saya dikenal sebagai seorang dermawan.
Marilah kita bekerja untuk Tuhan sesuai dengan kehendakNya. Untuk itu dengar pesanNya dan laksanakanlah kehendakNya. Dengan demikian kita menjadi alatNya yang berguna, karena kita melayani Dia dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, tanpa ada keinginan terselubung di baliknya.
[SKDAG85]
Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh (Confusius). Jangan pernah putus asa !
Tidak ada orang yang tidak pernah gagal. Kita semua pasti pernah mengalami kegagalan, entah dalam hal pendidikan, bisnis, keluarga, bahkan juga dalam pelayanan. Kegagalan tersebut harus jagi pelajaran agar pada masa mendatang kita tidak melakukan kesalahan yang sama.
Tetapi kegagalan tersebut janganlah menjadi beban yang membuat kita terus menerus menyesalinya, dan merasa bersalah sehingga menganggap diri kita tidak layak lagi.
Tuhan menginginkan kita untuk bangkit kembali. Biarlah peristiwa masa lalu menjadi bahan refleksi, tetapi kita tetap harus melangkah ke masa depan. Karena itu janganlah pernah putus asa !
[SKDAG86]
Musisi menciptakan nada. Pelukis membuat lukisan. Mereka melakukannya untuk mencapai puncak kedamaian. Kita harus menjadi seperti yang kita pikirkan (Maslow)
Sesuai dengan talenta yang telah Tuhan berikan kepada kita, maka kita harus mengembangkan dan memanfaatkannya sehingga berguna bagi orang lain. Bila kita melakukannya dengan tulus, maka kita pun akan memperoleh suatu kepuasan tersendiri, yang dikatakan Maslow adalah untuk mencapai puncak kedamaian.
Kita harus menjadi seperti yang kita pikirkan. Sebagai apakah kita menganggap diri kita sendiri ? Bila kita menganggapnya sebagai orang yang baik, maka lakukanlah kebaikan bagi sesama. Bila kita menganggapnya sebagai orang yang berguna, lakukanlah sesuatu yang berguna / bermanfaat bagi orang lain. Bila kita menganggap diri kita sebagai seorang dokter, lakukanlah profesi tersebut dengan sepenuh hati untuk menolong nyawa orang lain.
[SKDAG87]
SESUNGGUHNYA tidak penting berapa lama kita hidup, 1 hari atau 100 th. Yang terpenting adalah apa yang telah kita lakukan selama hidup ini bermanfaat bagi orang lain.
Seringkali kita mengatakan kepada teman yang berulang tahun “Selamat panjang umur!”. Tujuan kita tentu saja baik dengan mengucapkan kalimat tersebut, tetapi apakah menyenangkan bila orang tersebut panjang umur tetapi dalam keadaan sakit, menderita, didera kemiskinan dll ?
Sesungguhnya kita tidak tahu sampai berapakah usia kita. Yang terpenting buat kita adalah memanfaatkan hari-hari yang telah diberikan Tuhan tersebut dengan sebaik-baiknya, agar dapat bermanfaat bagi keluarga, sanak saudara, bangsa dan dunia.
Marilah kita renungkan : “Apa yang sudah saya lakukan selama ini untuk kepentingan sesama ?”. Bila belum ada marilah kita lakukan sekarang, sebelum terlambat !
[SKDAG88]
Kehidupan seperti membuat kabel. Tiap hari kita merajut kawatnya satu per satu sehingga akhirnya kita tidak dapat menghancurkannya. Bangunlah kebiasaan positip agar hidup kita kuat.
Kebiasaan yang dibangun dari kecil sulit sekali untuk diubah. Untuk membuktikan hal tersebut cobala anda jawab pertanyaan saya ini : “Waktu anda memakai baju, tangan manakah yang anda masukkan lebih dahulu ?”.
Pada umumnya kita tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan segera. Kita harus membayangkan proses memakai baju, tangan kanan atau kiri dulu yang kita masukkan. Waktu memakai baju kita tidak perlu berpikir lagi, karena semuanya telah dilakukan oleh otak bawah sadar, karena proses tersebut telah kita lakukan sejak kecil dan telah menjadi kebiasaan.
Sekarang cobalah anda balik cara pemakaian baju yang biasa anda lakukan. Bila biasa tangan kiri dulu yang masuk, sekarang coba tangan kanan dulu yang anda masukkan.
Ternyata agak aneh dan kita melakukannya dengan lebih sulit, dan ada sesuatu yang mengganjal (yang aneh) waktu dilakukan.
Itu semua menunjukkan bahwa kita sulit untuk mengubah kebiasaan yang telah tertanam lama. Bila yang ada dalam diri kita kebiasaan negatif, maka apakah jadinya dengan kehidupan kita. Karena itu marilah kita buang kebiasaan negatif, dan bangun kebiaaan positip agar berguna dan bermanfaat bagi kita dan sesama.
[SKDAG89]
Jika hati seperti air, jangan biarkan ia keruh.
Jika hati seperti awan, jangan biarkan ia mendung.
Jika hati seperti pelangi, hiasi ia dengan iman.
Bersukacitalah senantiasa
Lakukanlah segala sesuatu yang baik dan berguna bagi diri sendir dan juga bagi sesama. Janganlah menyakiti hati orang lain.
Bila anda sedang menghadapi suatu masalah, janganlah marah (apalagi menyalahi Tuhan), tetap cobalah selalu bersyukur dan bersukacita untuk semua hal tersebut. Pikirkanlah manfaat yang kita dapat di balik peristiwa yang tidak mengenakkan itu. Misalnya bila ada pesaing bisnis yang menggerogoti pangsa pasar kita, maka lihatlah ini sebagai rangsangan agar kita memperbaiki diri, baik dari segi produk, promosi dan lain-lain.
Bila kita sakit, cobalah lihat itu sebagai kesempatan untuk beristirahat dan melupakan rutinitas yang biasa kita lakukan.
Bukan berapa banyak anda telah bekerja untuk Tuhan, tetapi biarkanlah Tuhan bekerja pada diri anda sebanyak2nya. Jadilah alatNya yg berguna.
Seringkali kita mengatkan bahwa kita sudah bekerja untuk Tuhan. Apakah memang benar begitu ? Rasanya kebanyakan kerja tersebut kita lakukan hanya untuk menyenangkan dan menguntungkan diri kita sendiri. Misalnya saya mau menyumbang untuk pembangunan gereja, tetapi dengan tujuan agar saya dikenal sebagai seorang dermawan.
Marilah kita bekerja untuk Tuhan sesuai dengan kehendakNya. Untuk itu dengar pesanNya dan laksanakanlah kehendakNya. Dengan demikian kita menjadi alatNya yang berguna, karena kita melayani Dia dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, tanpa ada keinginan terselubung di baliknya.
[SKDAG85]
Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh (Confusius). Jangan pernah putus asa !
Tidak ada orang yang tidak pernah gagal. Kita semua pasti pernah mengalami kegagalan, entah dalam hal pendidikan, bisnis, keluarga, bahkan juga dalam pelayanan. Kegagalan tersebut harus jagi pelajaran agar pada masa mendatang kita tidak melakukan kesalahan yang sama.
Tetapi kegagalan tersebut janganlah menjadi beban yang membuat kita terus menerus menyesalinya, dan merasa bersalah sehingga menganggap diri kita tidak layak lagi.
Tuhan menginginkan kita untuk bangkit kembali. Biarlah peristiwa masa lalu menjadi bahan refleksi, tetapi kita tetap harus melangkah ke masa depan. Karena itu janganlah pernah putus asa !
[SKDAG86]
Musisi menciptakan nada. Pelukis membuat lukisan. Mereka melakukannya untuk mencapai puncak kedamaian. Kita harus menjadi seperti yang kita pikirkan (Maslow)
Sesuai dengan talenta yang telah Tuhan berikan kepada kita, maka kita harus mengembangkan dan memanfaatkannya sehingga berguna bagi orang lain. Bila kita melakukannya dengan tulus, maka kita pun akan memperoleh suatu kepuasan tersendiri, yang dikatakan Maslow adalah untuk mencapai puncak kedamaian.
Kita harus menjadi seperti yang kita pikirkan. Sebagai apakah kita menganggap diri kita sendiri ? Bila kita menganggapnya sebagai orang yang baik, maka lakukanlah kebaikan bagi sesama. Bila kita menganggapnya sebagai orang yang berguna, lakukanlah sesuatu yang berguna / bermanfaat bagi orang lain. Bila kita menganggap diri kita sebagai seorang dokter, lakukanlah profesi tersebut dengan sepenuh hati untuk menolong nyawa orang lain.
[SKDAG87]
SESUNGGUHNYA tidak penting berapa lama kita hidup, 1 hari atau 100 th. Yang terpenting adalah apa yang telah kita lakukan selama hidup ini bermanfaat bagi orang lain.
Seringkali kita mengatakan kepada teman yang berulang tahun “Selamat panjang umur!”. Tujuan kita tentu saja baik dengan mengucapkan kalimat tersebut, tetapi apakah menyenangkan bila orang tersebut panjang umur tetapi dalam keadaan sakit, menderita, didera kemiskinan dll ?
Sesungguhnya kita tidak tahu sampai berapakah usia kita. Yang terpenting buat kita adalah memanfaatkan hari-hari yang telah diberikan Tuhan tersebut dengan sebaik-baiknya, agar dapat bermanfaat bagi keluarga, sanak saudara, bangsa dan dunia.
Marilah kita renungkan : “Apa yang sudah saya lakukan selama ini untuk kepentingan sesama ?”. Bila belum ada marilah kita lakukan sekarang, sebelum terlambat !
[SKDAG88]
Kehidupan seperti membuat kabel. Tiap hari kita merajut kawatnya satu per satu sehingga akhirnya kita tidak dapat menghancurkannya. Bangunlah kebiasaan positip agar hidup kita kuat.
Kebiasaan yang dibangun dari kecil sulit sekali untuk diubah. Untuk membuktikan hal tersebut cobala anda jawab pertanyaan saya ini : “Waktu anda memakai baju, tangan manakah yang anda masukkan lebih dahulu ?”.
Pada umumnya kita tidak dapat menjawab pertanyaan tersebut dengan segera. Kita harus membayangkan proses memakai baju, tangan kanan atau kiri dulu yang kita masukkan. Waktu memakai baju kita tidak perlu berpikir lagi, karena semuanya telah dilakukan oleh otak bawah sadar, karena proses tersebut telah kita lakukan sejak kecil dan telah menjadi kebiasaan.
Sekarang cobalah anda balik cara pemakaian baju yang biasa anda lakukan. Bila biasa tangan kiri dulu yang masuk, sekarang coba tangan kanan dulu yang anda masukkan.
Ternyata agak aneh dan kita melakukannya dengan lebih sulit, dan ada sesuatu yang mengganjal (yang aneh) waktu dilakukan.
Itu semua menunjukkan bahwa kita sulit untuk mengubah kebiasaan yang telah tertanam lama. Bila yang ada dalam diri kita kebiasaan negatif, maka apakah jadinya dengan kehidupan kita. Karena itu marilah kita buang kebiasaan negatif, dan bangun kebiaaan positip agar berguna dan bermanfaat bagi kita dan sesama.
[SKDAG89]
Jika hati seperti air, jangan biarkan ia keruh.
Jika hati seperti awan, jangan biarkan ia mendung.
Jika hati seperti pelangi, hiasi ia dengan iman.
Bersukacitalah senantiasa
Lakukanlah segala sesuatu yang baik dan berguna bagi diri sendir dan juga bagi sesama. Janganlah menyakiti hati orang lain.
Bila anda sedang menghadapi suatu masalah, janganlah marah (apalagi menyalahi Tuhan), tetap cobalah selalu bersyukur dan bersukacita untuk semua hal tersebut. Pikirkanlah manfaat yang kita dapat di balik peristiwa yang tidak mengenakkan itu. Misalnya bila ada pesaing bisnis yang menggerogoti pangsa pasar kita, maka lihatlah ini sebagai rangsangan agar kita memperbaiki diri, baik dari segi produk, promosi dan lain-lain.
Bila kita sakit, cobalah lihat itu sebagai kesempatan untuk beristirahat dan melupakan rutinitas yang biasa kita lakukan.
SKDAG Sudah Mencapai Nomor 100
Tanpa terasa SKDAG (Sms Kasih dari DAG) telah mencapai edisi ke 100 pada tanggal 12 Oktober 2007. Karena saat itu berdekatan dengan Idul Fitri, maka isi dari SKDAG100 pun berkaitan dengan “maaf”.
[SKDAG100]
Mohon maaf menunjukkan kebesaran hati kita pada sesama, tetapi harus dari dalam hati bukan di mulut saja.
Puji syukur karena SKDAG sudah no 100, maaf bila ada yang tidak berkenaan. DAG
Berikut bebarapa komentar dari penerima SKDAG yang juga disampaikan lewat sms.
Ibu Gunawan di Pontianak :
Buah tomat buah nangka.
Enak dimakan sambil ber sms
Tak terduga tak tersangka
Sudah seratus kita ber sms
Menjala ikan kerja nelayan
Jangan lupa keluarga menanti
Ini sms untuk pelayanan
Pasti Tuhan memberkati.
Anita di Bangka :
Bagai landak yg berduri
burung merpati berbulu putih.
SKDAG selalu ku nanti
tenangkan hati tebarkan kasih.
Marina di Bogor :
Selamat pagi, Pak. DAG yg sdh 100 memang harus saya akui itu semua dari Tuhan sendiri yang mau membimbing, mendidik, menegur, dan menguatkan saya. Tuhan menjadikan DAG 100 jadi berkat buat sesama. Amin. GBU.
Ibu Sri (Emak) di Bogor :
Minal aidin maaf lahir batin sucikan dgn saling memaafkan selamat udah sampai 100 coba dibukukan trims Gbu
Wimpy di Jakarta :
Pa, Mohon maaf dari dalam hati. Kami PUJI SYUKUR karena SKDAG sudah no 100, kami berharap tetap berlanjut dan selalu berkenaan.
Demikianlah dukungan dari beberapa rekan yang sangat membesarkan hati saya, dan semakin memotivasi saya untuk terus mengirimkan SKDAG seterusnya. Mohon bantuan teman-teman semua juga untuk menyebarkannya lebih lanjut. Kiranya Tuhan selalu memberkati pelayanan kita bersama. Amin.
[SKDAG100]
Mohon maaf menunjukkan kebesaran hati kita pada sesama, tetapi harus dari dalam hati bukan di mulut saja.
Puji syukur karena SKDAG sudah no 100, maaf bila ada yang tidak berkenaan. DAG
Berikut bebarapa komentar dari penerima SKDAG yang juga disampaikan lewat sms.
Ibu Gunawan di Pontianak :
Buah tomat buah nangka.
Enak dimakan sambil ber sms
Tak terduga tak tersangka
Sudah seratus kita ber sms
Menjala ikan kerja nelayan
Jangan lupa keluarga menanti
Ini sms untuk pelayanan
Pasti Tuhan memberkati.
Anita di Bangka :
Bagai landak yg berduri
burung merpati berbulu putih.
SKDAG selalu ku nanti
tenangkan hati tebarkan kasih.
Marina di Bogor :
Selamat pagi, Pak. DAG yg sdh 100 memang harus saya akui itu semua dari Tuhan sendiri yang mau membimbing, mendidik, menegur, dan menguatkan saya. Tuhan menjadikan DAG 100 jadi berkat buat sesama. Amin. GBU.
Ibu Sri (Emak) di Bogor :
Minal aidin maaf lahir batin sucikan dgn saling memaafkan selamat udah sampai 100 coba dibukukan trims Gbu
Wimpy di Jakarta :
Pa, Mohon maaf dari dalam hati. Kami PUJI SYUKUR karena SKDAG sudah no 100, kami berharap tetap berlanjut dan selalu berkenaan.
Demikianlah dukungan dari beberapa rekan yang sangat membesarkan hati saya, dan semakin memotivasi saya untuk terus mengirimkan SKDAG seterusnya. Mohon bantuan teman-teman semua juga untuk menyebarkannya lebih lanjut. Kiranya Tuhan selalu memberkati pelayanan kita bersama. Amin.
Sudahkan Kita Mengasihi Allah dengan Benar?
Allah lebih dahulu mengasihi kita, umatnya yang sangat disayangiNya. Karena itu kita pun harus mengasihi Dia dengan sepenuh hati, tetapi ternyata dalam mengasihi Allah banyak kesalahan yang kita lakukan.
Mengasihi Allah yang salah :
1. Saya mengasihi Allah bila saya dalam keadaan senang dan menerima berkat / karunia / rahmat / kebaikannya. Ini berarti saya mengasihi Allah berdasarkan perasaan. Bila perasaan sedang senang saya sangat mengasihinya, tetapi bila sedang susah, maka mana mungkin saya dapat mengasihinya.
2. Mengasihi Allah dianggap sebagai suatu kewajiban. Kasih terhadap Allah yang seperti ini dilakukan secara kaku, kering, dan disiplin tanpa sukacita. Misalnya karena saya mengasihi Allah dan takut masuk neraka, maka saya setiap minggu harus pergi ke Gereja. Memang pergi ke Gereja, tetapi lebih karena rasa terpaksa bukan muncul dari dalam diri sendiri.
Seharusnya mengasihi Allah yang benar adalah adanya suatu relasi personal / hubungan pribadi antara kita dengan Allah yang penuh komitmen, sehingga muncul suatu keputusan untuk mencintai Allah dengan sepenuh hati, tidak lagi berdasarkan perasaan, atau peraturan atau petunjuk.
Mengasihi Allah yang salah :
1. Saya mengasihi Allah bila saya dalam keadaan senang dan menerima berkat / karunia / rahmat / kebaikannya. Ini berarti saya mengasihi Allah berdasarkan perasaan. Bila perasaan sedang senang saya sangat mengasihinya, tetapi bila sedang susah, maka mana mungkin saya dapat mengasihinya.
2. Mengasihi Allah dianggap sebagai suatu kewajiban. Kasih terhadap Allah yang seperti ini dilakukan secara kaku, kering, dan disiplin tanpa sukacita. Misalnya karena saya mengasihi Allah dan takut masuk neraka, maka saya setiap minggu harus pergi ke Gereja. Memang pergi ke Gereja, tetapi lebih karena rasa terpaksa bukan muncul dari dalam diri sendiri.
Seharusnya mengasihi Allah yang benar adalah adanya suatu relasi personal / hubungan pribadi antara kita dengan Allah yang penuh komitmen, sehingga muncul suatu keputusan untuk mencintai Allah dengan sepenuh hati, tidak lagi berdasarkan perasaan, atau peraturan atau petunjuk.
Jumat, 12 Oktober 2007
SKDAG78 Sampai Dengan SKDAG83
[SKDAG78]
Saat anda bicara, maka anda tidak belajar. Hanya saat anda menyimaklah maka anda belajar. Konsentrasilah terhadap dua telinga yang terbuka dan jaga mulut tetap tertutup.
Dalam belajar dibutuhkan konsentrasi, dan hal tersebut dapat tercapai bila anda tidak bicara sendiri, tetapi menyimaklah dan perhatikan apa yang dilakukan oleh sang guru.
Ingat telinga kodratnya sudah terbuka sehingga siap menangkap informasi, sedangkan kodrat mulut memang tertutup.
Rekan Maryati mengomentari bahwa walau telinga terbuka, tetapi tetap butuh energi untuk mendengarkan dengan hati. Setuju sekali ! Bukan hanya mendengar tetapi menyimak dengan hati, sehingga ada empati dan keingintahuan terhadap berbagai hal yang kita terima.
[SKDAG79]
Ketika bencana datang, pikirkan kebaikan yang dapat didatangkannya. Sering kali kita mendapatkan bahwa bencana singkat dapat berubah menjadi keuntungan jangka panjang (Zig Ziglar)
Kita tidak tahu akan rencana Tuhan, tetapi kita harus mengimani bahwa rencanaNya pasti selalu indah pada akhirnya. Pikiran manusia yang tidak dapat menjangkau pikiran Tuhan. Manusia hanya melihat untuk jangka waktu yang pendek, sehingga bila ada hal yang tidak berkenaan padanya, maka pasti hal tersebut tidak baik dan pasti merugikan bagi dirinya.
Marilah kita ubah paradigma tersebut, dan marilah kita lihat dari sisi yang lain. Telitilah dan renungkanlah kebaikan apa yang akan terjadi dengan adanya bencana yang kita alami tersebut. Misalnya bencana gunung meletus, dalam jangka panjang membuat tanah yang dialiri laharnya menjadi subur.
Memang seperti komentar dari rekan Maryati, bahwa untuk menyadari adanya hikmah di baik bencana yang terjadi dibutuhkan hati yang besar. Karena itu memang kita perlu belajar untuk ‘membesarkan’ hati kita.
[SKDAG80]
Hargailah semua berkat yang kita dapatkan, jangan mengeluhkan yang tidak kita miliki. Buka mata dan pasti kita akan melihat seratus hal yang dapat dan harus membuat kita bersyukur
Manusia lebih sering mengeluh dan terus meminta kepada Tuhan. Seharusnya kita selalu bersyukur karena Dia telah memberi kelimpahan kepada kita semua, sehingga kita dapat hidup sehat sampai saat ini. Lihatlah ke sekeliling kita, maka kita akan mendapatkan banyak sekali orang yang jauh lebih menderita daripada kita. Banyak orang yang tidak tahu apakah ia akan makan atau tidak pada hari ini. Banyak orang yang sedang menderita sakit; tergeletak tak berdaya di rumah sakit, dan masih banyak yang lainnya.
Jadi bila kita menghadapi sesuatu yang sulit dan menakutkan dalam kehidupan kita, maka percayalah bahwa masih banyak orang yang hidupnya jauh lebih sulit dan lebih menderita dibandingkan dengan kehidupan kita.
Rekan Robby Yonosewoyo menambahkan bahwa dengan semakin banyak kita bersyukur, maka kita akan semakin dekat dengan Tuhan. Tetapi semakin banyak kita mengeluh, maka semakin lebar pintu hati kita terbuka untuk godaan iblis.
Sedangkan rekan Maryati berpesan agar kita jangan selalu melihat ke atas, tetapi lihatlah ke bawah dan bersyukurlah kepada Tuhan karena kita masih dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain yang lebih menderita.
[SKDAG81]
Kerja menjauhkan kita dari tiga keburukan, yaitu kebosanan, kejahatan, dan kemiskinan (Voltaire).
Kunci yang dipakai selalu mengkilap(Benyamin Franklin).
Bekerja merupakan salah satu aktivitas positip yang dilakukan manusia. Dengan bekerja maka pikiran kita tidak kosong, tetapi diisi dengan berbagai hal yang terkait dengan pekerjaan, sehingga otomatis pikiran kita tidak terfokus pada hal-hal yang negatif. Bekerja juga memberikan penghasilan kepada kita, sehingga taraf kehidupan kita boleh menjadi lebih baik.
Bila pikiran kita tidak bekerja, maka seperti yang dituliskan Voltaire, maka kita akan segera menjadi bosan, muncul berbagai pikiran negatif yang mengarah pada kejahatan, dan akibat menganggur maka kita juga akan menjadi miskin. Karena itu Benyamin Franklin mengatakan asahlah otak kita sehingga dapat digunakan untuk berbagai hal bermanfaat sehingga akan menjadi lebih baik lagi, seperti kunci yang akan selalu mengkilap karena sering dipakai, sedangkan kunci yang tidak dipakai akan berkarat.
[SKDAG82]
Keluarga adalah sekolah kehidupan dan cinta kasih pertama untuk anak2 kita. Segala yang tidak terpenuhi dalam keluarga tidak mungkin didapat di tempat lain. Ingat anak adalah titipan Tuhan.
Anak-anak yang ada dalam keluarga kita merupakan titipan Tuhan yang harus kita pelihara dengan baik dan penuh tanggung jawab. Mereka harus dididik dalam keluarga dengan sebaik-baiknya sejak masih kecil. Dalam keluarga mereka akan belajar mengenai kasih, etika, nilai-nilai kehidupan dari orang tuanya sendiri. Bila masa itu sudah lewat, maka dalam diri anak sudah terbentuk karakter yang sulit untuk diubah lagi.
Karena itu sisihkanlah waktu untuk berkumpul dengan anak, bermain dan memberikan berbagai masukan kepada mereka. Jangan menyerahkan semuanya kepada suster atau pembantu, karena bila demikian maka sifat-sifat dan ajaran pembantu yang akan membentuk kepribadian anak kita.
“Kalau begitu pepatah banyak anak banyak rejeki tidak berlaku, karena anak bukanlah investasi yang ditanamkan orang tua. Orang tua yang baik tidak berharap mendapatkan ‘keuntungan’ ketika anak-anak mereka menjadi dewasa”, demikianlah pendapat dari rekan Maryati.
[SKDAG83]
Dalam orkestra, setiap instrumen menghasilkan nada yang berbeda-beda, namun semuanya berpadu dalam keserasian sehingga menghasilkan simfoni yang indah. Tidak ada instrumen yang mendominasi, tetapi masing-masing menyerasikan diri dan menjadi bagian dari yg lainnya. Maukah kita menjadi alatNya yang harmonis dengan alatNya yang lain?
Dalam suatu team, kita harus membuang ego, dan membuka hati untuk menerima berbagai masukan dari rekan-rekan anggota team, Kita harus dapat menyesuaikan diri dengan anggota team lain agar tujuan team dapat terwujud.
Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari, kita adalah alat dan perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong sesama. Dan banyak orang lain yang juga dipilih Tuhan untuk melakukan hal yang sama, karena itu bekerja samalah dengan mereka agar rencana Tuhan dapat terwujud bagi semua orang di dunia ini. Contoh dalam keluarga, dibutuhkan kerjasama yang baik antara suami dengan istri, agar anak dapat hidup bahagia.
Saat anda bicara, maka anda tidak belajar. Hanya saat anda menyimaklah maka anda belajar. Konsentrasilah terhadap dua telinga yang terbuka dan jaga mulut tetap tertutup.
Dalam belajar dibutuhkan konsentrasi, dan hal tersebut dapat tercapai bila anda tidak bicara sendiri, tetapi menyimaklah dan perhatikan apa yang dilakukan oleh sang guru.
Ingat telinga kodratnya sudah terbuka sehingga siap menangkap informasi, sedangkan kodrat mulut memang tertutup.
Rekan Maryati mengomentari bahwa walau telinga terbuka, tetapi tetap butuh energi untuk mendengarkan dengan hati. Setuju sekali ! Bukan hanya mendengar tetapi menyimak dengan hati, sehingga ada empati dan keingintahuan terhadap berbagai hal yang kita terima.
[SKDAG79]
Ketika bencana datang, pikirkan kebaikan yang dapat didatangkannya. Sering kali kita mendapatkan bahwa bencana singkat dapat berubah menjadi keuntungan jangka panjang (Zig Ziglar)
Kita tidak tahu akan rencana Tuhan, tetapi kita harus mengimani bahwa rencanaNya pasti selalu indah pada akhirnya. Pikiran manusia yang tidak dapat menjangkau pikiran Tuhan. Manusia hanya melihat untuk jangka waktu yang pendek, sehingga bila ada hal yang tidak berkenaan padanya, maka pasti hal tersebut tidak baik dan pasti merugikan bagi dirinya.
Marilah kita ubah paradigma tersebut, dan marilah kita lihat dari sisi yang lain. Telitilah dan renungkanlah kebaikan apa yang akan terjadi dengan adanya bencana yang kita alami tersebut. Misalnya bencana gunung meletus, dalam jangka panjang membuat tanah yang dialiri laharnya menjadi subur.
Memang seperti komentar dari rekan Maryati, bahwa untuk menyadari adanya hikmah di baik bencana yang terjadi dibutuhkan hati yang besar. Karena itu memang kita perlu belajar untuk ‘membesarkan’ hati kita.
[SKDAG80]
Hargailah semua berkat yang kita dapatkan, jangan mengeluhkan yang tidak kita miliki. Buka mata dan pasti kita akan melihat seratus hal yang dapat dan harus membuat kita bersyukur
Manusia lebih sering mengeluh dan terus meminta kepada Tuhan. Seharusnya kita selalu bersyukur karena Dia telah memberi kelimpahan kepada kita semua, sehingga kita dapat hidup sehat sampai saat ini. Lihatlah ke sekeliling kita, maka kita akan mendapatkan banyak sekali orang yang jauh lebih menderita daripada kita. Banyak orang yang tidak tahu apakah ia akan makan atau tidak pada hari ini. Banyak orang yang sedang menderita sakit; tergeletak tak berdaya di rumah sakit, dan masih banyak yang lainnya.
Jadi bila kita menghadapi sesuatu yang sulit dan menakutkan dalam kehidupan kita, maka percayalah bahwa masih banyak orang yang hidupnya jauh lebih sulit dan lebih menderita dibandingkan dengan kehidupan kita.
Rekan Robby Yonosewoyo menambahkan bahwa dengan semakin banyak kita bersyukur, maka kita akan semakin dekat dengan Tuhan. Tetapi semakin banyak kita mengeluh, maka semakin lebar pintu hati kita terbuka untuk godaan iblis.
Sedangkan rekan Maryati berpesan agar kita jangan selalu melihat ke atas, tetapi lihatlah ke bawah dan bersyukurlah kepada Tuhan karena kita masih dapat menjadi saluran berkat bagi orang lain yang lebih menderita.
[SKDAG81]
Kerja menjauhkan kita dari tiga keburukan, yaitu kebosanan, kejahatan, dan kemiskinan (Voltaire).
Kunci yang dipakai selalu mengkilap(Benyamin Franklin).
Bekerja merupakan salah satu aktivitas positip yang dilakukan manusia. Dengan bekerja maka pikiran kita tidak kosong, tetapi diisi dengan berbagai hal yang terkait dengan pekerjaan, sehingga otomatis pikiran kita tidak terfokus pada hal-hal yang negatif. Bekerja juga memberikan penghasilan kepada kita, sehingga taraf kehidupan kita boleh menjadi lebih baik.
Bila pikiran kita tidak bekerja, maka seperti yang dituliskan Voltaire, maka kita akan segera menjadi bosan, muncul berbagai pikiran negatif yang mengarah pada kejahatan, dan akibat menganggur maka kita juga akan menjadi miskin. Karena itu Benyamin Franklin mengatakan asahlah otak kita sehingga dapat digunakan untuk berbagai hal bermanfaat sehingga akan menjadi lebih baik lagi, seperti kunci yang akan selalu mengkilap karena sering dipakai, sedangkan kunci yang tidak dipakai akan berkarat.
[SKDAG82]
Keluarga adalah sekolah kehidupan dan cinta kasih pertama untuk anak2 kita. Segala yang tidak terpenuhi dalam keluarga tidak mungkin didapat di tempat lain. Ingat anak adalah titipan Tuhan.
Anak-anak yang ada dalam keluarga kita merupakan titipan Tuhan yang harus kita pelihara dengan baik dan penuh tanggung jawab. Mereka harus dididik dalam keluarga dengan sebaik-baiknya sejak masih kecil. Dalam keluarga mereka akan belajar mengenai kasih, etika, nilai-nilai kehidupan dari orang tuanya sendiri. Bila masa itu sudah lewat, maka dalam diri anak sudah terbentuk karakter yang sulit untuk diubah lagi.
Karena itu sisihkanlah waktu untuk berkumpul dengan anak, bermain dan memberikan berbagai masukan kepada mereka. Jangan menyerahkan semuanya kepada suster atau pembantu, karena bila demikian maka sifat-sifat dan ajaran pembantu yang akan membentuk kepribadian anak kita.
“Kalau begitu pepatah banyak anak banyak rejeki tidak berlaku, karena anak bukanlah investasi yang ditanamkan orang tua. Orang tua yang baik tidak berharap mendapatkan ‘keuntungan’ ketika anak-anak mereka menjadi dewasa”, demikianlah pendapat dari rekan Maryati.
[SKDAG83]
Dalam orkestra, setiap instrumen menghasilkan nada yang berbeda-beda, namun semuanya berpadu dalam keserasian sehingga menghasilkan simfoni yang indah. Tidak ada instrumen yang mendominasi, tetapi masing-masing menyerasikan diri dan menjadi bagian dari yg lainnya. Maukah kita menjadi alatNya yang harmonis dengan alatNya yang lain?
Dalam suatu team, kita harus membuang ego, dan membuka hati untuk menerima berbagai masukan dari rekan-rekan anggota team, Kita harus dapat menyesuaikan diri dengan anggota team lain agar tujuan team dapat terwujud.
Demikian juga dalam kehidupan sehari-hari, kita adalah alat dan perpanjangan tangan Tuhan untuk menolong sesama. Dan banyak orang lain yang juga dipilih Tuhan untuk melakukan hal yang sama, karena itu bekerja samalah dengan mereka agar rencana Tuhan dapat terwujud bagi semua orang di dunia ini. Contoh dalam keluarga, dibutuhkan kerjasama yang baik antara suami dengan istri, agar anak dapat hidup bahagia.
Reuni Pasukan Alpha Company yang Baru Pulang dari Irak
Acara Oprah Winfrey berikutnya pun sangat menyentuh hati. Oprah menampilkan sekitar 100 pasukan Angkatan Udara AS, Alpha Company yang telah bertugas selama tujuh bulan di Irak. Mereka berdiri rapi dengan berpakaian seragam, sehingga keren sekali. Mereka juga langsung tampil di acara tersebut langsung setelah tiba dari tugas negara di Irak, tanpa terlebih dulu pulang ke rumah untuk bertemu dengan anggota keluarga mereka.
Beberapa di antara mereka masih memiliki bayi. Ada yang bayinya lahir ketika ia bertugas di Irak, beberapa memiliki anak yang masih kecil, dan mereka sangat merindukan anak-anaknya. Ada satu orang yang akan segera akan menikah pada minggu kedatangannya.
Kejutan pertama yang ditampilkan Oprah adalah menampilkan seluruh anggota keluarga dari setiap personel pasukan tersebut. Begitu diberi aba-aba, mereka segera muncul dari sisi panggung, dan segera berlari menuju suami/ayah/anak mereka masing-masing. Disana mereka segera saling berangkulan dan bertangis-tangisan, karena sudah lama tidak bertemu. Para prajurit yang memiliki anak, tentu saja rindu untuk segera memeluk anaknya. Orang tua pun hadir untuk berkumpul kembali bersama dengan anaknya yang menjadi prajurit dan bertugas di Irak selama berbulan-bulan. Beberapa di antaranya mengatakan kadang-kadang terlintas bahwa mungkin mereka tidak akan kembali lagi berjumpa dengan keluarga.
Dari pasukan Alpha Company tersebut, satu orang meninggal di medan perang yaitu Sersan Chad Allen, tiga terluka, dan 33 orang diantaranya mendapatkan penghargaan Purple Heart.
Kejutan kedua dari Oprah adalah ia menampilkan tiga anggota pasukan yang terluka sehingga dipulangkan dari Irak untuk mendapatkan perawatan. Mereka tampil dan segera disambut dengan penuh antusian oleh rekan-rekannya, karena mereka semua sudah seperti satu keluarga. Menurut salah seorang yang terluka, waktu mereka harus meninggalkan teman-teman di medan perang merupakan hal yang tersulit, walaupun mereka terluka sehingga terpaksa pulang. Walaupun demikian mereka mengatakan bahwa bila ada kesempatan mereka bersedia kembali melakukan tugas untuk membela negara.
Sungguh acara luar biasa yang menampilkan kasih di antara seluruh anggota keluarga yang terpisah tujuh bulan, dan juga kasih dalam satu korps pasukan.
Beberapa di antara mereka masih memiliki bayi. Ada yang bayinya lahir ketika ia bertugas di Irak, beberapa memiliki anak yang masih kecil, dan mereka sangat merindukan anak-anaknya. Ada satu orang yang akan segera akan menikah pada minggu kedatangannya.
Kejutan pertama yang ditampilkan Oprah adalah menampilkan seluruh anggota keluarga dari setiap personel pasukan tersebut. Begitu diberi aba-aba, mereka segera muncul dari sisi panggung, dan segera berlari menuju suami/ayah/anak mereka masing-masing. Disana mereka segera saling berangkulan dan bertangis-tangisan, karena sudah lama tidak bertemu. Para prajurit yang memiliki anak, tentu saja rindu untuk segera memeluk anaknya. Orang tua pun hadir untuk berkumpul kembali bersama dengan anaknya yang menjadi prajurit dan bertugas di Irak selama berbulan-bulan. Beberapa di antaranya mengatakan kadang-kadang terlintas bahwa mungkin mereka tidak akan kembali lagi berjumpa dengan keluarga.
Dari pasukan Alpha Company tersebut, satu orang meninggal di medan perang yaitu Sersan Chad Allen, tiga terluka, dan 33 orang diantaranya mendapatkan penghargaan Purple Heart.
Kejutan kedua dari Oprah adalah ia menampilkan tiga anggota pasukan yang terluka sehingga dipulangkan dari Irak untuk mendapatkan perawatan. Mereka tampil dan segera disambut dengan penuh antusian oleh rekan-rekannya, karena mereka semua sudah seperti satu keluarga. Menurut salah seorang yang terluka, waktu mereka harus meninggalkan teman-teman di medan perang merupakan hal yang tersulit, walaupun mereka terluka sehingga terpaksa pulang. Walaupun demikian mereka mengatakan bahwa bila ada kesempatan mereka bersedia kembali melakukan tugas untuk membela negara.
Sungguh acara luar biasa yang menampilkan kasih di antara seluruh anggota keluarga yang terpisah tujuh bulan, dan juga kasih dalam satu korps pasukan.
Kasih Ibu Mengalahkan Tornado
Acara Oprah Winfrey hari ini (12 Okt 2007) di Metro TV menunjukkan kasih seorang ibu bagi kedua anaknya. Saat itu Amy sedang di rumah bersama dengan dua orang anak laki-lakinya yang masih balita, sedangkan suaminya, Jarrod, sedang tugas di luar kota. Tornado akan segera melintasi daerah tempat tinggalnya, Amy dalam segala ketakutan mencoba menelpon Jarrod, dan saat itu tornado semakin dekat, suaranya terdengar seperti suara kereta api di atas rel, yang semakin mendekat menghampiri rumahnya.
Amy mengatakan sebenarnya ia sangat takut, tetapi tidak ada waktu lagi untuk memikirkan rasa takutnya; ia harus segera melindungi kedua anaknya. Dengan mengucapkan doa Bapa Kami berkali-kali ia segera memeluk kedua anaknya dari terjangan tornado. Rumahnya hancur diterjang tornado, tetapi kedua anaknya selamat dan hanya menderita luka-luka kecil saja. Apa yang terjadi dengan Amy ? Ternyata bagian tubuhnya dari pinggang ke bawah mengalami kelumpuhan.
Kini Amy mengalami beberapa kesulitan dalam melakukan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, terutama pada saat memakai sepatu, karena ia tidak dapat merasakan apakah sepatu itu sudah masuk atau belum ke kakinya. Dalam kelumpuhannya, dengan menggunakan kursi roda, Amy tetap membersihkan rumah, memelihara dan mendidik anaknya, dan saat itu pun Amy juga sudah mendapatkan SIM untuk mengendarai mobilnya, sehingga ia dapat pergi keliling kota.
Amy bersyukur dengan peristiwa tersebut, karena ia mengatakan sekarang ia dapat tidur dengan tenang dan dapat lebih merasakan maknanya kehidupan. Sungguh ibu yang luar biasa !
Amy mengatakan sebenarnya ia sangat takut, tetapi tidak ada waktu lagi untuk memikirkan rasa takutnya; ia harus segera melindungi kedua anaknya. Dengan mengucapkan doa Bapa Kami berkali-kali ia segera memeluk kedua anaknya dari terjangan tornado. Rumahnya hancur diterjang tornado, tetapi kedua anaknya selamat dan hanya menderita luka-luka kecil saja. Apa yang terjadi dengan Amy ? Ternyata bagian tubuhnya dari pinggang ke bawah mengalami kelumpuhan.
Kini Amy mengalami beberapa kesulitan dalam melakukan tugasnya sebagai ibu rumah tangga, terutama pada saat memakai sepatu, karena ia tidak dapat merasakan apakah sepatu itu sudah masuk atau belum ke kakinya. Dalam kelumpuhannya, dengan menggunakan kursi roda, Amy tetap membersihkan rumah, memelihara dan mendidik anaknya, dan saat itu pun Amy juga sudah mendapatkan SIM untuk mengendarai mobilnya, sehingga ia dapat pergi keliling kota.
Amy bersyukur dengan peristiwa tersebut, karena ia mengatakan sekarang ia dapat tidur dengan tenang dan dapat lebih merasakan maknanya kehidupan. Sungguh ibu yang luar biasa !
Langganan:
Postingan (Atom)